Main Article Content

Abstract

Pertumbuhan pembangkit listrik tenaga surya mengalami peningkatan yang sangat pesat. Peningkatan ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya sebagian besar digunakan untuk penerangan jalan dan industri rumah tangga. Pembangkit listrik tenaga surya memiliki ketergantungan terhadap radiasi matahari yang diterima pada solar panel dan temperatur lingkungan. Nilai temperatur lingkungan dapat mempengaruhi daya keluaran yang dihasilkan solar panel. Daya keluaran juga dipengaruhi oleh besar nilai dari faktor eksternal seperti partial shading. Partial shading merupakan kondisi tertutup / terhalangi sebagian cell pada solar panel. Penerapan partial shading sebagian besar hanya digunakan dengan software simulasi. Pada penelitian ini dilakukan pengambilan data jam 12:00 WITA dengan kondisi normal dan partial shading. Nilai daya keluaran maksimum dan minimum yang dihasilkan dalam kondisi normal sebesar 493.14W dan 77.63W. Nilai daya keluaran maksimum dan minimum yang dihasilkan oleh solar panel dalam kondisi partial shading sebesar 217.17W dan 91.24W. Penerapan partial shading tersebut dapat menurunkan efisiensi yang dihasilkan sebesar 3-4% dari kondisi normal

Article Details