Main Article Content

Abstract

Penyandang tunarungu dan tunawicara merupakan seseorang yang memiliki keterbatasan dalam hal mendengar dan berkomunikasi. Akibat terbatasnya ketajaman pendengaran perkembangan bahasa dan komunikasi menjadi terhambat. Oleh karena itu, dalam berkomunikasi dan berinteraksi secara social, penyandang tunarungu menggunakan bahasa isyarat. Bahasa Isyarat yang sering digunakan di Indonesia adalah menggunakan Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI). Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI) adalah sistem bahasa yang dikembangkan langsung oleh para penyandang tunarungu atau tunawicara. Meskipun telah ditemukan bahasa isyarat bagi penyandang tunarungu dan tunawicara, bahasa isyarat masih memiliki kekurangan ketika digunakan kepada orang yang belum pernah belajar bahasa isyarat sebelumnya. Untuk menjawab permasalahan tersebut, maka dilakukan pengembangkan sebuah perangkat berupa sarung tangan yang mampu menerjemahkan bahasa isyarat dengan keluaran berupa suara. Perangkat yang dimaksud adalah berupa sarung tangan yang menggunakan sepuluh buah sensor flex yang di control menggunakan mikrokontroller sebagai pengolahan data. Hasil klasifikasi akan diterjemahkan berupa keluaran suara dari perangkat. Pada pengujian abjad A sampai G memiliki persentase keberhasilan keseluruhan sebesar 86,67% dan ketika ada peralihan posisi sebesar 77,78%.

Article Details