<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://jurnal.pcr.ac.id/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-05-04T14:44:59Z</responseDate>
	<request metadataPrefix="oai_dc" verb="ListRecords">https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/12</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:36:09Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perancangan Fuzzy Logic Model Sugeno untuk Wall Tracking pada Robot Pemadam Api</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Perancangan Fuzzy Logic Model Sugeno untuk Wall Tracking pada Robot Pemadam Api</dc:title>
	<dc:creator>Azhar, Ari</dc:creator>
	<dc:creator>Kesuma W, Kartina Diah</dc:creator>
	<dc:creator>Subagiyo, Heri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Robot pemadam api merupakan robot yang dibuat dengan tujuan memadamkan api pada daerah yang sulit untuk dijangkau manusia. Robot Pemadam Api harus memiliki kemampuan navigasi yang handal dalam menyelesaikan misinya dengan menerapkan metode yang baik. Terdapat beberapa metode navigasi pada Robot Pemadam Api, salah satunya wall tracking. Pada makalah ini dipaparkan penerapan kendali fuzzy logic untuk metode navigasi wall tracking. Dalam proses pengujian terdapat keterlambatan respon pada fuzzy logic, namun dapat diatasi dengan melakukan perhitungan fuzzy logic diluar sub program navigasinya. Dengan cara demikian robot yang menerapkan fuzzy logic untuk wall tracking mencatatkan waktu rata-rata memadamkan api dan kembali ke home sebesar 66,7 detik untuk start di lorong dan 36,5 detik untuk start di ruang 1 pada sampling jarang dan robot mencatatkan waktu 63,4 detik untuk start di lorong dan 34,9 detik untuk start di ruang 1 pada sampling rapat. Catatan waktu tersebut lebih kecil jika dibandingkan dengan robot yang tidak menerapkan fuzzy logic untuk wall tracking yang mencatatkan waktu sebesar 78,1 detik untuk start di lorong dan 44,8 detik untuk start di ruang 1.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Robot pemadam api merupakan robot yang dibuat dengan tujuan memadamkan api pada daerah yang sulit untuk dijangkau manusia. Robot Pemadam Api harus memiliki kemampuan navigasi yang handal dalam menyelesaikan misinya dengan menerapkan metode yang baik. Terdapat beberapa metode navigasi pada Robot Pemadam Api, salah satunya wall tracking. Pada makalah ini dipaparkan penerapan kendali fuzzy logic untuk metode navigasi wall tracking. Dalam proses pengujian terdapat keterlambatan respon pada fuzzy logic, namun dapat diatasi dengan melakukan perhitungan fuzzy logic diluar sub program navigasinya. Dengan cara demikian robot yang menerapkan fuzzy logic untuk wall tracking mencatatkan waktu rata-rata memadamkan api dan kembali ke home sebesar 66,7 detik untuk start di lorong dan 36,5 detik untuk start di ruang 1 pada sampling jarang dan robot mencatatkan waktu 63,4 detik untuk start di lorong dan 34,9 detik untuk start di ruang 1 pada sampling rapat. Catatan waktu tersebut lebih kecil jika dibandingkan dengan robot yang tidak menerapkan fuzzy logic untuk wall tracking yang mencatatkan waktu sebesar 78,1 detik untuk start di lorong dan 44,8 detik untuk start di ruang 1.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2015-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/12</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v1i1.12</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-11</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 1 No 1 (2015): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-11</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/12/12</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 Jurnal ELEMENTER</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/13</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:39:30Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sistem Garis Gawang Pada Lapangan Futsal</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Sistem Garis Gawang Pada Lapangan Futsal</dc:title>
	<dc:creator>Masi, Mohammad Fadlan</dc:creator>
	<dc:creator>Wibowo, Ardianto</dc:creator>
	<dc:creator>Suhatman, Rahmat</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Olahraga futsal adalah sebuah permainan yang mengandalkan kekuatan fisik serta kemampuan seseorang dalam mengolah bola. Permainan ini banyak diminati oleh oleh pria. Tidak hanya sepak bola saja yang mempunyai event piala dunia, namun futsal juga memiliki event tersebut. Banyaknya yang memainkan permainan ini maka tak terlepas dari permasalahan yang ada dalam permainan futsal ini, salah satu permasalahannya ialah sebuah goal yang tidak disahkan oleh wasit karena tidak melihat bola masuk ke dalam gawang, namun dilihat dari rekaman ulang melalui kamera berkecepatan tinggi terlihat jelas bahwa bola tersebut telah melewati garis digawang, dari permasalahan ini yang sering menjadi kontroversi dalam permainan tersebut. Maka dari itu telah diciptakan sebuah sistem yang mampu membantu wasit untuk memberi pertimbangan bola yang telah masuk ke dalam gawang, dengan melakukan pencitraan sistem ini mampu mendeteksi objek bola yang ditendang serta mampu melihat apakah bola tersebut sudah melewati garis atau belum dan bola yang telah dinyatakan goal akan secara otomatis mengirim pesan kepada wasit melalui gelang tangan khusus dengan tingkat keberhasilan sangat baik untuk mendeteksi bola dari segala sudut.Kata Kunci: kontroversi, pencitraan, kamera kinect, deteksi bola</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Olahraga futsal adalah sebuah permainan yang mengandalkan kekuatan fisik serta kemampuan seseorang dalam mengolah bola. Permainan ini banyak diminati oleh oleh pria. Tidak hanya sepak bola saja yang mempunyai event piala dunia, namun futsal juga memiliki event tersebut. Banyaknya yang memainkan permainan ini maka tak terlepas dari permasalahan yang ada dalam permainan futsal ini, salah satu permasalahannya ialah sebuah goal yang tidak disahkan oleh wasit karena tidak melihat bola masuk ke dalam gawang, namun dilihat dari rekaman ulang melalui kamera berkecepatan tinggi terlihat jelas bahwa bola tersebut telah melewati garis digawang, dari permasalahan ini yang sering menjadi kontroversi dalam permainan tersebut. Maka dari itu telah diciptakan sebuah sistem yang mampu membantu wasit untuk memberi pertimbangan bola yang telah masuk ke dalam gawang, dengan melakukan pencitraan sistem ini mampu mendeteksi objek bola yang ditendang serta mampu melihat apakah bola tersebut sudah melewati garis atau belum dan bola yang telah dinyatakan goal akan secara otomatis mengirim pesan kepada wasit melalui gelang tangan khusus dengan tingkat keberhasilan sangat baik untuk mendeteksi bola dari segala sudut.Kata Kunci: kontroversi, pencitraan, kamera kinect, deteksi bola</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2015-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/13</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v1i1.13</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 12-25</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 1 No 1 (2015): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 12-25</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/13/1034</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 Jurnal ELEMENTER</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/14</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:39:36Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Robot Pemain Piano</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Robot Pemain Piano</dc:title>
	<dc:creator>S, Rikardo</dc:creator>
	<dc:creator>Jaenudin, Jajang</dc:creator>
	<dc:creator>Zaira, Jupri Yanda</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Piano adalah sebuah instrumen musik atau alat musik akustik yang berbunyi karena senar atau dawai yang dipukul oleh palu. Robot pemain piano merupakan suatu teknologi yang dapat bermain piano secara otomatis, yang dapat dipadukan dengan alat-alat musik atau instrument yang lainnya. Robot pemain piano ini adalah sebuah robot yang mengabungkan antara teknologi dengan seni yang bertujuan untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa bermain piano itu tidaklah sulit dan juga sebagai alat hiburan bagi masyarakat. Alat ini bisa memainkan alat musik piano secara otomatis sesuai dengan nada-nada yang diinginkan operator. Pada robot pemain piano ini mengunakan 24 tuts pada piano (2 oktaf) yang ditekan oleh solenoid. Nada â€“ nada yang dimainkan oleh robot pemain piano ini adalah C-D-Dm-EEm-F-G-A-Am-B-Bm, dimana untuk membunyikan Piano ini yaitu dengan menggunakan solenoid untuk setiap tuts yang digunakan pada piano. Mikrokontroller ATmega8535 digunakan untuk menyimpan program dan mengatur kerja solenoid sesuai dengan output mikro yang diatur melalui program sehingga bunyi yang dihasilkan sesuai dengan yang diprogramkan. Program yang dibuat berfungsi untuk mengatur kerja solenoid untuk menekan tuts pada piano. Pengujian yang dilakukan pada robot pemain piano ini adala pengujian program untuk proses penekanan pada tuts piano, pengujian kesesuaian bunyi robot piano dan pengujian mengunakan yang berbeda. Dari hasil pengujian didapatlah kesimpulan yaitu dari 10 kali percobaan terdapat 10 % persentase error yang terjadi pada beberapa solenoid yang digunakan dan robot pemain piano dapat memainkan piano sesuai dengan program yang telah dibuat pada mikrokontroller ATmega8535 dan dapat bermain dengan mengunakan jenis â€“ jenis keyboard yang berbeda.Kata kunci: Piano, Mikrokontroler, Solenoid, Robot Pemain Piano</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Piano adalah sebuah instrumen musik atau alat musik akustik yang berbunyi karena senar atau dawai yang dipukul oleh palu. Robot pemain piano merupakan suatu teknologi yang dapat bermain piano secara otomatis, yang dapat dipadukan dengan alat-alat musik atau instrument yang lainnya. Robot pemain piano ini adalah sebuah robot yang mengabungkan antara teknologi dengan seni yang bertujuan untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa bermain piano itu tidaklah sulit dan juga sebagai alat hiburan bagi masyarakat. Alat ini bisa memainkan alat musik piano secara otomatis sesuai dengan nada-nada yang diinginkan operator. Pada robot pemain piano ini mengunakan 24 tuts pada piano (2 oktaf) yang ditekan oleh solenoid. Nada â€“ nada yang dimainkan oleh robot pemain piano ini adalah C-D-Dm-EEm-F-G-A-Am-B-Bm, dimana untuk membunyikan Piano ini yaitu dengan menggunakan solenoid untuk setiap tuts yang digunakan pada piano. Mikrokontroller ATmega8535 digunakan untuk menyimpan program dan mengatur kerja solenoid sesuai dengan output mikro yang diatur melalui program sehingga bunyi yang dihasilkan sesuai dengan yang diprogramkan. Program yang dibuat berfungsi untuk mengatur kerja solenoid untuk menekan tuts pada piano. Pengujian yang dilakukan pada robot pemain piano ini adala pengujian program untuk proses penekanan pada tuts piano, pengujian kesesuaian bunyi robot piano dan pengujian mengunakan yang berbeda. Dari hasil pengujian didapatlah kesimpulan yaitu dari 10 kali percobaan terdapat 10 % persentase error yang terjadi pada beberapa solenoid yang digunakan dan robot pemain piano dapat memainkan piano sesuai dengan program yang telah dibuat pada mikrokontroller ATmega8535 dan dapat bermain dengan mengunakan jenis â€“ jenis keyboard yang berbeda.Kata kunci: Piano, Mikrokontroler, Solenoid, Robot Pemain Piano</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2015-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/14</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v1i1.14</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 26-33</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 1 No 1 (2015): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 26-33</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/14/1035</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 Jurnal ELEMENTER</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/15</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:39:42Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perancangan dan Implementasi Gerakan Hover pada  Tricopter</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Perancangan dan Implementasi Gerakan Hover pada  Tricopter</dc:title>
	<dc:creator>Safagianjar, Safagianjar</dc:creator>
	<dc:creator>Zaira, Jupri Yanda</dc:creator>
	<dc:creator>Rachmawaty, Made</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sistem kendali banyak memegang peranan penting dalam ilmu pengetahuan, teknologi maupun industri. Penelitian yang ditujukan untuk pengembangan sistem kendali sampai sekarang masih terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan akan sistem kendali yang semakin kompleks. Tricopter merupakan salah salah satu jenis multirotor yang memiliki 3 buah rotor pada ujungujung frame. Untuk menggerakkan tricopter, yang harus dilakukan adalah mengatur kecepatan putaran tiap motor. Secara teori tricopter dapat terbang melayang pada satu titik, kegiatan ini dinamakan hover. Untuk menghasilkan gerakan hover pada tricopter, kecepatan motor harus dikendalikan pada daerah kecepatan nominal. Tricopter ini tidak hanya dapat hovering, tetapi juga dapat bergerak sesuai kendali dari operator. Tricopter dikontrol dengan menggunakan remote control sebagai pengirim sinyal gelombang radio secara wireless. Tricopter ini juga menggunakan sensor 3 axis Gyroscope yang berfungsi untuk sensor keseimbangan dan kecepatan. Tricopter dapat terbang selama 10 menit dengan kondisi baterai terisi penuh. Dan faktor angin berpengaruh pada saat take off dan hovering.Kata kunci: Tricopter, Remote Control, Hover, Gyroscope</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Sistem kendali banyak memegang peranan penting dalam ilmu pengetahuan, teknologi maupun industri. Penelitian yang ditujukan untuk pengembangan sistem kendali sampai sekarang masih terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan akan sistem kendali yang semakin kompleks. Tricopter merupakan salah salah satu jenis multirotor yang memiliki 3 buah rotor pada ujungujung frame. Untuk menggerakkan tricopter, yang harus dilakukan adalah mengatur kecepatan putaran tiap motor. Secara teori tricopter dapat terbang melayang pada satu titik, kegiatan ini dinamakan hover. Untuk menghasilkan gerakan hover pada tricopter, kecepatan motor harus dikendalikan pada daerah kecepatan nominal. Tricopter ini tidak hanya dapat hovering, tetapi juga dapat bergerak sesuai kendali dari operator. Tricopter dikontrol dengan menggunakan remote control sebagai pengirim sinyal gelombang radio secara wireless. Tricopter ini juga menggunakan sensor 3 axis Gyroscope yang berfungsi untuk sensor keseimbangan dan kecepatan. Tricopter dapat terbang selama 10 menit dengan kondisi baterai terisi penuh. Dan faktor angin berpengaruh pada saat take off dan hovering.Kata kunci: Tricopter, Remote Control, Hover, Gyroscope</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2015-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/15</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v1i1.15</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 34-43</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 1 No 1 (2015): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 34-43</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/15/1036</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 Jurnal ELEMENTER</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/16</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:40:06Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Study of Viola Jones Face Detection on Color Image based on Skin Pigmentation Level</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Study of Viola Jones Face Detection on Color Image  based on Skin Pigmentation Level</dc:title>
	<dc:creator>Andryani, Nur Afny C.</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Automatic face detection has been very complex and challenging research topic due to the complexity of facesâ€™ characteristics that is not rigid object. There have been many works on proposing robust algorithm on image detection. Many researcher use Viola Jones algorithm as their initial point and benchmark. The Viola-Jones face detection itself is the most popular and recent applicable algorithm that has been developed since 2004 by Paul Jones from Microsoft R&amp;amp;D and its co-inventor, Michael J. Jones from Mitsubishi R&amp;amp;D. Many previous works present the study on the Viola Jones algorithm subject to frontal face with no consideration on the skin pigmentation level. This paper presents study on The Viola Jones performance on color image that consider skin pigmentation level. To indicate the skin pigmentation level, the L* element on CIELAB color space is used. The skin pigmentation level is clustered into dark skin, brown skin and fair skin. The simulation result show that the Viola Jones performance tends to decrease when the skin pigmentation getting high (dark skin). Some hypotheses test had been done to support the claim.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Metode deteksi wajah secara otomatis menjadi sebuah tantangan tersendiri dalam dunia penelitian. Hal ini mengingat representasi wajah yang tidak sederhana karena bukan merupakan sesuatu hal yang bersifat tegas. Banyak penelitian yang mengarah pada pengajuan algoritma baru untuk melakukan deteksi wajah otomatis. Algoritma Viola Jones seringkali dijadikan tolok ukur dikarenakan algoritma ini dianggap titik awal algoritma deteksi wajah otomatis yang efisien. Algoritma Viola Jones dikembangkan oleh Paul Jones dari Microsoft R&amp;amp;D dan Michael J.Jones dari Mitsubishi R&amp;amp;D sejak tahun 2004. Bebrapa publikasi ilmiah sebelumnya telah banyak menyajikan studi mengenai performa algoritma Viola Jones dengan beberapa kriteria gambar wajah. Akan tetapi, belum pernah ada yang mebahas bagaimana performa algoritma Viola jones berdasarkan pigmentasi kulit wajah yang dideteksi. Tulisan ini menyajikan studi atas algoritma Viola Jones dengan kriteria pembatas jenis pigmentasi kulit wajah. Untuk mengindikasikan pigmentasi kulit wajah, digunakan elemen L* pada ruang warna CIELAB. Pigmentasi kulit wajah diklasifikasikan menjadi gelap, coklat dan terang. Hasil simulasi dan uji statistic menunjukkan bahwa performa algoritma Viola Jones cenderung menurun ketika mendeteksi wajah dengan nilai pigmentasi tinggi (kulit gelap). Beberpa uji hipotesa dilakukan untuk memberikan validasi pada hasil simulasi.Kata kunci: Computer Vision, Face detection, Viola Jones Algorithm, L* on CIELAB</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2015-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/16</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v1i1.16</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 44-52</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 1 No 1 (2015): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 44-52</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v1i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/16/1037</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 Jurnal ELEMENTER</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/17</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:34:06Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh Panjang Segmen Video pada Dynamic Adaptive  Streaming over HTTP (DASH) terhadap Kualitas  Pengiriman Video H.265</dc:title>
	<dc:creator>Azwar, Hamid</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Saat ini sudah muncul video coding terbaru yaitu H.265 atau dikenal dengan nama High Efficiency Video Coding (HEVC). Dalam penerapan layanan video streaming menggunakan MPEG-DASH, representasi tingkat kualitas video yang terdapat pada Media Presentation Description (MPD) disusun oleh beberapa segmen video. Permasalahan yang muncul saat pengaturan panjang segmen video tersebut adalah pengaruh kualitas video yang diterima pada klien pada saat segmen video tersebut dikirimkan menggunakan MPEG-DASH. Penelitian ini menggunakan video H.265 untuk dikirimkan menggunakan MPEG-DASH yang dicampur dengan trafik background dari server FTP pada jaringan WLAN. Hasil penilitian ini menunjukkan video H.265 dapat digunakan untuk pengiriman secara adaptif menggunakan MPEG-DASH. Panjang segmen video yang semakin kecil akan menghasilkan nilai PSNR yang semakin besar. Segmen video yang semakin besar berdampak positif terhadap processor usage karenamenghasilkan nilai yang semakin kecil.Kata kunci: HEVC, MPEG-DASH, H.265, PSNR, segmen</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2015-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/17</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v1i2.17</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 39-48</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 39-48</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v1i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/17/1021</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 Jurnal ELEMENTER</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/30</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:33:52Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Distribusi Koefisien Perpindahan Panas Konveksi Daerah Entrance dan Fully Developed Perbandingan Empiris dan Eksperimen pada Double Pipe Heat Exchanger</dc:title>
	<dc:creator>Maa, Mustaza</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian tentang distribusi koefisien konveksi pada daerah entrance dan fully developed sangat diperhitungkan dalam dunia industri makanan, minuman, proses kimia dan farmasi. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Double Pipe Heat Exchanger. Hal ini dikarenakan konstruksi yang sederhana, murah, yang tidak memerlukan permukaan perpindahan panas yang besar. Penelitian ini dikaji tentang distribusi koefisien konveksi yang terjadi di daerah entrance dan fully developed. Fluida yang digunakan air yang mengalir secara paralel. Debit aliran panas divariasikan pada 5 kecepatan aliran mulai dari 6,7 lpm hingga 20 lpm dengan laju aliran 0,11 kg/s hingga 0,33 kg/s menggunakan temperatur dijaga pada 60oC. Sedangkan debit fluida dingin divariasikan 4 kecepatan aliran mulai 10 lpm hingga 20 lpm dengan laju aliran 0,17 kg/s hingga 0,33 kg/s dengan temperatur 32oC. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah distribusi koefisien perpindahan panas konveksi yang terjadi pada daerah entrance dan fully developed. Batas daerah entrance pada Doubel Pipe Heat Exchanger ini adalah 30 cm. Selanjutnya masuk pada daerah fully developed, seiring dengan bertambah tebalnya boundary layer termal hingga mencapai konstan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2015-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/30</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v1i2.30</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 20-28</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 20-28</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v1i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/30/1032</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 Mustaza Maa</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/37</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:32:52Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Rancang Bangun Peringatan Bahaya Longsor  dan Monitoring Pergeseran Tanah Menggunakan Komunikasi Berbasis GSM</dc:title>
	<dc:creator>Madona, Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Subagiyo, Heri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tanah longsor merupakan bencana yang sering terjadi di Indonesia sehingga perlu antisipasi melalui monitoring daerah rawan dengan pengembangan sistem instrumentasi kebencanaan. Pergeseran tanah merupakan salah satu faktor terjadinya tanah longsor. Tujuan penelitian ini adalah merancang suatu alat telemetri pergeseran tanah dengan menggunakan sensor LVDT (Linier Variable Differential Transformer) secara digital yang berbasis mikrokontroler, dengan dilengkapi potensiometer yang terpasang pada setiap rentang lintasan area deteksi guna mengetahui titik mana yang mengalami pergeseran. LVDT mengubah posisi pergeseran menjadi tegangan selanjutnya dikonversi menjadi data digital menggunakan Analog to Digital Converter (ADC) 10-bit pada mikrokontroler ATmega8535. Sensor LVDT yang digunakan mampu mendeteksi pergeseran tanah dengan kesalahan pembacaan rata-rata sebesar Â±0.2mm. Komunikasi telemetri via GSM dapat melakukan pengiriman data pergeseran dari lapangan menuju user tanpa adanya kehilangan (loss) data. Data ditampilkan dalam sebuah aplikasi Sistem Monitoring. Selain sebagai monitoring pergeseran, sistem juga berfungsi sebagai early warning system berupa aktifnya sirine peringatan ketika pergeseran telah mencapai kondisi bahaya longsor. Hasil dari pengujian alat dengan 10 kali percobaan diperoleh persentase keberhasilan sebesar 80% dimana terdapat dua kali percobaan yang gagal akibat keterbatasan potensiometer dalam melakukan pergeseran</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2016-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/37</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v2i1.37</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 43-54</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 43-54</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/37/1023</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Putri Madona, Heri Subagiyo</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/42</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:34:00Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Mesin Penjual Softdrink Otomatis Berbasis ATMega8535</dc:title>
	<dc:creator>wijaya, yusmar palapa</dc:creator>
	<dc:creator>Adiputra, Dodi S</dc:creator>
	<dc:creator>Subagiyo, Heri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Vending Machine merupakan mesin penjual minuman softdrink dengan menggunakan koin atau uang kertas sebagai transaksinya. Pada tulisan Â disajikan rancangan sebuah alat penjualan softdrink otomatis berbasis mikrokontroler ATMega8535. Komponen yang digunakan adalah TCS3200, Motor DC, Pushbutton, 7-Segment, dan Motor Servo. Sensor akan mendeteksi mata uang kertas untuk menentukan besar nilainya mata uang. Motor DC digunakan sebagai aktuator pada penarikan uang. Kemudian untuk masukan dari mesin ini menggunakan Pushbutton berfungsi sebagai tombol pemilihan minuman. Pada mesin terdapat penunjukan jumlah minuman. Sedangkan sistem kerja penjatuhan minuman menggunakan motor servo setiap slot minuman. Untuk uang Rp5.000 hanya dapat melakukan sekali transaksi sedangkan uang Rp10.000 melakukan dua transaksi karena alat tidak menerima kembalian. Pengujian dilakukan pada pendeteksian mata uang, penarikan uang, dan pengeluaran minuman. Dari hasil pengujian didapat rata rata persentase keberhasilan vending machine dengan uang Rp5.000 sebesar 96.6% dan ketika uang Rp10.000 persentase keberhasilannya mencapai 93.2%</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2015-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/42</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v1i2.42</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 29-38</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 29-38</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v1i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/42/1033</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 yusmar palapa wijaya</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/47</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:33:47Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Analisis Sistem Pengaman Menara Seluler Smartfren Pada Perumahan Masyarakat  Di Kelurahan Umban Sari</dc:title>
	<dc:creator>tanjung, Abrar</dc:creator>
	<dc:creator>Zondra, Elvira</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Petir merupakan peristiwa alam berupa pelepasan energi sesaat (energy storage) berupa rangkaian aliran listrik yang sangat besar yang akan di lepaskan oleh alam semesta dengan tujuan ke bumi yang bersifat netral. Untuk mengatasi Bahaya yang ditimbulkan akibat adanya sambaran petir penelitian dilakukan dengan menggunakan metoda bola gelinding (rolling sphere) dan sistem pentanahan yang tedapat pada menara Smartfren sebagai sistem pengaman dalam melindungi dan mengurangi dampak kerusakan pada perumahan masyarakat. Berdasarkan hasil analisa pembahasan diperoleh Elektroda Vinial sebagai penangkal petir yang dipasang pada menara PT. Smartfren mampu untuk melindungi perumahan atau bangunan yang berada di area menara dengan sudut lindung 25,98Â° dengan jarak sudut lindung sebesar 128,15 meter. Besar nilai tahanan pentanahan yang dipasang pada area menara PT. Smartfren sebesar 59,5 ohm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2015-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/47</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v1i2.47</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 10-19</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 10-19</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v1i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/47/1031</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 abrar tanjung tanjung</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/48</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:32:46Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Balancing Robot Beroda Dua Menggunakan Metoda Kontrol Proporsional, Integral dan Derivatif</dc:title>
	<dc:creator>Maa, Mustaza</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawaty, Made</dc:creator>
	<dc:creator>Ketaren, Lio Prisko</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Balancing robot beroda dua merupakan suatu robot yang memiliki prinsip kerja seperti pendulum terbalik yangmempertahankan keseimbangan robot pada sudut 0Â° dan tegak lurus terhadap permukaan bumi dibidang datar. Untuk kontrol keseimbangan balancing robot menggunakan metode kontrol Proporsional Integral Derivatif (PID) denganÂ  mengatur kecepatan dan arah putaran motor. Balancing robot beroda dua menggunakan sensor accelerometer untuk mendeteksi kemiringan serta sensor gyroscope untuk mendeteksi kecepatan sudut badan robot ketika akan terjatuh. Untuk penggerak robot menggunakan motor DC. Balancing robot beroda dua mampu mempertahankan posisi robot pada kondisi setimbang. Dari hasil pengujian nilai PID yang paling ideal yaitu Kp: 8.0 Ki: 7.8 dan Kd 2.0</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2016-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/48</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v2i1.48</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 34-42</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 34-42</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/48/1022</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Mustaza Maa</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/52</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:33:39Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Perancangan dan Implementasi Sistem Pemesanan dan Monitoring Transaksi di Restoran  Berbasis Smartphone</dc:title>
	<dc:creator>Edilla, Edilla</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini didasari oleh alasan untuk meningkatkan kualitas layanan terhadap para pelanggan sebuah restoran pada saat menampilkan menu dan melakukan pesanan. Sistem yang akan dibangun adalah sebuah sistem yang terdiri dari tiga bagian yaitu E-menu, aplikasi bagian dapur dan aplikasi monitoring transaksi. E-menu adalah aplikasi yang digunakan untuk melihat menu dan melakukan pemesanan, aplikasi bagian dapur diperuntukkan bagi staf dapur yang mampu menampilkan pesanan yang telah dilakukan dan mengubah status pesanan yang sudah selesai disiapkan. Sedangkan aplikasi monitoring transaksi adalah aplikasi yang mampu memantau transaksi yang sudah dilakukan pada aplikasi E-menu. Pengujian aplikasi ini dilakukan dengan metoda black box dan mengacu pada skenario use case yang telah dirancang sebelumnya. Hasil dari pengujian yang dilakukan, aplikasi yang dibangun mampu berfungsi dengan baik sesuai dengan apa yang direncanakan dengan tingkat keberhasilan 100%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2015-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/52</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v1i2.52</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-9</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-9</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v1i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/52/1030</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2015 Edilla Edilla</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/53</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T13:25:46Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Perancangan Laser Harpa</dc:title>
	<dc:creator>Bonni, Bonni</dc:creator>
	<dc:creator>Hakim, Luqman</dc:creator>
	<dc:creator>edilla, edilla</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Salah satu alat musik klasik yang hampir ditinggalkan atau jarang dimainkan adalah alat musik harpa. Seperti halnya di Indonesia alat musik harpa sudah sangat jarang dimainkan atau ditampilkan pada pergelaran alat musik. Agar alat musik harpa tidak dilupakan dan mudah diingat kembali, Maka telah diciptakan suatu alat musik harpa yang modern yang berbasis teknologi yang menggunakan laser sebagai pengganti dawai penghasil nadanya. Mikrokontroler ATMega8535 digunakan sebagai otak pengaturan alat ini. Sensor LDR merupakan indikator pengaktifan nada, dan sensor PING dijadikan sebagai pembagi tinggi dan rendahnya oktaf nada tersebut. Dimana dawai laser diputus di atas dan di bawah akan menghasilkan nada yang sama tetapi oktaf nya berbeda. ATMega8535 akan mengeluarkan output dengan frekuensi yang berbeda beda kemudian diteruskan kepada amplifier(penguat) dan speaker digunakan sebagai output akhir berupa bunyi nada. Hasil akhir yang di hasilkan laser harpa adalah suara degan frekuensi yang sesuai dengan nada-nada standar. Dengan pembuatan laser harpa ini telah menghasilkan generasi muda lebih terpacu dan inovatif dalam mengembangkan ilmu baik di bidang teknologi maupun di bidang seni.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2016-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/53</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v2i1.53</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-14</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-14</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/53/21</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Bonni Bonni, Luqman Hakim, edilla edilla</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/64</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T13:13:32Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Antena Mikrostrip Broadband Monopole Patch Segitiga Untuk Aplikasi RF Power Harvesting Pita Frekuensi 1700-2500 MHz</dc:title>
	<dc:creator>Darwis, Rizadi Sasmita</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Semakin banyaknya perangkat-perangkat bergerak yang diaplikasikan pada berbagai bidang saat ini menuntut adanya catu daya yang portabel dan tidak tergantung pada catu dari jala-jala listrik. Teknik energy harvesting muncul sebagai sumber energi ramah lingkungan, yang menjadi alternatif bagi sumber energi yang ada. Antena merupakan suatu bagian penting dalam membangunÂ  sistem RF power harvesting. Antena memiliki peranan merubah gelombang elektromagnetik tidak terbimbing menjadi gelombang elektromagnetik terbimbing, kemudian dapat diteruskan ke rangkaian rectifier hingga menghasilkan tegangan DC sebagai sumber energi. Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan pembuatan antena mikrostrip broadband monopole untuk aplikasi RF power harvesting pada band frekuensi GSM 1800 MHz, 2100 MHz serta WIFI 2400 MHz. Antena mikrostrip dirancang menggunakan patch segitiga. Hasil simulasi menunjukkan band frekuensi operasi berdasarkan grafik return loss &amp;lt; -10 dB pada 1,13 GHz â€“ 2,66 GHz dengan bandwidth 80,73 %. Hasil implementasi dan pengukuran diperoleh band frekuensi antena bekerja untuk syarat return loss&amp;lt;-10 dB pada 1,09 GHz-2,54 GHz dengan bandwidth 79,88%. Polaradiasi antena hasil pabrikasi menggambarkan direksional dengan gain pengukuran pada frekuensi 2.1 GHz sebesar 4.77 dB dan frekuensi 2.4 GHz sebesar 5.09 dB. Tegangan keluaran sistem power harvesting sebesar 600.5 mV diperoleh dalam waktu 60 menit.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2016-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/64</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v2i1.64</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 15-26</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 15-26</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/64/60</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Rizadi Sasmita Darwis</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/65</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T13:14:45Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh Gas Hydrogen Yang Dihasilkan Dari Kaleng Bekas Pada Getaran Dan Kebisingan Engine Diesel Dual Fuel</dc:title>
	<dc:creator>Wijianto, Agus</dc:creator>
	<dc:creator>Jaenudin, Jajang</dc:creator>
	<dc:creator>Zaira, Jupri Yanda</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Telah dilakukan studi eksperimental pengaruh pemberian bahan bakar hydrogen terhadap tingkat getaran (vibrasi) dan kebisingan (noise) dengan sistem dual fuel (campuran bahan bakar solar dengan hydrogen dari hasil produk reaksi kaleng bekas) pada engine stasioner, dan analisa voltase serta arus yang terjadi. Metode penelitian dilakukan dengan membandingkan tingkat getaran, kebisingan, voltase, dan arus yang dihasilkan antara system single fuel (bahan bakar solar) dengan system dual fuelÂ  sebagai variable bebas, sedangkan variasi beban sebagai variable tetap dari operasi engine tanpa beban (0 Watt) sampai dengan beban 2000 Watt (dengan interval 200 Watt).Â  Hasil analsisa data pengujian menunujkkan bahwa untuk tingkat getaran yang diukur pada base mesinÂ  terjadi perbedaanÂ  tingkat vibrasi dimana pada system dual fuel terjadi getaran rata-rata sebesar 1,75 mm (displacement) dan mengalami peningkatan getaran dibandingkan dengan system single fuel sebesar 1,57 mm, hal ini disebabkan oleh knocking yang terjadi diruang bakar engine, sedangkan getaran yang terbesar terjadi pada saat beban 200 watt system dual-fuel yaitu sebesar 2,78 mm.Untuk tingkat getaran yang terjadi pada mesin diesel dengan system dual-fuel menggunakanÂ  campuran bahan bakar solar dengan gas hydrogen mengalami kenaikan sebesar 0,18 mm pada saat pengukuran displacement dibandingkan dengan getaran mesin diesel system single-fuel bahan bakar solar, namun dari segi kebisingan mengalami penurunan sebesar 2,6 dB, hal ini disebabkan akibat penambahan hydrogen pada saluran udara masuk (air intake) mesin diesel, sehingga kandungan hydrogen akan mengurangi suara karena mesin kaya akan bahan bakar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2016-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/65</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v2i1.65</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 27-33</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 27-33</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v2i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/65/70</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Agus Wijianto, Jajang Jaenudin, Jupri Yanda Zaira</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/87</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:31:23Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efesiensi Daya Pada Turbin Screw Dengan 3 Lilitan Terhadap Jarak Pitch</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Efesiensi Daya Pada Turbin Screw Dengan 3 Lilitan Terhadap Jarak Pitch</dc:title>
	<dc:creator>Khamdi, Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Akhyan, Amnur</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Energi air adalah salah satu jenis energi terbarukan, yang dapat diartikan sebagai energi yang dibangkitkan dari energi potensial atau energi kinetik air. Biasanya energi kinetik atau energi potensial air dikonversikan menjadi energi listrik, melalui alat konversi (turbin dan generator) yang kemudian di distribusikan. Turbine type screw akan menghasilkan perputaran akibat dari aliran air yang mengalir disekitar screw. Dimensi turbin screw yang di buat menggunakan plat 3 mm, diameter poros screw 20 cm (Ri) dan diameter screw 40 cm atau diameter luar (R0). Dan trubin screw yang di uji sebanyak 3 turbin screw dengan perbedaan pitch. Jarak pitch yang digunakan adalah 1,6 R0, 2 R0 dan 2,4 R0. Pada penelitian ini menghasilkan effesiensi daya untuk masing â€“ masing turbin dengan jarak antar pitch berbeda yaitu effesiensi daya untuk turbin screw dengan pitch 2,4 R0 adalah 55,63%, untuk turbin screw dengan pitch 2 R0 adalah 64,8% dan untuk turbin screw dengan pitch 1,6 R0 adalah 64,9%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2016-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/87</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v2i2.87</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 2 No. 2 (2016): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 24-31</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 24-31</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/87/1027</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Nur Khamdi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/101</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:21:37Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Alat Penyiram dan Pemberi Pupuk Otomatis pada Home Gardening</dc:title>
	<dc:creator>Zaira, Jupri Yanda</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Home Gardening merupakan metoda pemanfaatan ruang kosong di depan&amp;nbsp; atau di samping rumah yang digunakan untuk kegiatan bercocok tanam. Tingginya minat masyarakat untuk mengalihfungsikan pekarangan rumah menjadi lahan bercocok tanam sering terhambat oleh kurangnya waktu serta peralatan otomatisasi yang tidak memadai. Alat ini menggunakan sensor suhu LM35 dan sensor kelembaban yang kemudian diolah melalui mikrokontroler ATMEGA8535 untuk mengetahui kondisi lahan yang hendak disiram. Sedangkan untuk proses pemupukan, alat ini menggunakan Countdown Timer yang digunakan untuk mengatur jangka waktu pemupukan. Sensor suhu yang digunakan memiliki penyimpangan sebesar 0,404% dari pembacaan suhu sebenarnya. Dengan meletakkan sensor kelembaban pada semburan maksimum sprinkler, waktu yang dibutuhkan untuk menyiram lahan dalam satu siklus adalah 1 menit 21 detik. Sedangkan jika sensor diletakkan pada posisi yang cukup jauh dari semburan maksimum ataupun sprinkle, maka waktu penyiramannya adalah &amp;gt;15 menit.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2018-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/101</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v4i1.101</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-8</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-8</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/101/917</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Jupri Yanda Zaira</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/105</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:31:16Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Desain dan Implementasi Antena Mikrostrip Single Rectangular Patch Pada Band Frekuensi 1920-2180 MHz Untuk Pengisi Daya Alternatif Perangkat Berdaya Rendah</dc:title>
	<dc:creator>Zikri, Aufar</dc:creator>
	<dc:creator>Hariyawan, mohammad yanuar</dc:creator>
	<dc:creator>Harpawi, Noptin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mikrostrip</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Power Harvester</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Energi Gelombang Elektromagnetik</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Menipisnya sumber energi bumi dijadikan sebagai energi listrik menyebabkan adanya pemanfaatan energi gelombang elektromagnetik sebagai energi alternatif. Untuk mendapatkan energi gelombang elektromaagnetik pada band 1920 sampai 2180 MHz diperlukan antena mikrostrip single rectangular patch yang diintegrasikan dengan modul rectifier EH300. Antena mikrostrip ini dibuat dari bahan Rogers dengan konstanta dielektrik 6,15 dan ketebalan 1,52 mm. Hasil simulasi diperoleh VSWR 1,02, Return Loss -39,93 dB, dan Gain 3,03 dBi pada frekuensi 2050 MHz. Pengujian hasil implementasi diperoleh VSWR 1,166, Return Loss -22,4 dB, dan Gain 2,83 dBi pada frekuensi 2050 MHz.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2016-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/105</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v2i2.105</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 2 No. 2 (2016): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 13-23</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 13-23</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/105/1026</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Aufar Zikri, mohammad yanuar Hariyawan, NOPTIN HARPAWI</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/127</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:27:34Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Realtime Informasi Cuaca WEB BMKG</dc:title>
	<dc:creator>Zulyus, Hadi Amdallah</dc:creator>
	<dc:creator>Dwiono, Wakhyu</dc:creator>
	<dc:creator>Azwar, Hamid</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Informasi cuaca yang menjadi satu kebutuhan penting untuk semua orang saat ini. Melihat perkembangan ini , maka timbul sebuah inovasi untuk menciptakan alat yang dapat menampilkan informasi cuaca yang disajikan oleh salah satu penyaji informasi cuaca dari situs resmi. Pada proyek akhir ini, penulis membuat suatu alat yang dapat membaca informasi cuaca dengan menggunakan Raspberry Pi B+. Kemudian untuk pengendalian penampil informasi teks pada LED matrix p10 dilakukan oleh Arduino Uno yang didalamnya terdapat ATMEGA 328. Komunikasi yang digunakan antara Arduino dan Raspberry adalah komunikasi serial menggunakan USB. &amp;nbsp;Informasi cuaca yang didapat dari situs resmi akan selalu di perbarui oleh alat penampil informasi cuaca dan menampilkannya pada LED matrix p10 dalam waktu sekitar 2 sampai 2,5 menit. Setelah melakukan pengujian, diketahui bahwa alat sudah mampu menampilkan informasi secara realtime. Ketika jaringan terputus, alat akan menampilkan informasi â€Jaringan Putusâ€. Tampilan informasi cuaca ini bermanfaat untuk mempermudah manusia untuk dapat mengetahui informasi cuaca di kota tujuan mereka pada tempat-tempat umum.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2017-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/127</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v3i1.127</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 37-45</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 37-45</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v3i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/127/1019</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Hadi Amdallah Zulyus</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/170</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:26:59Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Desain Hybrid Fiber Coaxial pada Sistem TV Digital</dc:title>
	<dc:creator>Siregar, Novita Khairina</dc:creator>
	<dc:creator>Gunawan, Arif</dc:creator>
	<dc:creator>Diono, Muhammad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Seiring berkembangnya zaman teknologi TV kabel dengan menggunakan kabel coaxial tidak cukup untuk memenuhi kehidupan masyarat saat ini yang semakin haus akan media informasi atau internet. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut banyak banyak nya TV kabel dengan menggunakan kabel coaxial beralih ke teknologi HFC (Hybrid Fiber Coaxial). HFC merupakan perpaduan antara jaringan optic dengan jaringan kabel coaxial. Pada HFC dirancang E/O (Electric to Optic) converter sebagai pengubah keluaran coaxial menjadi keluaran optik. Output E/O converter 4,68dBm dengan input combiner sebesar -24,49dBm. Dari penelitian ini dapat dilihat bahwa penggunakan E/O converter dapat meningkatkan level daya. Hal tersebut dikarenakan amplifier yang terdapat pada rangakaian E/O converter.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2017-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/170</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v3i1.170</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-10</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-10</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v3i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/170/1013</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Novita Khairina Siregar</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/171</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:27:13Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Segmentasi Citra Sel Sabit dengan Menggunakan Algoritma K-Nearest Neighbor Untuk Deteksi Penyakit Anemia</dc:title>
	<dc:creator>Febrianti, Katarina</dc:creator>
	<dc:creator>Rahayani, Rizki Dian</dc:creator>
	<dc:creator>Khabzli, Wahyuni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Anemia sel sabit (Sickle cell Anemia) merupakan penyakit kekurangan sel darah merah normal yang disebabkan oleh kelainan genetik pada tubuh manusia dimana sel-sel darah merah berbentuk sabit. Penelitian berjudul â€œidentifikasi anemia sel sabit menggunakan teknik pengolahan citra dan algoritma K-NNâ€ mencoba melakukan analisis otomatis berdasarkan citra sel darah masukan, yang kemudian akan di bedakan antara sel sehat dan sel sabit. Penelitian ini terdiri dari dua tahapan. Tahapan pertama adalah pengolahan citra ( grayscle, thresholding, resize image) yang akan digunakan sebagai masukan untuk tahapan kedua. Tahapan kedua adalah deteksi anemia sel sabit untuk mengidentifikasi anemia sel sabit, menggunakan algoritma k-nearest neighbor.Proses identifikasi terdiri dari tahapan pengolahan citra (grayscle, thresholding), pengukuran sel darah untuk mendapatkan data numberik sel yang akan digunakan sebagai masukan k-nearest neighbor, untuk kemudian dibedakan apakah sel darah masukan termasuk sel sehat atau sel sabit. Setelah melakukan 50 pengambilan data dengan nilai K yang bervariasi ( k=3, k=5, k=7, k=9, k=12) dapat disimpulkan bahwa K terbaik untuk penelitian ini adalah 3 dengan nilai akurasi 80%.
Kata kunci : Anemia sel sabit,pengolahan citra digital, algoritma k-nearest neighbor (k-NN atau KNN).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2017-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/171</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v3i1.171</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 11-19</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 11-19</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v3i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/171/1014</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 katarina febrianti</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/173</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:31:35Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sistem Keamanan Aplikasi Chatting Menggunakan Algoritma Camelia</dc:title>
	<dc:creator>Muliyani, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Styorini, Wiwin</dc:creator>
	<dc:creator>Khabzli, Wahyuni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perkembangan teknologi sekarang ini sangat penting dalam pengiriman suatu informasi, Sehingga menyebabkan tingginya tingkat resiko&amp;nbsp; dalam pembajakan data. Salah satu cara untuk mengamankan dari pembajakan data dengan menggunakan metode kriptografi. Dimana data atau informasi&amp;nbsp; yang bersifat rahasia agar tidak diketahui oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Salah satu metoda kriptografi yang di gunakan yaitu metode camellia. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Camellia merupakan block chiper yang di rancang oleh ahli-ahli dalam riset dan pengembangan teknik kriptografi.
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Metode camellia memiliki 3 secret kunci yaitu 128-bit, 192-bit, dan 256-bit, dan dengan blok data sebesar 128-bit. Aplikasi ini menggunakan bahasa pemograman PHP. Pada proyek akhir ini menambahkan membangun sebuah web untuk aplikasi chatting menggunakan algoritma camellia. Pada proyek akhir ini dapat diambil kesimpulan , untuk proses waktu enkripsi lebih lama menggunakan panjag kunci 256 bit &amp;nbsp;dan berhasil membangun web untuk aplikasi chatting menggunakan algoritma camellia. 
&amp;nbsp;
Kata kunci &amp;nbsp;Camellia, kriptografi, enkripsi, Dekripsi, Php (Perl Hypertext Processor)</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2016-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/173</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v2i2.173</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 2 No. 2 (2016): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 42-49</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 42-49</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/173/1029</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Sri Muliyani Sri Muliyani Sri Muliyani</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/183</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:25:25Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Desain Jaringan Fiber Optik Menggunakan Optisystem Untuk Kawasan Kota Pekanbaru</dc:title>
	<dc:creator>Harpawi, Noptin</dc:creator>
	<dc:creator>Putra, Emansa Hasri Putra Hasri</dc:creator>
	<dc:creator>Qory, R.A Rizka</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Optisystem</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">BER</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">SNR</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Link Power Budget</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Rise Time Budget</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Jaringan fiber optik sangat diperlukan sebagai media komunikasi untuk mendukung program smart city.Optik diperlukan karena memiliki kelebihan berupa keunggulan dalam hal kecepatan dan kapasitas transfer data. Perancangan ini dilakukan untuk kawasan Sudirman kota Pekanbaru. Tools yang digunakan dalam perancangan adalah aplikasi Optisystem. Dari hasil perancangan ini didapatkan nilai redaman&amp;lt; -23 dB, rise time mengikuti kode NRZ (70%) , SNR 21,5 dB, dan BER 10-9 bpsÂ  yang sesuai dengan standar. Perbandingan antara nilai standar dari lembaga ITU-T didapat hasil yang memenuhiÂ  ketentuan yang telah diberikan, seperti nilai rise time budget yang tidak lebih dari 17 ps, nilai BER yang tidak lebih besar dari 10-9 bps, nilai link power budget yang tidak lebih dari 23 dBm dan nilai SNR yang tidak kurang dari 21.5 dB.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2017-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/183</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v3i2.183</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 3 No. 2 (2017): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 21-30</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 21-30</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v3i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/183/1005</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 NOPTIN HARPAWI, Emansa Hasri Putra Hasri Putra, R.AR.A Rizka Qory</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/187</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:31:29Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Akuisisi Data Sinyal Photoplethysmograph (PPG) Menggunakan Photodioda</dc:title>
	<dc:creator>Madona, Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Pratiwi, Chitra Annisa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">photoplethysmograph</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">photodioda</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">inframerah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">akuisisi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Photoplethysmograph (PPG) merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui kondisi sistem kardiovaskular dengan mengukur perubahan volume darah pada jaringan kulit. Dalam penerapannya, metode ini menggunakan sensor optik untuk menangkap sinyal elektrik yang berasal dari sumber cahaya yang terpantul karena perubahan aliran darah selama jantung bekerja. Pada proyek akhir ini dirancang sebuah alat yang mampu merepresentasikan aliran darah tubuh sebagai sinyal PPG dengan menggunakan photodioda sebagai sensor optik untuk menangkap cahaya dari LED Inframerah. Sinyal yang dihasilkan oleh photodioda adalah sinyal alami dari tubuh dengan frekuensi kecil yang bercampur dengan noise. Sinyal ini harus diproses secara rangkaian menggunakan rangkaian pengkondisi sinyal. Rangkaian pengkondisian sinyal yang digunakan adalah high pass filter, penguat op-amp, low pass filter dan adder. Pada proyek akhir ini sinyal PPG yang difilter berada pada frekuensi 0,05 Hz â€“ 20 Hz sesuai dengan teori yang dinyatakan oleh referensi. Sinyal output yang diperoleh berupa sinyal analog. Agar dapat diolah dimikrokontroler diperlukan ADC (Analog to Digital Converter) untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital melalui program yang dimasukkan ke mikrokontroler. Data hasil akuisisi sinyal PPG oleh mikrokontroler kemudian ditampilkan pada LCD. Pengujian alat menunjukkan bahwa sistem yang dibuat telah mampu memperoleh dan menampilkan sinyal PPG namun ketidakstabilan yang muncul mengganggu output rangkaian (sinyal PPG) sehingga menyebabkan adanya data error pada data hasil akuisisi sinyal PPG.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2016-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/187</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v2i2.187</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 2 No. 2 (2016): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 32-41</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 32-41</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/187/1028</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Putri Madona, Chitra Annisa Pratiwi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/194</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:25:31Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Alat Pendeteksi Tingkat Stress Manusia Berdasarkan Suhu Tubuh, Kelembaban Kulit, Tekanan Darah dan Detak Jantung.</dc:title>
	<dc:creator>Madona, Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Deza, Firman</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Alat pendeteksi tingkat stress manusia merupakan alat yang digunakan untuk mendeteksi seberapa tinggi level kejenuhan dan ketegangan manusia dengan memperhitungkan heart rate, temperatur tubuh, tekanan darah dan GSR (Galvanic Skin Resistance) yang merupakan resistansi kulit dari dua jari tangan , menggunakan Atmega8535 sebagai pengolah data, LM35dz sebagai pendeteksi temperatur tubuh, sensorMPX5050dp sebagai pendeteksi heart rate dan tekanan darah, serta alumunium foil yang digunakan sebagai pendeteksi nilai resistansi kulit dari dua jari tangan (GSR). Tiap-tiap sensor akan mengambil data parameter yang diukur kemudian membandingkan dengan tabel batasan tingkat stress manusia pada usia dewasa muda. Dari hasil perbandingan dengan tabel tersebut akan diperoleh satu keputusan yang menampilkan kondisi tingkat stress manusia. Hasil pengujian sistem menunjukkan alat pendeteksi tingkat stress manusia ini mampu menyajikan informasi tentang kondisi tingkat stress manusia dengan rata-rata persen error 3.5% pada pengukuran GSR, 1.4% pada pengukuran suhu, 11.76% pada pengukuran detak jantung dan 9.87% pada pengukuran tekanan darah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2017-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/194</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v3i2.194</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 3 No. 2 (2017): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 31-42</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 31-42</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v3i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/194/1006</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Firman Deza</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/201</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T13:02:05Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengenalan Objek Museum dengan Teknologi NFC pada Android dan RFID (Studi Kasus Pada Museum Jawa Tengah Ranggawarsita)</dc:title>
	<dc:creator>Fuadi, Zaki</dc:creator>
	<dc:creator>Sutikno, Sutikno</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Museum Jawa Tengah Ranggawarsita adalah salah satu tempat yang memiliki banyak koleksi objek bersejarah. Objek-objek bersejarah tersebut memiliki informasi penting di dalamnya. Informasi bisa berupa sejarah bangsa atau peradaban penting yang ada di Indonesia. Namun pada kenyataannya informasi mengenai objek bersejarah yang ditampilkan masih kurang jelas, detail dan informatif. Hal ini karena banyaknya informasi dari objek yang perlu ditampilkan dan dikenali oleh petugas kajian museum. Administrasi objek-objek museum juga masih menggunakan cara manual yaitu menggunakan arsip fisik untuk setiap informasi objek yang ada. Diperlukan sebuah sistem untuk mempermudah proses administrasi dan penampilan informasi objek dengan mengenali objek. Pengenalan objek menggunakan Near Field Communication pada android smartphone dan tag pasif Radio Frequency Identification dapat menjadi solusi dari permasalahan ini. Untuk pengunjung, sistem dapat digunakan untuk mengenali objek yang diinginkan dan menampilkan informasi objek secara detail, jelas dan informatif, sedangkan untuk petugas museum sistem dapat digunakan untuk administrasi objek-objek museum yang ada. Sistem dikembangkan dengan menggunakan proses pengembangan perangkat lunak unified process dalam satu iterasi. Sistem memanfaatkan web-service untuk sebagai penyedia atau perantara data sistem. Sistem sudah melewati pengujian black-box dan white-box dengan hasil lulus uji. Sistem diharapkan dapat mempermudah proses pengenalan objek museum dan administrasi objek museum.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2016-12-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/201</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v2i2.201</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 2 No. 2 (2016): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-12</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-12</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v2i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/201/71</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Zaki Fuadi, sutikno sutikno</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/923</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:27:22Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Modul Spektrum Sinyal Suara dengan Menggunakan ARM Cortex STM32F401</dc:title>
	<dc:creator>Pratiwi, Muthia Liona</dc:creator>
	<dc:creator>Diono, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Dwiono, Wakhyu</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perkembangan zaman yang semakin pesat berdampak pula terhadap teknologi digital yang semakin berkembang. Salah satu contoh teknologi digital tersebut yaitu microprosesor ARM CORTEX STM32 F401. Dengan sistem microprocessor yang memiliki fitur yang lebih bagus dan dapat dijadikan sebagai alat bantu pembelajaran atau praktikum sinyal digital, dan para instruktur atau dosenpun dapat memiliki perangkat yang otomatis untuk meningkatkan sumber daya&amp;nbsp; para pengajar. Hal ini dapat dilihat dari mata perkuliahan praktikum Pengolahan Sinyal Digital (PSD) yang mana proses pengolahan sinyal menggunakan teknik digital. Salah satu contohnya dalam penyampaian materi kuliah pengolahan sinyal digital dimana masalahnya yaitu terjadinya ketidakseimbangan antara penyampaian materi dikelas dengan penyajian praktikum yang menggunakan MATLAB dengan proses simulasi di laboratorium. Pada tugas akhir ini penulis membuat modul sinyal suara dengan menggunakan ARM CORTEX STM32 F401 yang dihubungkan ke PC yang mana dalam PC tersebut sudah terinstall aplikasi mbed. Aplikasi mbed merupakan aplikasi yang memiliki spesifikasi lebih lengkap dibandingkan MATLAB yang hanya bisa menampilkan proses simulasi. Selain itu, dengan ARM CORTEX STM32 F401 ini pelajar maupun pengajar bisa melakukan proses pembelajaran secara realnya (hardware).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2017-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/923</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v3i1.923</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 20-26</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 20-26</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v3i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/923/1017</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Muthia Liona Pratiwi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/1124</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:24:57Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Peningkatan Akurasi Wireless Positioning System Menggunakan Cluster Filter K-NN</dc:title>
	<dc:creator>Maryadi, Surya</dc:creator>
	<dc:creator>Diono, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Styorini, Wiwin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Wireless Positioning System (WPS) merupakan sebuah teknologi yang sudah banyak dikembangkan sekarang ini, Alasannya adalah karena penggunaan Global Positioning System (GPS) tidak dapat berfungsi dengan baik ketika berada di dalam gedung. Penelitian ini akan membuat sebuah web yang di harapkan dapat digunakan sebagai sistem penentuan posisi di dalam sebuah gedung. Sistem ini akan meningkatkan keakurasian dari penelitian terdahulu dengan melakukan penambahan jumlah data variable dan menggunakan Cluster Filter. Pengerjaan ini akan menggunakan beberapa alat seperti access point dimana yang berguna sebagai acuan data dari sistem ini dan juga kemudian dengan menggunakan database untuk menyimpan dan mengolah data.Dimana dari pengujian didapatkan nilai akurasi pengukuran tanpa mengunakan cluster adalah sebesar 58 % dan pengukuran dengan menggunakan cluster 85,33 %
Kata kunci:WPS (Wireless Positioning System), GPS (Global Positioning System), Cluster Filter</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2017-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/1124</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v3i2.1124</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 3 No. 2 (2017): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 11-20</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 11-20</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v3i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/1124/1004</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Surya Maryadi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/1270</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:27:28Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Sistem Reservasi Penginapan Dengan Aplikasi Android (Studi Kasus PT. Chevron Pacific Indonesia)</dc:title>
	<dc:creator>Sani, Ahmad Nurkholis</dc:creator>
	<dc:creator>Susantok, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Rahayani, Rizki Dian</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">PT Chevron Pasific Indonesia (CPI)&amp;nbsp; merupakan perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas. PT CPI memiliki tempat penginapan berupa wisma yang diperuntukkan untuk karyawan dengan sistem kerja on-off atau rotator. Selama ini sistem reservasi wisma di PT. Chevron Pacific Indonesia masih menggunakan cara pencatatan dan administrasi secara manual dan penghuni tidak dapat memilih kamar yang diinginkan. Hal ini menyebabkan kenyamanan penghuni menjadi berkurang karena penghuni harus berpindah dari satu wisma ke wisma yang lain dengan jarak yang relative jauh. Dilatarbelakangi dari masalah tersebut, penulis melakukan penelitian berjudul â€œSistem Reservasi Wisma Berbasis Android di PT. Chevron Pacific Indonesiaâ€. Dalam penelitian ini semua proses di dalam wisma, mulai dari reservasi, pemesanan kamar, pemilhan kamar, check in dan check out dapat dilakukan melalui suatu sistem yang terintegrasi dengan memanfaatkan aplikasi berbasis Android yang tujuannya adalah meningkatkan kenyamanan penghuni wisma. Selain itu karyawan wisma akan dipermudah dengan proses distribusi kamar yang dapat dilakukan secara otomatis melalui sistem ini. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa penilitian ini dapat meningkatkan kenymanan penghuni wisma dengan nilai prosentase&amp;nbsp; intepretasi sebesar 87% dari kuesinoer yang telah dilakukan. Selain itu kemudahan dari karyawan wisma juga meningkat dengan prosentase intepretasi sebesar 83% dari kuesioner yang telah dilakukan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2017-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/1270</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v3i1.1270</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 27-36</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 27-36</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v3i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/1270/1018</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Ahmad Nurkholis Sani</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/1422</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:23:09Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Alat Bantu Terapi Pasca Stroke untuk Tangan</dc:title>
	<dc:creator>Madona, Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Syareza, Said Ryan</dc:creator>
	<dc:creator>Oktiasari, Remilla</dc:creator>
	<dc:creator>Susianti, Elva</dc:creator>
	<dc:creator>Sahar, Muzni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Alat Bantu Terapi Pasca Stroke untuk Tangan adalah sebuah alat yang dirancang untuk memberikan kemudahkan kepada pasien penderita stroke dalam melakukan terapi mandiri, sehingga dapat mengurangi tingkat disabilitas pasca stroke. Dengan ketersediaan waktu yang tidak memadai untuk melakukan terapi di rumah sakit, pasien penderita stroke maupun keluarga pasien, kesulitan untuk menemukan jadwal terapi yang tersedia. Hal ini membuat keluarga sulit untuk menemukan jadwal untuk melakukan terapi dirumah sakit. Dengan alasan itulah dibuat sebuah Alat Bantu Terapi Pasca Stroke untuk Tangan yang dapat digunakan sebagai salah satu alat bantu dalam proses pemulihan pasca stroke yang dapat digunakan saat berada dirumah. Alat Bantu Pasca Stroke untuk Tangan ini dikontrol menggunakan mikrokontroler berbasis Mikrokontroler Arduino UNO dengan menggunakan motor DC sebagai penggeraknya untuk menahan beban tangan pasien. Alat ini dapat melakukan 4 (empat) mode pergerakan rehabilitasi, yaitu mode satu; gerakan siku kekiri dan kekanan, mode dua; gerakan siku keatas dan kebawah, mode tiga; lengan keatas dan kebawah, dan mode empat; gabungan dari semua mode dengan kecepatan yang aman bagi pasien pasca stroke. Tersedia mode pengaturan kecepatan pada alat, agar pengguna dapat mengatur kecepatan alat sesuai dengan kapasitasnya. Serta, pergerakan pada alat ini dapat memberikan kemudahan dan mengurangi resiko disabilitas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2018-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/1422</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v4i1.1422</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 27-36</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 27-36</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/1422/920</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Said Ryan Syareza, Remilla Oktiasari, Putri Madona, Elva Susianti, Muzni Sahar</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/1430</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:22:48Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Teknik Resonant Coupling Untuk Penambahan Jarak Pada Wireless Charging</dc:title>
	<dc:creator>Harpawi, Noptin</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayat, Tara</dc:creator>
	<dc:creator>Widiasari, Cyntia</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pengisian baterai secara wireless tentu akan memberikan kontribusi yang baik dalam rumah tangga maupun tempat kerja. Dalam proses untuk mengimplementasikan dari wireless charging mempunyai kendala yaitu jarak transmisi yang pendek.. Dalam Penelitian ini peneliti mengusulkan dengan menambah ukuran diameter coil, menambah jumlah lilitan, pemilihan diameter kawat terbaik, dan menggunakan teknik kopling resonansi untuk meningkatkan jarak dan efisiensi. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah diperoleh, dengan menggunakan teknik kopling resonansi dapat meningkatkan jarak transmisi sejauh 9 cm dengan LED sebagai indikator beban dan pada jarak 1cm dengan beban 2 KOhm didapatkan efiesiensi sebesar 6%.
Kata kunci:Wireless Charging, Kopling Resonansi, Efisiensi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2018-08-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/1430</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v4i1.1430</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 17-26</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 17-26</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/1430/919</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 NOPTIN HARPAWI, Tara Hidayat, Cyntia Widiasari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/1523</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:24:38Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Penentuan Suhu Optimal Proses Pembentukan Profil pada Mesin Vakum Akrilik</dc:title>
	<dc:creator>Edilla, Edilla</dc:creator>
	<dc:creator>Zaira, Jupri Yanda</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Profil akrilik banyak digunakan pada papan nama dan tanda logo produk. Pada awalnya profil akrilik tersebut dibuat secara manual dengan cara memotong dan menyambung bagian-bagian akrilik tersebut. Untuk mempermudah proses tersebut maka dibuatlah mesin vakum akrilik. Pembuatan profil akrilik pada mesin tersebut dilakukan dengan cara memanaskan lembaran akrilik sampai lunak dan kemudian lembaran ini divakum sehingga membentuk profil seperti pada cetakan atau mal yang sudah diletakkan dibawahnya. Pada penelitian ini memfokuskan pada pencarian nilai suhu yang optimal pada proses pembentukan profil di mesin vakum akrilik tersebut. Parameter lain seperti lama pemanasan dan lama pemvakuman ditetapkan pada durasi 30 menit untuk lama pemanasan dan 3 menit untuk durasi pemvakuman. Ketebalan akrilik yang digunakan pada penelitian ini adalah 1,5 mm. Jenis pemanas yang digunakan adalah pemanas tipe pelat berdaya 1000 Watt yang kemudian dilapisi dengan pelat alumunium untuk mendukung kerataan penyebaran panas. Dari hasil pengujian pada parameter-parameter tersebut diketahui bahwa waktu rata-rata untuk mencapai 95% nilai suhu setpoint adalah 10,8 menit. Error rata-rata suhu ruang pemanas pada menit ke-24 adalah 2,14 % dan suhu optimal untuk proses pembentukan profilÂ  akrilik pada mesin ini adalah 170 0C.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2017-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/1523</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v3i2.1523</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 3 No. 2 (2017): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-10</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-10</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v3i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/1523/1002</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Edilla Edilla</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/1577</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:22:08Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Sistem Deteksi Posisi Pada Area Indoor Menggunakan GSM Fingerprinting</dc:title>
	<dc:creator>Diono, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Styorini, Wiwin</dc:creator>
	<dc:creator>Azwar, Hamid</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Sistem deteksi posisi menggunakan GSM fingerprinting merupakan teknologi yang dirancang untuk mengetahui posisi dan pergerakan sebuah objek pada area indoor. Teknologi ini dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan teknologi GPS yang tidak mampu bekerja pada area indoor. GSM Fingerprinting merupakan salah satu teknologi yang digunakan untuk penentuan posisi berdasarkan pola sinyal yang diterima dari sinyal GSM. Pengujian dan pengambilan data untuk penelitian ini dilakukan di area Kampus Politeknik Caltex Riau. Hasil pengujian didapatkan tingkat akurasi sebesar 47%</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2018-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/1577</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v4i1.1577</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 9-16</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 9-16</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/1577/918</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Muhammad Diono, Wiwin Styorini, Hamid Azwar</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/2081</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T08:27:12Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Data Logging pada Real Time Passenger Information System Berbasis NI myRIO</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Data Logging pada Real Time Passenger Information System Berbasis NI myRIO</dc:title>
	<dc:creator>Wardana, Angga</dc:creator>
	<dc:creator>Wijaya, Yusmar Palapa</dc:creator>
	<dc:creator>Susianti, Elva</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Jumlah kendaraan di kota- kota besar akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu, begitu juga dengan kota Pekanbaru. Peningkatan volume kendaraan yang tidak disertai dengan peningkatan volume jalan akan menimbulkan masalah kemacetan lalu lintas yang tidak terhindarkan. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Daerah Pekanbaru menerapkan sistem Bus Trans Metro Pekanbaru, yang dikenal dengan TMP pada tahun 2009. Diharapkan pengguna kendaraan pribadi akan beralih ke TMP. Namun hingga saat ini, TMP masih memiliki peminat yang rendah. Tidak sebandingnya bus yang beroperasi dan panjangnya jalur operasi menyebabkan selang waktu antar bus pada satu tempat menjadi sangat lama. Tidak adanya kepastian kapan bus akan sampai ke halte menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan sistem ini. Posisi dan kecepatan bus yang didapat dari modul GPS akan dibaca myRIO (Kontroler) dan dikirimkan ke database mySQL pada server PCR. Data tersebut akan digunakan untuk menentukan waktu sampai ke perhentian berikutnya. Data waktu akan ditempilkan pada situs web. Selain itu, alat yang dibuat akan dilengkapi NFC reader untuk pembuatan sistem pembayaran tiket yang akan memotong saldo berdasarkan jarak yang ditempuh</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Jumlah kendaraan di kota- kota besar akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu, begitujuga dengan kota Pekanbaru. Peningkatan volume kendaraan yang tidak disertai denganpeningkatan volume jalan akan menimbulkan masalah kemacetan lalu lintas yang tidakterhindarkan. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Daerah Pekanbaru menerapkansistem Bus Trans Metro Pekanbaru, yang dikenal dengan TMP pada tahun 2009. Diharapkanpengguna kendaraan pribadi akan beralih ke TMP. Namun hingga saat ini, TMP masih memilikipeminat yang rendah. Tidak sebandingnya bus yang beroperasi dan panjangnya jalur operasimenyebabkan selang waktu antar bus pada satu tempat menjadi sangat lama. Tidak adanyakepastian kapan bus akan sampai ke halte menjadi salah satu faktor yang menyebabkankegagalan sistem ini. Posisi dan kecepatan bus yang didapat dari modul GPS akan dibaca myRIO(Kontroler) dan dikirimkan ke database mySQL pada server PCR. Data tersebut akan digunakanuntuk menentukan waktu sampai ke perhentian berikutnya. Data waktu akan ditempilkan padasitus web. Selain itu, alat yang dibuat akan dilengkapi NFC reader untuk pembuatan sistempembayaran tiket yang akan memotong saldo berdasarkan jarak yang ditempuh.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2018-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2081</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v4i2.2081</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-10</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-10</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v4i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2081/941</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Angga Wardana, Yusmar Palapa Wijaya, Elva Susianti</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/2139</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:41:07Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Klasifikasi Sinyal Elektrokardiogram Menggunakan Renyi Entropy</dc:title>
	<dc:creator>Estananto, Nano</dc:creator>
	<dc:creator>Rizal, Achmad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sinyal Elektrokardiogram (EKG) adalah salah satu indikator penting tentang aktivitas kelistrikan jantung. Sinyal ini dapat menjadi basis analisa kerja jantung sehingga menjadi penting. Sampai saat ini sinyal EKG tidak dapat digambarkan dengan persamaan matematis yang tepat karena sinyal EKG berulang tapi tidak tepat periodik. Untuk itu digunakan signal complexity untuk menjelaskan perilaku sinyal EKG.
Renyl entropy adalah salah satu matrik untuk menganalisa kompleksitas sinyal, dan merupakan bentuk umum dari entropy lain. Dengan demikian akurasi yang dihasilkan lebih tinggi. Pada penelitian ini menggunakan Renyi Entropy dihasilkan akurasi 100% untuk tiga kelas data EKG. Digunakan Support Vector Machine (SVM) linear, qubic, dan quadratic sebagai pembanding satu sama lain. &amp;nbsp;Keunggulan metode ini adalah akurasi yang tinggi dengan menggunakan jumlah ciri yang jauh lebih sedikit.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2018-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2139</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v4i2.2139</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 11-18</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 11-18</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v4i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2139/942</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Nano Estananto, Achmad Rizal</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/2378</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:41:44Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aplikasi Sensor Jarak Jauh pada Penerapan Gigabit Passive Optical Network (GPON) Berbasis Optisystem</dc:title>
	<dc:creator>Khabzli, Wahyuni</dc:creator>
	<dc:creator>Diono, Muhammad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Teknologi serat optik telah dapat digunakan sebagai aplikasi sensor jarak jauh. Selain kemampuannya dalam hal kecepatan dan kapasitas dalam trasnfer data, penggunaan serat optik pada aplikasi sensor jarak jauh adalah karena ukurannya yang kecil serta tidak membutuhkan sumber energi listrik. GPON (Gigabit Passive Optical Network) merupakan standar komunikasi optik yang dikembangkan oleh ITU-T via G.984. GPON &amp;nbsp;memiliki memiliki beberapa keunggulan dibanding standar lain, yaitu: memiliki bandwidth yang besar dan efisiensi yang tinggi. Pada penelitian ini penulis merancang penggunaan serat optik pada aplikasi sensor jarak jauh menggunakan standar GPON pada salah satu client yang terhubung dengan STO BKR, STO PBR, STO RBI dan STO ARK Pekanbaru. Aplikasi sensor ini disimulasikan menggunakan software Optisystem dengan parameter pengujian yaitu power link budget dan Bit Error Rate (BER). Dari hasil pengukuran menggunakan Optical Power Meter (OPM) yang ada di Optosystem, diperoleh nilai level daya penerimaan lebih besar dari -28 dBm dan BER lebih kecil dari 10-9.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Optical fiber technology can be used as a remote sensor application. In addition to its ability in terms of speed and capacity in data transfer, the use of optical fiber in remote sensor applications is due to its small size and does not require an electrical energy source. GPON (Gigabit Passive Optical Network) is an optical communication standard developed by ITU-T via G.984. GPON has several advantages over other standards, namely: having large bandwidth and high efficiency. In this study the authors designed the use of optical fibers in remote sensor applications using the GPON standard on one client connected to STO BKR, STO PBR, STO RBI and STO ARK Pekanbaru. This sensor application is simulated using Optisystem software with parameters namely power link budget and Bit Error Rate (BER). From the results of measurements using Optical Power Meter (OPM) in the Optosystem, the value of the reception power level is greater than -28 dBm and BER is smaller than 10-9.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2018-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2378</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v4i2.2378</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 19-26</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 19-26</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v4i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2378/943</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Wahyuni Khabzli, Muhammad Diono</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/2406</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:42:11Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Akuisisi Dan Klasifikasi Sinyal EEG Untuk Lima Arah Pergerakan Berbasis Labview</dc:title>
	<dc:creator>Madona, Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayat, Maulud</dc:creator>
	<dc:creator>Susianti, Elva</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">A human brain emits five brainwaves. Those are gamma, beta, alpha, theta, and delta waves. Beta and alpha wave are emitted based of consciousness and concentration level. A software for brain signalsâ€™ acquisition is built in this research. It also classifies the acquired data into five motion directions of which are forward, right, left, backward, and stop. Neurosky Mindwave sensor and LabVIEW are used in this project. The data from sensor readings are processed by LabVIEW by using filter function and FFT. Before classifying the data, the program will do training to save the data to Microsoft Excel. When it is about to classify the data, the saved data are &amp;nbsp;called and the mean data are &amp;nbsp;compared to the real-time brainwave readings. The closest data to the training data is used as reference to decide the movements that is being thought by the user. From the running test, we found 100% match for â€˜forwardâ€™ motion, 83,3% match for â€˜rightâ€™ motion, 93% match forâ€™ backward motionâ€™, 100% match for â€˜leftâ€™ motion and 90% match for â€˜stopâ€™ motion with training to test subject. 100% match for â€˜forwardâ€™ motion, 37% match for â€˜rightâ€™ motion, 100% match for â€˜backwardâ€™ motion, 100% match for â€˜leftâ€™ motion and 100% match for â€˜stopâ€™ motion without training to test subject.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pada dasarnya otak manusia menghasilkan lima gelombang otak diantaranya gelombang gamma, beta, alpha, tetha, dan delta. Gelombang otak yang dihasilkan berdasarkan tingkat kesadaran dan konsentrasi manusia adalah gelombang beta dan alpha. Pada penelitian kali ini dirancang sebuah software yang mampu mengakuisisi sinyal otak dan mengklasifikasikannya berdasarkan sinyal beta dan alpha untuk lima arah pergerakan yaitu maju, belok kanan, mundur, belok kiri, dan berhenti. Sensor yang digunakan adalah NeuroSky dan aplikasi yang digunakan untuk mengolahnya adalah LabVIEW. Data pembacaan sensor diolah menggunakan LabVIEW dengan fungsi filter dan FFT. Sebelum melakukan klasifikasi dilakukan training dengan menyimpan data-data sinyal otak kedalam Microsoft Excel. Saat melakukan klasifikasi data yang tersimpan dipanggil dan dihitung rata-ratanya, kemudian membandingkan hasil tersebut dengan hasil pembacaan sinyal otak secara real time. Data real time yang paling banyak mendekati data training dijadikan referensi untuk memutuskan pergerakan yang dipikirkan oleh user. Dari hasil pengujian diperoleh kecocokan untuk gerakan maju 100%, belok kanan 83,3%, mundur 93%, belok kiri 100%, dan berhenti 90% dengan training subyek uji, dan gerakan maju 100%, belok kanan 37%, mundur 100%, belok kiri 100%, dan berhenti 100% tanpa training subyek uji</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2018-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2406</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v4i2.2406</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 37-44</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 37-44</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v4i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2406/1024</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Putri Madona</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/2409</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:42:39Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perbandingan Teknik Reduksi Derau Speckle Pada Citra Ultrasonograpi Payudara</dc:title>
	<dc:creator>Triyani, Yuli</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawaty, Made</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Breast cancer is the most commonly diagnosed cancer with the highest prevalence, incidence, and mortality rate for females in Indonesia and worldwide. Ultrasonography is a recommended modality for breast cancer, because it is comfortable, radiation free and it can be widely used. However, ultrasound images often occur in quality degradation caused by speckle noise that appears during image acquisition. It causes difficulty for radiologists or Computer Aided Diagnosis (CAD) systems to diagnose these images. Some techniques are proposed for reducing the speckle noise. This journal aims to compare the performance of 14 noise reduction techniques in breast ultrasound images. Quantitative testing was carried out on 58 breast ultrasound images and 3 artificial breast ultrasound image. The quantitative parameters are used include texture analysis (Mean, Variant, skewness, kurtosis, contrast and entropy) and evaluation of image quality (MSE, RMSE, SNR, SSIM, Structural content and Maximum Difference). The qualitative testing was also carried out with the assessment of 3 radiology specialists on 3 samples of each reduction technique. Based on test results, the 3 best performance filters are DsFsrad, DsFamedian dan DsFhmedian.
Keywords: Ultrasound, speckle noise, filter</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kanker payudara merupakan kanker dengan angka kejadian, jumlah kasus baru dan tingkat kematian tertinggi bagi perempuan di Indonesia dan dunia. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) direkomendasikan untuk kanker payudara, karena nyaman, tanpa radiasi dan dapat digunakan secara luas. &amp;nbsp;Namun citra USG sering mengalami degradasi atau penurunan kualitas yang disebabkan oleh derau spekcle yang sering terjadi pada saat akuisisi citra. Hal ini menyulitkan ahli radiologis ataupun sistem Computer Aided Diagnosis (CAD) dalam mendiagnosis citra tersebut. Beberapa teknik reduksi derau spekcle telah diusulkan. Jurnal ini bertujuan untuk membandingkan kinerja 14&amp;nbsp; teknik reduksi derau spekcle pada citra USG payudara. Pengujian dilakukan secara kuantitatif terhadap 58 citra USG payudara dan 3 citra artificial USG payudara. Parameter kuantitatif yang digunakan meliputi analisis tekstur (Mean, Varian, skewness, kurtosis, kontras dan entropi) dan evaluasi kualitas citra (MSE, RMSE, SNR, SSIM, Structural content dan Maximum Difference). Pengujian secara kualitatif juga dilakukan berupa penilaian dari 3 orang dokter spesialis radiologi terhadap 3 sampel hasil setiap teknik reduksi. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, 3 filter dengan kinerja terbaik adalah DsFsrad, DsFamedian dan DsFhmedian.
Kata kunci: USG, derau speckle, filter
Kanker payudara merupakan kanker dengan angka kejadian, jumlah kasus baru dan tingkat kematian tertinggi bagi perempuan di Indonesia dan dunia. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) direkomendasikan untuk kanker payudara, karena nyaman, tanpa radiasi dan dapat digunakan secara luas. &amp;nbsp;Namun citra USG sering mengalami degradasi atau penurunan kualitas yang disebabkan oleh derau spekcle yang sering terjadi pada saat akuisisi citra. Hal ini menyulitkan ahli radiologis ataupun sistem Computer Aided Diagnosis (CAD) dalam mendiagnosis citra tersebut. Beberapa teknik reduksi derau spekcle telah diusulkan. Jurnal ini bertujuan untuk membandingkan kinerja 14&amp;nbsp; teknik reduksi derau spekcle pada citra USG payudara. Pengujian dilakukan secara kuantitatif terhadap 58 citra USG payudara dan 3 citra artificial USG payudara. Parameter kuantitatif yang digunakan meliputi analisis tekstur (Mean, Varian, skewness, kurtosis, kontras dan entropi) dan evaluasi kualitas citra (MSE, RMSE, SNR, SSIM, Structural content dan Maximum Difference). Pengujian secara kualitatif juga dilakukan berupa penilaian dari 3 orang dokter spesialis radiologi terhadap 3 sampel hasil setiap teknik reduksi. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, 3 filter dengan kinerja terbaik adalah DsFsrad, DsFamedian dan DsFhmedian.
Kata kunci: USG, derau speckle, filter</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2018-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2409</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v4i2.2409</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 27-36</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 27-36</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v4i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2409/944</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Yuli Triyani,  Made Rahmawaty</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/2416</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:25:40Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Robot Penyiram Tanaman</dc:title>
	<dc:creator>Rahmawaty, Made</dc:creator>
	<dc:creator>Taufik, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Hendriko, Hendriko</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Robot penyiram tanaman merupakan sebuah robot yang dapat melakukan penyiraman secara otomatis yang bertujuan digunakan dalam ruangan seperti diperkantoran, pelayanan umum, sekolah, dan perguruan tinggi.Robot penyiram tanaman sebelumnya menggunakan joystick untuk pergerakan robot, pada penelitian ini mengembangkan robot agar dapat bergerak secara otomatis.Robot ini dapat bergerak secara otomatis dengan menggunakan metode pendeteksian penghalang,pergerakan, dan &amp;nbsp;pembacaan warna pot. Metode pendeteksian penghalang (dinding) menggunakan sensor ultrasonik yang bertujuan untuk mengetahui jarak penghalang pada robot. Pembacaan untuk warna pot menggunakan kamera webcam dan raspberry pi 3digunakan untuk mengontrol prosespendeteksian halangan, pembacaan warna pot dan pendeteksian pergerakan. Rata-rata persentase error pembacaan jarak pada sensor ultrasonik adalah 5,279%. Pendeteksian penghalang pada pergerakan robot baik maju, belok kiri dan belok kanan adalah 100%.Rata-rata keberhasilan robot dengan empat posisi penyiraman adalah 75%. Dari hasil pengujian maka robot penyiram tanaman dapat digunakan untuk perawatan tanaman khususnya penyiraman.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2017-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2416</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v3i2.2416</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 3 No. 2 (2017): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 43-51</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 43-51</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v3i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2416/1025</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Made Rahmawaty, Muhammad Taufik, Hendriko</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/2421</identifier>
				<datestamp>2019-08-06T08:17:12Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/2496</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T08:12:20Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Prototype Robot Transformer (Laba-Laba Delapan Kaki menjadi Silinder): Robotic</dc:title>
	<dc:creator>Novison, Roni</dc:creator>
	<dc:creator>Wardani, Dianita</dc:creator>
	<dc:creator>Antony, Antony</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perkembangan teknologi dalam bidang robotika tumbuh semakin pesat hingga tahun 2017. Di Indonesia sendiri pembuatan robot dengan tujuan ekplorasi terus dikembangkan demi mencapai tujuan penelitian. Terbatasnya bentuk dan fungsi robot-robot berkaki yang sudah dibuat untuk melakukan eksplorasi ruang, maka penulis mengeluarkan ide untuk membuat sebuah bentuk robot yang dapat bergerak lebih maksimal untuk melakukan eksplorasi. Oleh karena itu dibuatlah robot laba-laba berkaki delapan yang dapat berubah bentuk menjadi silinder atau dapat disebut robot transformer dimana prototype robot tersebut dilengkapi fitur kamera wireless yang dapat terkoneksi dengan telepon seluler dengan penyangga kamera yang dapat mempertahankan posisi vertical kamera tersebut. Robot tersebut dibuat dengan ukuran panjang x lebar x tinggi adalah 55cm x 40cm x 35cm. Robot tersebut dapat bergerak pada mode laba - laba dengan kecepatan maksimum Â±3,51cm/s dan dapat menggelinding pada mode silinder dengan kecepatan maksimum Â±12,8 cm/s. Saat melakukan proses transformasi dari laba-laba ke silinder, robot tersebut memerlukan waktu Â±3,8s dan sebaliknya waktu yang diperlukan untuk transformasi dari silinder ke laba-laba Â±11,6s.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2019-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2496</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v5i1.2496</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Elekto dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 9-20</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Elekto dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 9-20</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v5i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2496/964</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Roni Novison</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/2513</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T08:12:31Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sistem Keamanan Loker Berbasis GSM Module, Bluetooth Module dan Reed Sensor</dc:title>
	<dc:creator>Wivanius, Nadhrah</dc:creator>
	<dc:creator>Wijanarko, Heru</dc:creator>
	<dc:creator>Novian, Taufik Ramadhan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Loker merupakan tempat penyimpanan yang dibutuhkan bagi perusahaan dengan jumlah pekerja yang besar. Mengambil contoh kasus pada hotel xyz di Batam yang masih menggunakan kunci loker manual dan menemui beberapa kendala karena menjalankan regulasi khusus terkait akses loker. Sebuah sistem keamanan loker berbasis GSM module, bluetooth module dan reed sensor menjadi salah satu solusi yang dapat diimplementasikan di hotel tersebut. Seorang manajer dapat memberi akses loker melalui SMS walaupun tidak berada di dekat loker, selain itu penggunaan smartphone juga mempermudah serta meminimalisir kunci yang hilang atau tertinggal. Hasil pengujian fungsi alat menunjukkan bahwa purwarupa dari sistem loker yang dibuat bekerja secara baik. Pengujian saat sistem menggunakan GSM module, SMS perintah diterima dengan waktu maksimal 8,52 detik pada urban area dan 10,7 detik pada rural area. Sedangkan pengujian menggunakan bluetooth module, dapat terkoneksi dengan smartphone pada jarak maksimal hingga 14,5 meter tanpa halangan, dan 12 meter jika diberi penghalang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2019-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2513</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v5i1.2513</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Elekto dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 38 - 47</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Elekto dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 38 - 47</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v5i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2513/986</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Heru Wijanarko</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/2519</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T08:12:20Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perancangan Dan Implementasi Passive Emi Filter Pada Switching Mode Power Supply (SMPS)</dc:title>
	<dc:creator>Ahmad, Fally</dc:creator>
	<dc:creator>Hariyawan, Mohammad Yanuar</dc:creator>
	<dc:creator>Posma, Siska Novita</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kebutuhan akan perangkat elektronik dengan frekuensi yang tinggi menyebabkan meningkatnya jumlah Electromagnetic Interference (EMI) yang memiliki dua jenis yaitu Conducted Emission dan Radiated Emission. Solusi dari mitigasi EMI tersebut adalah dengan menggunakan filter EMI. Switching Mode Power Supply (SMPS) merupakan sumber daya bagi hampir seluruh perangkat elektronik, namun SMPS ini juga sumber EMI untuk perangkat lain atau bahkan perangkat itu sendiri. Banyak perangkat elektronik yang beredar dipasaran namun belum memenuhi standar EMC. Dalam hal ini mitigasi EMI yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan filter EMI eksternal pasif. Dengan filter pasif ini EMI dari SMPS dapat diredam tanpa memerlukan energi tambahan untuk filter itu sendiri. Penelitian ini akan melakukan perancangan filter EMI untuk meredam noise conducted emission menggunakan sebuah passive EMI filter (PEF) pada SMPS. Filter PEF yang telah dirancang dan diujikan dapat digunakan pada SMPS 1 dan SMPS 2 dengan noise conducted emission sebelum filter sebesar 97,86 dBÂµV yang diredam menjadi 33 dBÂµV dan menghasilkan redaman noise conducted emission yang sangat baik (hingga 64,86 dBÂµV) dan memenuhi standar yang ditetapkan (CISPR22 Class B).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2019-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2519</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v5i1.2519</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Elekto dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 29-37</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Elekto dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 29-37</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v5i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2519/977</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Fally Ahmad</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/2525</identifier>
				<datestamp>2020-07-07T13:31:02Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Simulasi dan Perancangan Septum pada Gigahertz Transverse Electromagnetic (GTEM) Cell dalam Pengujian Radiated Emision</dc:title>
	<dc:creator>Wibowo, Trifandi</dc:creator>
	<dc:creator>Harpawi, Noptin</dc:creator>
	<dc:creator>Hariyawan, Muhammad Yanuar</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Gigahertz Transverse Electromagnetic Chamber (GTEM) cell merupakan suatu solusi dalam pengujian radiated immunity dan emission pada perangkat yang memancarkan sumber emisi (EMI). Septum GTEM cell yang berperan sebagai antena penerima radiasi dirancang menggunakan metode antena microstrip log periodic dipole array (LPDA). Sebelum diimplementasikan dalam perancangannya, karakteristik septum dilihat terlebih dahulu dari parameter return loss, VSWR dan gain yang dihasilkan. Desain dengan metode antena LPDA menggunakan spesifikasi khusus dengan parameter Ï„ = 0.871 dan Ïƒ = 0.161 untuk mendapatkan gain = 7 dB. Septum dirancang dengan frekuensi Ultra Wide Band (UWB) dengan range 300 MHz â€“ 1 GHz. Bahan substrat yang&amp;nbsp; digunakan adalah FR4, dengan konstanta dielektrik sebesar 4.6 dan ketebalan 1.6 mm. Septum dirancang menggunakan simulasi CST sebelum diimplementasikan dalam pengujian radiated emision. Parameter yang dihasilkan dari hasil septum ini adalah nilai return loss -10 dB direntang frekuensi 300 MHz â€“ 1 GHz, sementara nilai return loss terendah adalah -60.34 dB pada frekuensi 682.2 MHz dan nilai VSWR &amp;gt;2 pada frekuensi 300 MHz â€“ 1 GHz dengan nilai VSWR terendah adalah 1.104 difrekuensi 552 MHz.&amp;nbsp; Dari hasil pengukuran didapatkan gain sebesar 8.4 dBi dengan tipe polaradiasi directional. Septum yang dirancang berhasil melakukan pengukuran radiasi pada EMI source dan smartphone</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2019-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2525</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v5i2.2525</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 17-27</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 17-27</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v5i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2525/1040</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 trifandi wibowo</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/2649</identifier>
				<datestamp>2024-07-12T09:31:27Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/2650</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T08:12:20Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengembangan Robot Pemanjat Tiang Otomatis</dc:title>
	<dc:creator>Hendriko, Hendriko</dc:creator>
	<dc:creator>Sukses, Beril Linggar</dc:creator>
	<dc:creator>Novison, Roni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Robot merupakan salah satu alternatif terbaik untuk mengatasi berbagai permasalahan manusia, diantaranya adalah untuk menggantikan peran manusia dalam melakukan pekerjaan yang berbahaya. Dalam penelitian ini dikembangkan robot pemanjat tiang otomatis. Robot yang dikembangkan tidak hanya sekedar mampu memanjat tiang, namun juga mampu berjalan di lantai menggunakan roda. Robot ini memiliki dua buah roda penggerak dan satu buah roda bebas. Selain itu robot juga dilengkapi dengan fitur image processing dengan menggunakan sensor kamera sehinga robot dapat mendeteksi posisi tiang. Prinsip kerja robot adalah robot mendeteksi keberadaan tiang yang telah diberi tanda warna merah. Selanjutnya jika posisi tiang terdeteksi maka robot berjalan menuju ke arah tiang. Setelah robot sampai ke depan tiang maka gripper robot akan bekerja untuk melakukan fungsi memanjat. Robot ini memilki dua buah gripper yang berfungsi untuk mencekam tiang pada saat memanjat. Gripper akan digerakan oleh motor DC yang bergerak secara bergantian sehingga robot dapat memanjat. Dari hasil pengujian diperoleh data bahwa kecepatan rata-rata robot robot berjalan di lantai adalah 13,17 cm/s. Sedangkan kecepatan rata-rata robot memanjat tiang adalah 0,835 cm/s. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara umum robot mampu melakukan tugasnya dengan sangat baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2019-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2650</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v5i1.2650</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Elekto dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-8</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Elekto dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-8</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v5i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2650/979</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 hendriko hendriko, Beril Linggar Sukses, Roni Novison</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/2666</identifier>
				<datestamp>2019-11-28T11:23:34Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Perbandingan Machine Learning SVM Dan Adaboost Face Detection Dengan Metode Viola Jones: Analisis Perbandingan Machine Learning SVM Dan Adaboost Face Detection Dengan Metode Viola Jones</dc:title>
	<dc:creator>Styorini, Wiwin</dc:creator>
	<dc:creator>wati, Maylendra</dc:creator>
	<dc:creator>Khabzli, Wahyuni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Teknologi pengenalan wajah sudah banyak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mendeteksi wajah pada suatu citra dibutuhkan kecepatan dan keakurasian yang cepat dan tepat. Salah satu metode pendeteksian wajah yang bisa digunakan adalah metode Viola Jones. Machine learning yang bisa diimplementasikan untuk metode ini adalah Adaboost dan SVM. Tujuan Penelitian ini &amp;nbsp;adalah membandingkan kelebihan dan kekurangan dari 2 jenis machine learning tersebut. Hasil akurasi metode viola jones dengan machine learning Adaboost yaitu 90%. Total gambar yang digunakan adalah 50 dengan 30 sampel terdapat wajah dan 20 sampel yang tidak memiliki wajah. Sedangkan pada machine learning SVM tingkat keakurasian yang didapat yaitu sebesar 50%. Rata-rata waktu komputasi yang didapat pada metode AdaBoost sebesar 1,9s dan SVM sebesar 31,19s. Persentase nilai Sensitivitas metode AdaBoost didapat sebesar 86,66% dan SVM sebesar 80%. Nilai Spesifisitas untuk AdaBoost 95% dan untuk SVM yaitu 4,76% . Hal ini karena SVM menempatkan banyak sampel dalam kelompok yang ada wajah meskipun sampel tidak memiliki wajah. Sehingga penelitian ini menyimpulkan bahwa metode machine learning yang lebih efisien adalah dengan menggunakan metode AdaBoost.
Kata kunci: deteksi wajah, viola jones, AdaBoost, svm, akurasi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2018-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2666</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v4i1.2666</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 37-44</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 37-44</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v4i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2666/988</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 wiwin styorini</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/2821</identifier>
				<datestamp>2020-07-07T13:31:02Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Miniatur Smart Home Berbasis SMS dan Arduino</dc:title>
	<dc:creator>Edilla, Edilla</dc:creator>
	<dc:creator>Akhyan, Amnur</dc:creator>
	<dc:creator>Panjaitan, Adrian</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Saat ini perkembangan teknologi berkembang dengan sangat cepat dan pesat. Salah satu contohnya adalah otomatisasi sistem keamanan rumah.Salah satu yang saat ini sedang berkembang adalah proses otomatisasi di dalam rumah yaitu Miniatur Smart Home Berbasis SMS dan Arduino.Sistem ini berfungsi sebagai sistem untuk menghidupkan dan mematikan lampu berbasis Short Message Service (SMS) dan juga menggunakan beberapa sensor untuk keamanan rumah dengan mengoptimalkan board Arduino sebagai pengontrol dan pengumpul data. GSM shield 900 sebagai penghubung informasi ke handphone dan Arduino sebagai pusat pengendali dan pengolahan data yang nantinya akan memberikan perintah kepada relay untuk menyalakan dan mematikan lampu. Sistem ini terdiri dari tiga buah sensor yaitu sensor gerakan (PIR) untuk mendeteksi adanya motion atau pergerakan dalam setiap ruangan, sensor MQ-02 untuk mendeteksi adanya gas kemudian pesan akan dikirim ke seluler dan sekaligus akan menghidupkan kipas maupun buzzer, dan flame sensor untuk mendeteksi adanya api kemudian pesan akan dikirim ke seluler dan sekaligus akan mematikan api kompor.Dalam sistem ini juga ada sistem miniatur buka tutup pagar.
Kata kunci : Arduino Uno, GSM shield 900, PIR, Buzzer, Relay</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2019-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2821</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v5i2.2821</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 28-39</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 28-39</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v5i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/2821/1062</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Edilla Edilla, Amnur Akhyan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/3122</identifier>
				<datestamp>2020-07-07T13:31:02Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sistem Monitoring Nilai FFMC untuk Menentukan Potensi Penyulutan Api Menjadi Kebakaran</dc:title>
	<dc:creator>Wahyuni, Retno Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Wisnu, Danar</dc:creator>
	<dc:creator>Y, M.Budi Satria</dc:creator>
	<dc:creator>Palapa, Yusmar</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Canadian Forest Fire Danger Rating System (CFFDRS) merupakan sistem yang digunakan saat ini untuk menentukan peringkat bahaya kebakaran suatu wilayah. Sistem tersebut terdiri dari beberapa subsistem, salah satunya adalah Fire Weather Index (FWI) yang berguna untuk memberikan informasi langsung tentang aspek-aspek tertentu dari bahaya kebakaran berdasarkan pengamatan cuaca semata. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai salah satu kode dalam sub sistem FWI yaitu Fine Fuel Moisture Code (FFMC). FFMC ini merupakan kode yang digunakan untuk indikator potensi penyulutan api menjadi kebakaran. Nilai FFMC ditentukan dengan menggunakan hasil pengukuran parameter cuaca yaitu suhu udara, kelembaban udara, kecepatan angin, dan curah hujan. Dengan memanfaatkan sensor â€“ sensor yang dapat mengukur parameter tersebut, maka dalam penelitian ini dirancang sebuah system pemantauan parameter cuaca untuk menentukan potensi penyulutan api menjadi kebakaran dan menggunakan SMS gateway sebagai media transmisi data. Perhitungan FFMC (Fine Fuel Moisture Code) ini akan dihitung dan ditampilkan menggunakan visual basic. Tampilan pada visual basic berupa tampilan FFMC harian, tampilan peta wilayah berdasarkan nilai FFMC dan tampilan uji perhitungan FFMC secara manual. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2019-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3122</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v5i2.3122</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 40-49</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 40-49</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v5i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3122/1063</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Retno Tri Wahyuni</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/3138</identifier>
				<datestamp>2020-07-07T13:31:02Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengembangan Mesin Pelontar dan Pengumpul Bola Basket Otomatis</dc:title>
	<dc:creator>Hendriko, Hendriko</dc:creator>
	<dc:creator>Edilla, Edilla</dc:creator>
	<dc:creator>Irawan, Kevin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Mesin ini merupakan alat bantu bagi pemain bola basket untuk latihan menembak bola ke keranjang. Dengan alat ini maka latihan menembak bola ke keranjang dapat dilakukan secara mandiri. Alat ini memiliki dua fungsi utama, yakni sebagai pelontar bola basket ke pemain dan sekaligus menampung bola yang sudah ditembakan ke keranjang. Mesin ini menggunakan 3 motor utama, yakni motor power window, motor DC dan actuator linier. Motor power window digunakan sebagai penggerak tiang pelontar, dimana motor ini akan menggerakkan tiang menuju ke 5 sudut pelontaran. Motor DC digunakan untuk melontarkan bola, dimana motor ini akan bergerak kearah yang berbeda untuk melontarkan bola. Aktuator linier digunakan untuk pendorong bola dimana motor ini akan mendorong bola menuju ke arah roda yang sudah berputar. Dari pengujian diperoleh data bahwa mesin ini mampu melontarkan bola hingga jarak 190 cm dan bergerak hingga sudut maksimal mencapai 160 derajat. Tingkat keberhasilan mengumpulkan bola yang jatuh dari keranjang dan mengirimkannya ke posisi lontar mencapai 80%. Keberhasilan mesin ini memberi informasi terkait jumlah bola yang dilontarkan mencapai 95%. Secara umum dapat disimpulkan bahwa mesin ini mampu melakukan fungsi sebagaimana yang diharapkan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2019-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3138</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v5i2.3138</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-8</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-8</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v5i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3138/1039</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 hendriko hendriko</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/3357</identifier>
				<datestamp>2020-07-07T13:31:02Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Teknik Mitigasi Conducted Emission Pada LED Driver Topologi Buck Dengan Metode Random Up Spreading Switching Frequency</dc:title>
	<dc:creator>Harpawi, Noptin</dc:creator>
	<dc:creator>Hariyawan, Muhammad Yanuar</dc:creator>
	<dc:creator>Posma, Siska Novita</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Operasi switching pada komponen semikonduktor LED driver, akan menghasilkan permasalahan berupa EMI yang akan mengganggu perangkat di sekitarnya (sebagai sumber) atau sistem itu sendiri (sebagai korban). Teknik mitigasi EMI pada LED driver dibatasi oleh biaya, ukuran, berat dan kinerja sistem. Berbagai solusi digunakan untuk mengurangi permasalahan EMI pada LED driver, melalui disain converter, disain komponen, disain filter EMI, dan teknik spread spectrum (SS). Dari beberapa solusi tersebut, SS merupakan solusi yang murah dan berdaya guna dalam mitigasi EMI, karena teknik ini dapat diaplikasikan dengan pemrograman pada embedded system dengan penambahan sedikit komponen. Program yang diterapkan dalam penelitian ini adalah mengatur pola pembangkitan sinyal PWM dengan metode random up spreading switching frequency sebagai pengendali konverter. Pendekatan menggunakan embedded system memiliki beberapa keuntungan diantaranya menjaga efisiensi, kehandalan dan kinerja yang tinggi karena minim perubahan rangkaian atau komponen tambahan dan mempunyai kompleksitas disain yang relatif rendah. Hasil dari penerapan metode ini adalah didapatkan penurunan EMI sebesar 20% saat frekuensi switching diacak pada rentang 600 KHz hingga 650 KHz dengan step random minimal 100 Hz dan masing-masing frekuensi diberi waktu melakukan switching selama 1 mikro detik. Nilai tegangan output dari LED driver tetap bisa bertahan pada level 7V ketika metode ini diterapkan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2019-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3357</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v5i2.3357</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 50-58</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 50-58</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v5i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3357/1064</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Noptin Harpawi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/3369</identifier>
				<datestamp>2020-07-07T13:31:02Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Investigation of Partial Shading Effects on the Output Power of Solar Cells</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Investigasi Efek Partial Shading Terhadap Daya Keluaran Sel Surya</dc:title>
	<dc:creator>Aprillia, Bandiyah Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Zulfahmi, Muhammad Rafiqy</dc:creator>
	<dc:creator>Rizal, Achmad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">The electrical energy of solar power plants which integrated into the networks depends on the intensity of solar radiation. However, some solar power plant areas there are still present trees and buildings around it that can partially cover the surface area of â€‹â€‹the solar panel (partial shading). This study aims to investigate the effects of solar radiation variability due to several partial shading conditions on the 1 Wp solar cell output power. Based on observations from 10:00 to 14:00, the open-circuit voltage and short circuit current in solar cells decreases with increasing intensity of partial shading. The greater the partial shading of the solar cell, the lower the power output will be. The half partial shading effect of the total solar cell area resulted in a power reduction of 88.2%. A quarter of shading causes a decrease in the output power of solar cells by 75.6% compared to the power output under normal conditions. In addition, the increase in the temperature of solar cells resulted in a significant decrease in the open-circuit voltage.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Energi listrik pembangkit tenaga surya yang terhubung ke jaringan terpadu bergantung pada intensitas radiasi matahari. Namun, pada beberapa area pembangkit tenaga surya masih terdapat pohon dan gedung disekitar nya yang dapat menutupi sebagian area permukaan panel surya (partial shading). Penelitian ini bertujuan untuk investigasi efek dari variabilitas radiasi matahari akibat partial shading terhadap daya keluaran sel surya 1 Wp. Berdasarkan hasil observasi pada pengujian pukul 10.00&amp;nbsp;â€“&amp;nbsp;14.00, tegangan terbuka dan arus hubung singkat pada sel surya mengalami penurunan seiring kenaikan intensitas partial shading. Semakin besar partial shading pada sel surya maka daya keluaran yang dihasilkan semakin rendah.&amp;nbsp; Efek setengah partial shading dari total area sel surya mengakibatkan penurunan daya sebesar 88.2%. Seperempat shading mengakibatkan penurunan daya keluaran sel surya sebesar 75.6% dibandingkan daya pada kondisi normal. Selain itu Kenaikan suhu sel surya mengakibatkan penurunan tegangan terbuka yang cukup berarti. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2019-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3369</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v5i2.3369</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 9-17</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 9-17</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v5i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3369/1038</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Bandiyah Sri Aprillia, Muhammad Rafiqy Zulfahmi, Achmad Rizal</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/3373</identifier>
				<datestamp>2020-07-07T13:31:02Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sistem Monitoring Tangki dan Penghitung RunHour Genset Otomatis Berbasis Internet of Things (IoT)</dc:title>
	<dc:creator>Widiasari, Cyntia</dc:creator>
	<dc:creator>Insani, Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Diono, Muhammad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">The increasing development of engines in human life to facilitate human work for 24 hours, cannot be denied that the Generator Set or better known as Genset is very important role in keeping the engine alive during the power outages. For this reason, it is necessary to monitor a Ganset fuel tank to make it easier to find out the changing conditions of the Ganset fuel, and the automatic runhours calculation system so that the maintenance of the ganset can be easily determined based on the calculation of the life span of the ganset. Tank monitoring system and automatic calculation of runhours ganset that is designed based on IoT, this system uses an ultrasonic sensor to find out the height of the fuel tank in captivity, the current sensor as a live ganset detector, Nodemcu Esp8266 functions as data receiver from the sensor and sends it to the web application that has been created. From the test results it can be seen that the percentage of errors in the ultrasonic sensor is 5.2%, and testing on the current sensor that detects the current in the load with an error in the manual calculation time with the time on the web display only ranges from 1-2 seconds.
Keywords: Tank Generator sets, NodeMCU Esp8266, Ultrasonic Sensors, Current Sensors, Servo, Server, Web.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Semakin berkembangnya mesin-mesin dalam kehidupan manusia guna mempermudah perkerjaan manusia selama 24 jam, tidak dapat dipungkiri bahwa Generator Set atau yang lebih dikenal dengan Genset sangat berperan penting dalam menjaga mesin mesin tetap hidup selama dalam kondisi listrik padam. Untuk itu perlunya sebuah monitoring tangki bahan bakar ganset untuk mempermudah mengetahui volume bahan bakar ganset yang berubah ubah, dan sistem penghitungan otomatis runhours agar pemeliharaan ganset dapat dengan mudah ditentukan berdasarkan penghitungan lamanya ganset hidup. Sistem monitoring tangki dan perhitungan otomatis runhours ganset yang dirancang berbasis IoT. Sistem ini menggunakan sensor ultrasonik untuk mengetahui ketinggian bakan bakar ditangki, sensor arus sebagai pendeteksi ganset hidup, NodeMCU Esp8266 berfungsi sebagai penerima data dari sensor dan mengirimkannya ke aplikasi web yang telah dibuat. Dari hasil pengujian dapat diketahui bahwa persentase error pada sensor ultrasonic sebesar 5,2%, dan pengujian pada sensor arus yang mendeteksi arus pada beban dengan error waktu penghitungan manual dengan waktu pada tampilan web hanya berkisar 1-2 detik.
Kata kunci: Tangki Genset, NodeMCU Esp8266, Sensor Ultrasonik, Sensor Arus, Servo, Server, Web</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2019-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3373</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v5i2.3373</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 59-70</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 59-70</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v5i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3373/1065</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Cyntia Widiasari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/3374</identifier>
				<datestamp>2021-04-01T01:27:10Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALYSIS OF THE RECTORATE BUILDING SECURITY SYSTEM LANCANG KUNING PEKANBARU UNIVERSITY: Grounding System</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">A ANALISIS SISTEM PENGAMAN GEDUNG REKTORAT UNIVERSITAS LANCANG KUNING PEKANBARU: Sistem pengaman</dc:title>
	<dc:creator>tanjung, abrar tanjung</dc:creator>
	<dc:creator>-, zulfahri -</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">The Safety System is one way to overcome the interference of reducing the influence of electric current, such as leakage currents or short circuit due to failure of insulation and natural disasters as well as the result of lightning surges. Lancang Kuning University Rectorate Building is a building that has several rooms that have administrative, academic, financial and lecture activities using electrical equipment. The purpose of this study was to calculate the magnitude of the current per phase, power consumption, power losses and determine the capacity of the safety system and evaluate the grounding system in the Rector Building, Lancang Kuning University. Based on the results of the discussion, the power consumption obtained at the Lancang Kuning University Rectorate Building was 292.95 kW, the balanced current was 50 Amperes, the voltage drop was 5 volts, the power loss at the phase 1 voltage R was 1.54 kW and 3 phase of 2.28 kW, magnitude of power loss in phase 1 S voltage of 0.97 kW and 3 phases of 1.69 kW, power loss at phase T voltage of 1 phase at 1.48 kW kW and 3 phases of 2 , 56 kW, the amount of earth resistance is 59.5 ohms, the safety of the main panel is 80 amperes and the installed load is 38.71 KVA, the maximum load is 315 KVA and the average load is 161.61 kVA.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Sistem Pengaman merupakan salah satu cara untuk mengatasi gangguan pengurangan pengaruh arus listrik, seperti terdapat arus bocor atau hubungan singkat akibat kegagalan isolasi dan bencana alam serta akibat adanya surja petir. Gedung Rektorat Universitas Lancang Kuning merupakan gedung memiliki beberapa ruangan mempunyai kegiatan admistrasi, akademik, keuangan dan perkuliahan menggunakan peralatan listrik. Tujuan Penelitian untuk menghitung besar arus per phasa, pemakaian daya, rugi-rugi daya dan menentukan besar kapasitas sistem pengaman serta mengevaluasi sistem pentanahan pada Gedung Rektorat Universitas Lancang Kuning. Berdasarkan hasil pembahasan diperoleh Besar pemakaian daya pada Gedung Rektorat Universitas Lancang Kuning sebesar 292,95 kW, Besar arus seimbang diperoleh sebesar 50 Amper, Besar jatuh tegangan sebesar 5 volt, Besar rugi daya pada phasa R tegangan 1 phasa sebesar 1,54 kW dan 3 phasa sebesar 2,28 kW, Besar rugi daya pada phasa S tegangan 1 phasa sebesar 0,97 kW dan 3 phasa sebesar 1,69 kW, Besar rugi daya pada phasa T tegangan 1 phasa sebesar 1,48 kW kW dan 3 phasa sebesar 2,56 kW, Besar tahanan pentanahan diperoleh sebesar 59,5 ohm, Besar pengaman pada panel utama sebesar 80 amper dan Besar beban terpasang sebesar 38,71 KVA, beban maksimum sebesar 315 KVA dan beban rata rata sebesar 161,61 kVA</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3374</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v6i2.3374</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 42-52</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 42-52</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v6i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3374/1478</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 abrar tanjung tanjung, zulfahri - -, -</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/3376</identifier>
				<datestamp>2020-07-07T13:31:02Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Perancangan Filter EMI Pasif dalam Rangka Mitigasi Conducted emission pada Lampu LED</dc:title>
	<dc:creator>Posma, Siska Novita</dc:creator>
	<dc:creator>Hariyawan, Mohammad Yanuar</dc:creator>
	<dc:creator>Rifandi, Oddy</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Light-emitting diode (LED) lamps become popular in a variety of applications, due to low power usage, high efficiency, and low maintenance. Another advantage of LEDs is that they are durable and environmentally friendly because they contain less toxic substance composition compared to other types of lamps. To achieve high efficiency in energy transfer to the LED power supply, a switching mode power supply (SMPS) is applied. SMPS was implemented with pulse width modulation (PWM) which operates at a constant frequency, producing significant emissions in several frequencies through conducted and radiated mechanisms. These emissions are called electromagnetic interference (EMI). As a result, many LED lamps have the potential to fail to meet the electromagnetic compatibility (EMC) standard. In this research, the design and implementation of passive EMI filters were carried out to reduce the conducted emission of LED lights on the market. Passive EMI filters are LC low pass filters (LPF). Before the LED lights were applied to the EMI passive filter, conducted emissions were measured to exceed CISPR 22 class B regulatory standards, which reached 82.5 dBÂµV. When the passive EMI filter was implemented, the LED lights occur conducted emission reduction in the frequency range 150kHz - 1.5MHz with an average value of 36.96 dBÂµV and a maximum reduction value of 34.7 dBÂµV.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Lampu light emitting diode (LED) populer digunakan dalam berbagai macam aplikasi, karena penggunaan daya yang rendah, efisiensi yang tinggi dan perawatan yang rendah. Keuntungan LED lainnya adalah awet dan ramah lingkungan karena lebih sedikit mengandung komposisi zat beracun jika dibandingkan dengan jenis lampu lain. Untuk mencapai efisiensi yang tinggi dalam transfer energi pada catu daya LED, diterapkan topologi switched mode power supply (SMPS). SMPS diimplementasikan dengan pulse width modulation (PWM) yang beroperasi pada frekuensi konstan, menghasilkan emisi yang signifikan disejumlah frekuensi melalui mekanisme conducted dan radiated, emisi ini dinamakan electromagnetic interference (EMI). Sebagai akibatnya, banyak lampu LED berpotensi tidak bisa memenuhi standar electromagnetic compatibility (EMC). Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan implementasi filter EMI pasif untuk meredam conducted emission pada lampu LED yang ada dipasaran. Filter EMI pasif berupa low pass filter (LPF).&amp;nbsp; Sebelum lampu LED diterapkan filter pasif EMI, conducted emission yang terukur melebihi standar regulasi CISPR 22 class B, nilai emisi tertinggi mencapai 82,5 dBÂµV pada frekuensi 299,25 kHz atau melebihi standar CISPR sebesar 30,9 dBÂµV. Saat filter pasif EMI dipasang lampu LED terjadi reduksi conducted emission pada rentang frekuensi 150kHz â€“ 1,65MHz dengan nilai rataâ€“rata sebesar 23,3 dBÂµV dan nilai reduksi maksimal sebesar 34,7 dBÂµV.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2019-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3376</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v5i2.3376</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 71-81</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 71-81</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v5i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3376/1067</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Siska Novita Posma, Mohammad Yanuar Hariyawan</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/3403</identifier>
				<datestamp>2020-12-29T10:49:21Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengiriman Video secara Live Streaming Menggunakan Dynamic Adaptive Streaming over HTTP (DASH)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengiriman Video secara Live Streaming Menggunakan Dynamic Adaptive Streaming over HTTP (DASH)</dc:title>
	<dc:creator>Azwar, Hamid</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bandwidth limitations and fluctuations in traffic on the network become obstacles in the process of sending video. At the time of the availability of small bandwidth and high network traffic, the process of sending video will take a long time due to the operation of slow video transmission or more commonly called buffering. This study evaluates sending live streaming video using the Dynamic Adaptive Streaming over HTTP (DASH) method on the LAN network. DASH is an adaptive streaming protocol that can present the video with video quality according to network capabilities on the client. This implementation is carried out using H.265 video compression and the streaming process is carried out on a LAN network with 20 live streaming clients. The results of this study obtained the value of video delivery throughput reaches 1.4 Mbps and the most significant delay value is 12.5 ms. The highest percentage of client requests for video quality for one client is 98%. As for the use of 20 clients, the demand for high-quality video is reduced to 46% which proves that DASH was successfully implemented live streaming.
Keywords: Video, Live, Streaming, H.265, DASH</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Keterbatasan bandwidth dan fluktuasi trafik&amp;nbsp; pada jaringan menjadi kendala dalam proses pengiriman video. Pada saat ketersediaan bandwidth kecil dan traffic jaringan yang tinggi, proses pengiriman video akan memakan waktu yang lama dikarenakan proses transmisi video yang lambat atau lebih umum disebut dengan buffering. Penelitian ini melakukan evaluasi pengiriman video secara live streaming menggunakan metode Dynamic Adaptive Streaming over HTTP (DASH) pada jaringan LAN. DASH merupakan sebuah protokol streaming adaptive yang mampu menyajikan video dengan kualitas video sesuai kemampuan jaringan pada klien. Implementasi ini dilakukan menggunakan video kompresi H.265 dan proses streaming dilakukan pada jaringan LAN secara live streaming sebanyak 20 klien. Hasil penelitian ini diperoleh nilai throughput pengiriman video mencapai 1,4 Mbps dan nilai delay terbesar 12,5 ms. Persentase permintaan klien terhadap kualitas video tertinggi untuk 1 klien sebanyak 98%. Sedangkan penggunaan 20 klien, permintaan untuk video kualitas tinggi berkurang menjadi 46% yang membuktikan bahwa DASH berhasil diimplementasikan secara live streaming.
Kata kunci: Video, Live, Streaming, H.265, DASH</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2020-09-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3403</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v6i1.3403</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 51 - 60</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 51 - 60</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v6i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3403/1421</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Hamid Azwar</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/3405</identifier>
				<datestamp>2020-12-29T12:56:12Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Antena Broadband Untuk Aplikasi TV, Seluler, dan Wifi </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Antena Broadband Untuk Aplikasi TV, Seluler, dan Wifi</dc:title>
	<dc:creator>Darwis, Rizadi Sasmita</dc:creator>
	<dc:creator>Muhammad Yanuar Hariyawan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">The antenna is an instrument that is important in a communication system radio.antena turn the tide terbimbing into waves free in the air and in contrast between free space with a guide can include ( coaxial cable or a / waves a waveguide ) used to meggerakkan electromagnetic energy from the source of the transmitter to or from an antenna to antenna. recipientsThe antenna have diverse forms with the dimensions and of diverse characteristics, anyway one of the antenna that attracts many research is mikrostrip. antennaThe antenna mikrostrip has several advantages of them simple forms, a compact, lightly, and cheap.On this research used antenna mikrostrip with the frequency of mhz broadband at band of frequencies 500 to&amp;nbsp;2500 Mhz.The substrate material to be used is rt duroid 5880, with dielectric constant ( Îµr) 2.2 and thickness ( h ) 1.57 mm. Antenna mikrostrip made using circular patches .The measurement result shows performance of returnloss antennae &amp;lt; -10 db at the frequency of 605 Mhz to 6677 Mhz , with bandwidth 6072 Mhz .Polaradiasi mikrostrip shaped omni directional antenna .Gain the measurement result mikrostrip antenna on the highest frequency of 650 Mhz to gain 3.3 db and at the frequency of 1800 Mhz with gain 3.4 db . The antenna received microstrip has a higher than conventional antenna which is at the frequency of Mhz 650 power accept antenna mikrostrip -33.08 dbm bigger than conventional 59.90 dbm antenna</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Antena merupakan instrumen yang penting dalam sistem komunikasi radio.Antena mengubah gelombang terbimbing menjadi gelombang bebas di udara dan sebaliknya antara ruang bebas dengan pemandu (dapat berupa kabel koaksial atau pemandu gelombang/waveguide) yang digunakan untuk meggerakkan energi elektromagnetik dari sumber pemancar ke antena atau dari antena ke penerima. Antena memiliki bentuk yang beragam dengan dimensi dan karakteristik yang beragam pula, salah satu antena yang menarik banyak penelitian adalah antenna mikrostrip. Antena mikrostrip memiliki beberapa kelebihan diantaranya bentuk yang sederhana, compact, ringan, dan murah. Pada penelitian ini digunakan antenna mikrostrip dengan frekuensi Broadband pada pita frekuensi 500 MHz â€“ 2.5 MHz. Bahan substrat yang akan digunakan adalah RT duroid 5880, dengan konstanta dielektrik (Îµr) 2.2 dan ketebalan (h) 1.57 mm. Antena mikrostrip yang dibuat menggunakan patch circular. Hasil pengukuran emnunjukkan kinerja returnloss antena &amp;lt; -10 dB pada frekuensi 605 MHz hingga 6677 MHz, dengan bandwidth 6072 MHz. Polaradiasi antena mikrostrip berbentuk omni direksional. Gain antenna mikrostrip hasil pengukuran tertinggi pada frekuensi 650 MHz dengan gain 3.3 dB dan pada frekuensi 1800 MH dengan gain 3.4 dB. Daya terima antena microstrip memiliki daya lebih&amp;nbsp; tinggi dari antena konvensional yaitu pada frekuensi 650 Mhz daya terima antena mikrostrip -33.08 dBm lebih besar dari antena konvensional 59.90 dBm</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2020-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3405</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 61-74</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 61-74</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v6i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3405/1435</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Rizadi Sasmita Darwis, Muhammad Yanuar Hariyawan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/3417</identifier>
				<datestamp>2020-12-29T10:49:21Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Aplikasi Kontroler PI Modifikasi pada Prototype Alat Pasteurisasi Menggunakan Simple Water Heater</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Churnia</dc:creator>
	<dc:creator>Tri, Irna</dc:creator>
	<dc:creator>Putra, Asdi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">PI controller is a control algorithm that was commonly used in industry because of its simplicity to be applied or simulated. In this case, the PI controller is used to regulate the temperature of the prototype of cow&#039;s milk pasteurization, which is designed using a Simple Water Heater. Pasteurization is a process of heating food with the aim of killing harmful organisms. Pasteurization is so influenced by the heating temperature. In this case, there is a component that has limited output performance. This component is commonly called the AC to AC Converter. It is used to control the temperature in the pasteurization plan or the others. To overcome this problem, a modification was needed, it is called Anti WindUp. So PI Controller was able to reach set point well, and has a very small steady-state error about 1%, more resistant to external disturbance and able to produce safe milk to consume.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kontroler PI adalah suatu algoritma kontroler yang banyak digunakan di industri karena kemudahannya untuk diaplikasikan dan dismulasikan. Dalam penelitian ini, kontroler PI digunakan untuk mengatur suhu pada Prototype Alat Pasteurisasi yang dirancang menggunakan Simple Water Heater. Pasteurisasi adalah sebuah proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh organisme yang merugikan. Keberhasilan Pasteurisasi sangat dipengaruhi oleh suhu pemanasan. Namun pada sistem ini, terdapat sebuah komponen yang mempunyai keterbatasan kinerja output. Komponen tersebut adalah Converter AC to AC. Converter AC to AC digunakan untuk mengatur tegangan AC yang dibutuhkan untuk mengontrol suhu pada plan pasteurisasi. Karena keterbatasan itu, sebuah modifikasi diperlukan. Modifikasi tersebut adalah Anti WindUp. Sehingga Kontroler PI mampu bekerja dengan baik dalam mencapai set poin dengan error steady state sekitar 1%, lebih tahan terhadap gangguan dari luar dan mampu menghasilkan susu yang aman untuk dikonsumsi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2020-08-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3417</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v6i1.3417</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 22 - 31</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 22 - 31</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v6i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3417/1277</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Churnia Sari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/3436</identifier>
				<datestamp>2020-12-29T10:49:21Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Vibration Analysis Vertical Milling Machine 1108 On The Effect of Cut Depth Variation</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Analisa Getaran Mesin Milling Vertikal 1108 Terhadap Pengaruh Variasi Kedalaman Potong</dc:title>
	<dc:creator>Zaira, Jupri Yanda</dc:creator>
	<dc:creator>Wijianto, Agus</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Rotating machines such as milling machines have spindle motor and feeding motor which can cause vibrations due to the rotation of the two motors. &amp;nbsp;Apart from the vibrations of the two motors, the work piece eating process also greatly influences the level of vibration that occurs. In this research, milling machine number 1108 is used in the Caltex Riau Polytechnic Production Laboratory (PCR), and a face feeding process is used using three variations in cutting depth, namely 0.5 mm, 1 mm, and 1.5 mm, with each 15 data were taken in the time domain range of 4 seconds, besides the cutter used was a cutter end mill with a diameter of 30 mm. In knowing the level of vibration that occurs using vibration tester measuring instrument type VM-6370 which is owned by the PCR Production Machinery Laboratory. To test the vibrations generated, the position of the probe on the vibration tester is affixed to the workpiece when the feeding process occurs. Vibration results obtained in the form of displacement, velocity, and acceleration with three measurement directions, namely vertical, horizontal, and axial direction which are then analyzed so that the data obtained in the form of amplitude. From the research that has been done, it is obtained that the vibration results in the form of the largest amplitude in the axial direction with a cutting depth of 1.5 mm of feed is 0.164 mm.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Mesin rotating seperti mesin milling mempunyai motor spindle dan motor feeding yang dapat menimbulkan getaran akibat dari putaran kedua motor tersebut. Selain dari getaran kedua motor tersebut, proses pemakanan benda kerja juga sangat mempengaruhi tingkat getaran yang terjadi. Pada Penelitian ini digunakan mesin milling nomor 1108 yang berada di Laboratorium Mesin Produksi Politeknik Caltex Riau (PCR), dan dilakukan proses pemakanan muka dengan menggunakan tiga variasi kedalaman potong yaitu 0,5 mm, 1 mm, dan 1,5 mm, dengan masing-masing diambil sebanyak 15 data pada kondisi time domain range 4 detik, selain itu cutter yang digunakan adalah cutter end mill diameter 30 mm. Dalam mengetahui tingkat getaran yang terjadi digunakan alat ukur&amp;nbsp; vibration tester type VM â€“ 6370 yang dimiliki oleh Laboratorium Mesin Produksi PCR. Untuk menguji getaran yang ditimbulkan, posisi probe pada vibration tester ditempelkan pada benda kerja saat proses pemakanan terjadi. Hasil Getaran yang diperoleh dalam bentuk Displacement, velocity, dan acceleration dengan tiga arah pengukuran yaitu arah vertical, horizontal, dan aksial yang selanjutnya dianalisa sehingga data yang diperoleh dalam bentuk amplitudo. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil getaran berupa amplitudo terbesar pada arah aksial dengan kedalaman potong 1,5 mm sebesar 0,164 mm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2020-09-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3436</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v6i1.3436</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 42 - 50</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 42 - 50</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v6i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3436/1420</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jupri Yanda Zaira</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/3445</identifier>
				<datestamp>2022-11-02T07:53:54Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Monitoring Kualitas Udara dan Kontrol Air Purifier Honeywell HHT-080</dc:title>
	<dc:creator>Harpawi, Noptin</dc:creator>
	<dc:creator>Triyani, Yuli</dc:creator>
	<dc:creator>Khabzli, Wahyuni</dc:creator>
	<dc:creator>Syaputra, Yogi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Air is very important for the survival of living things, air quality will affect the state of human health. At present air quality is only monitored by KLH (Ministry of Environment) of Riau Province, with monitoring points only 1-3 points per city / regency in Riau. The frequent occurrence of forest fires in Riau, causing air quality to deteriorate rapidly so it requires a tool that can monitor air quality and improve air quality to maintain human health. Therefore, the authors conducted research and design of tools to be able to monitor air quality (CO gas levels) and improve air quality in the room. The workings of this monitoring device are MQ-7 gas sensors measuring CO (carbon monoxide) gas levels, where the data is then processed and sent through a wi-fi network using ESP8266 and the data is also used as a reference for control the air purifier in the room. The results of this monitoring are shared using Google Spreadsheets by e-mail to the people whom concerned. The MQ-7 sensor works best in the range of 50-150 ppm carbon monoxide gas with a deviation of 14 ppm from a calibrated multi gas detector.
Keywords: Monitoring, Gas CO, ESP8266, MQ-7, Google Sheets, Air quality, Air Purifier.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Udara sangat penting bagi keberlangsungan makhluk hidup, kualitas udara akan mempengaruhi keadaan kesehatan manusia tersebut. Pada saat ini kualitas udara hanya dipantau oleh KLH (Kementrian Lingkungan Hidup) Provinsi Riau, dengan titik pantau hanya 1-3 titik setiap kota / kabupatan di Riau. Seringnya terjadi kebakaran hutan di Riau, menyebabkan kualitas udara memburuk dengan cepat sehingga memerlukan alat yang dapat memantau kualitas udara dan memperbaiki kualitas udara guna menjaga kesehatan manusia. Oleh karena itu penulis melakukan penelitian dan perancangan alat untuk dapat memantau (monitoring) kualitas udara (kadar gas CO) dan memperbaiki kualitas udara pada ruangan tersebut. Cara kerja dari perangkat monitoring ini adalah sensor gas MQ-7 mengukur kadar gas CO (karbon monoksida), dimana datanya kemudian diolah dan dikirimkan melalui jaringan wi-fi menggunakan ESP8266 serta datanya juga dijadikan acuan untuk bekerja atau tidaknya air purifier pada ruangan. Hasil monitoring ini dibagikan menggunakan google spreadsheet melalui e-mail kepada orang-orang yang bersangkutan. Sensor MQ-7 bekerja terbaik pada range 50-150 ppm gas karbon monoksida dengan deviasi 14 ppm dari multi gas detektor yang terkalibrasi.
Kata kunci: Monitoring, Gas CO, ESP8266, MQ-7, Google Spreadsheet, Kualitas udara, Air Purifier.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3445</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v8i1.3445</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-11</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-11</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v8i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3445/1776</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Yogi Syaputra, Noptin Harpawi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/3447</identifier>
				<datestamp>2020-12-29T10:49:21Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Sepeda Treadmill Menggunakan Penggerak Motor Listrik</dc:title>
	<dc:creator>Edilla, Edilla</dc:creator>
	<dc:creator>Novison, Roni</dc:creator>
	<dc:creator>Wirndo, Danu</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bicycle Treadmill is a two-wheeled bicycle and has a treadmill that uses a brushless motor as the power of the treadmill bike. A treadmill bike is used with a rider walking on a treadmill that has been provided. The speed of a treadmill bike can be adjusted as desired by adjusting the brushless motor speed using the throttle gas provided on the treadmill bicycle handlebars. The treadmill is not only flat, but there is also a slope angle that can help relieve the treadmill when the rider rides a treadmill bike and increases the treadmill&#039;s launch power. This aims to facilitate users when using a treadmill bike like a treadmill in a fitness center. A treadmill that has a battery capacity of 52 Volts can travel a maximum distance of up to 38.4 Km. Brushless motor with 350 Watts of power can be driven by riders with a maximum weight of 115 Kg. The brushless motor that is used on treadmill bikes requires a current average of 4.362 A with a starting current of 10.776 A. Based on the times, bicycle treadmill is the latest development of sports methods from ordinary bikes or electric bikes that are no longer pedaled but walk or run on a treadmill provided.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Sepeda Treadmill adalah sepeda beroda dua dan memiliki treadmill yang memanfaatkan motor brushless sebagai daya gerak dari sepeda treadmill. Sepeda treadmill digunakan dengan seorang pengendara yang berjalan diatas treadmill yang telah disediakan. Kecepatan sepeda treadmill dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan dengan cara mengatur kecepatan motor brushless menggunakan throttle gas yang disediakan pada setang sepeda treadmill. Pada bagian treadmill tidak hanya datar namun juga terdapat sudut kemiringan yang dapat membantu meringankan treadmill ketika pengendara mengendarai sepeda treadmill dan menambah daya luncur treadmill. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengguna pada saat menggunakan sepeda treadmill layaknya treadmill yang ada pada tempat kebugaran/fitness. Sepeda treadmill yang memiliki kapasitas baterai 52 Volt dapat menempuh jarak maksimal hingga 38.4 Km. Motor brushless dengan daya 350 Watt dapat dikendarai oleh pengendara dengan berat maksimal 115 Kg. Motor brushless yang digunakan pada sepeda treadmill membutuhkan rata-rata arus sebesar 4.362 A dengan arus start 10.776 A. Berdasarkan perkembangan zaman, sepeda treadmill merupakan pengembangan metode olahraga yang terbaru dari sepeda biasa ataupun sepeda listrik yang tidak lagi dikayuh melainkan berjalan ataupun berlari pada treadmill yang disediakan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2020-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3447</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v6i1.3447</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 15-21</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 15-21</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v6i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3447/1238</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Edilla Edilla</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/3532</identifier>
				<datestamp>2020-12-31T07:34:45Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Prototype of Robot Arm Manipulator based on Arduino with Lead-Through Control Method</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Prototipe Manipulator Lengan Robot Berbasis Arduino dengan Metoda Kendali Lead-Through</dc:title>
	<dc:creator>Sitompul, Erwin</dc:creator>
	<dc:creator>Sodri, Sodri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">In this research, a prototype of Arduino-based robot arm manipulator (MLR) controlled with lead-through method is proposed. Through lead-through control methods, the robot movement programming process is replaced by a simple and easy robot movement recording process. The recording process is performed when parts of the MLR are manually moved by the user. Afterwards, the playback process of the recorded movement can be performed. The MLR has 4 degrees of freedom and uses four servo motors to perform rotational movement, upward-downward movement, forward-backward movement, and gripping movement. The servo motors are modified so that each of them has one additional terminal that serves to provide position feedback. On the recording process, the position of all servo motors is recorded on Arduino Uno EEPROM every 200 milliseconds time interval. In the playback process, the recorded position is sent to the servo motors as input, and the MLR repeats the recorded movement. The MLR is tested to move workpieces with accuracy requirement of Â± 3cm. MLR is able to repeat the movement to move 1 workpiece for 30 cm displacement with a success rate of 80%. In addition, MLR is able to playback the movement to move 2 workpieces for 60 cm displacement with a success rate of 85%.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pada penelitian ini diajukan suatu prototipe manipulator lengan robot (MLR) berbasis Arduino yang bekerja dengan metoda kendali lead-through. Melalui metoda kendali lead-through, proses pemrograman gerakan robot digantikan dengan proses perekaman gerakan robot yang sederhana dan mudah. Pada proses perekaman (recording), bagian-bagian dari MLR digerakkan secara manual oleh pengguna. Setelah itu dapat dilakukan proses pemutaran ulang (playback) dari gerakan yang telah direkam. MLR memiliki 4 derajat kebebasan dan mempergunakan empat motor servo untuk melakukan gerakan rotasi, gerakan naik-turun, gerakan maju-mundur, dan gerakan mencengkeram. Motor servo dimodifikasi sehingga memiliki satu terminal tambahan yang berfungsi untuk memberikan umpan balik posisi. Pada proses perekaman, posisi dari semua motor servo direkam pada EEPROM Arduino Uno setiap rentang waktu 200 milidetik. Pada proses pemutaran ulang, posisi yang telah direkam dikirimkan sebagai masukan motor servo, dan MLR mengulangi gerakan yang telah direkam. MLR diuji untuk memindahkan benda kerja dengan tuntutan akurasi sebesar Â±&amp;nbsp;3cm . MLR mampu mengulangi gerakan memindahkan 1 benda kerja berjarak perpindahan 30&amp;nbsp;cm dengan tingkat keberhasilan 80% . Selain itu, MLR mampu memutar ulang gerakan memindahkan 2 benda kerja berjarak perpindahan 60&amp;nbsp;cm dengan tingkat keberhasilan 85%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2020-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3532</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v6i1.3532</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-14</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-14</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v6i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3532/1225</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Erwin Sitompul</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/3563</identifier>
				<datestamp>2020-12-29T10:49:21Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Perancangan Dinding Pemecah Pada Mesin Pengupas Kulit Kopi Kering</dc:title>
	<dc:creator>Sahar, Muzni</dc:creator>
	<dc:creator>Al Dhaffa, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Akhyan, Amnur</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Coffee is a beverage that is relatively favored by the people of Indonesia because of its taste and aroma. Takengon, Central Aceh district is one of the regions producing coffee beans in Indonesia. Many of the coffees we drink today are the result of coffee plantations originating from there. But many do not know that the process of making coffee drinks is not so easy, especially during the process of stripping the skin on coffee beans. The process of stripping the coffee husk is carried out by the community usually by turning the mill manually which is rotated by hand. Thus came the idea to make a Coffee Skin Peeling Machine Using Two Knives that can simplify the process of stripping the coffee skin efficiently and simply. This machine has 2 parts that can facilitate the stripping process, namely the rectifier shaft and paring knife. This machine can separate the results of stripping between beans and coffee mechanically and the best stripping percentage during the stripping process is 83% with an error percentage of 17 %.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kopi merupakan salah satu minuman yang relatif banyak digemari oleh masyarakat Indonesia karena rasa dan aromanya. Takengon, kabupaten Aceh Tengah merupakan salah satu daerah penghasil biji kopi di Indonesia. Banyak kopi-kopi yang kita minum sekarang ini merupakan hasil dari perkebunan biji kopi yang berasal dari daerah tersebut. Tetapi banyak yang tidak mengetahui bahwa proses pembuatan minuman kopi tidak begitu mudah terutama pada saat proses pengupasan kulit pada biji kopi. Proses pengupasan kulit kopi yang dilakukan oleh masyarakat biasanya dengan cara memutar gilingan secara manual yaitu diputar dengan tangan. Maka dari itu munculah ide untuk membuat perancangan dinding pada mesin pengupas kulit kopi kering yang dapat mempermudah proses pengupasan kulit kopi secara efisien dan sederhana. Mesin ini memiliki 2 buah bagian yang dapat mempermudah proses pengupasan yaitu bagian pengupas dan bagian pemecah kulit kopi. Mesin ini dapat memisahkan hasil pengupasan antara biji dan kulit kopi secara mekanik dan persentase pengupasan terbaik selama proses pengupasan sebesar 96% .</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2020-08-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3563</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v6i1.3563</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 32 - 41</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 32 - 41</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v6i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3563/1278</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Muzni Sahar</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/3600</identifier>
				<datestamp>2022-09-05T06:17:47Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Modifikasi Frekuensi Switching pada LED Driver Menggunakan Oscillator Lorenz Analog untuk Mereduksi Conducted EMI</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Modifikasi Frekuensi Switching pada LED Driver Menggunakan Oscillator Lorenz Analog untuk Mereduksi Conducted EMI</dc:title>
	<dc:creator>Hariyawan, Mohammad Yanuar</dc:creator>
	<dc:creator>Harpawi, Noptin Harpawi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Light emitting diode (LED) are becoming increasingly popular in a variety of applications, due to low power, high efficiency and low maintenance. To achieve high efficiency, switched mode power supply (SMPS) is applied. SMPS is implemented with pulse width modulation (PWM) which operates at a constant frequency. Constant switching frequency produces significant emissions in a number of frequencies, this emission is called electromagnetic interference (EMI). The EMI generated includes the fundamental operation frequency of the power supply and its harmonics through a conducted and radiated mechanism. As a result, SMPS has the potential to be unable to meet the electromagnetic compatibility (EMC) standard. Modification of switching in SMPS using spread spectrum techniques is a cheap and efficient solution in EMI mitigation. In this research, switching modification is done on LED drivers with chaotic Lorenz signals. The Lorenz chaotic signal is applied to the LED evaluation board and then the EMI performance is seen compared to when the LED driver works with a constant frequency. When applied to the Lorenz chaotic signal there was a decrease in the level of emission of the largest EMI which is equal to 16.5 dBÂµV</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Lampu light emitting diode (LED) menjadi semakin populer digunakan dalam berbagai macam aplikasi, karena penggunaan daya yang rendah, efisiensi yang tinggi dan perawatan yang rendah. Untuk mencapai efisiensi yang tinggi dalam transfer energi pada catu daya LED,&amp;nbsp; diterapkan switched mode power supply (SMPS). SMPS diimplementasikan dengan pulse width modulation (PWM) yang beroperasi pada frekuensi konstan. Frekuensi switching konstan menghasilkan emisi yang signifikan di sejumlah frekuensi, emisi ini dinamakan electromagnetic interference (EMI). EMI yang dihasilkan termasuk di dalamnya frekuensi operasi fundamental catu daya dan harmoniknya melalui mekanisme conducted dan radiated. Sebagai akibatnya, SMPS berpotensi tidak bisa memenuhi standar electromagnetic compatibility (EMC). Modifikasi switching pada SMPS menggunakan teknik spread spectrum merupakan solusi yang murah dan berdaya guna dalam mitigasi EMI. Pada penelitian ini dilakukan modifikasi switching pada LED driver dengan sinyal chaotic Lorenz. Sinyal chaotic Lorenz diterapkan pada LED evaluation board kemudian dilihat kinerja EMI-nya dibandingkan saat LED driver bekerja dengan frekuensi konstan. Ketika diterapkan sinyal chaotic Lorenz terjadi penurunan level emisi EMI terbesar sebesar 16,5 dBÂµV.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3600</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v6i2.3600</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 53 - 61</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 53 - 61</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v6i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3600/1479</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Mohammad Yanuar Hariyawan, Noptin Harpawi Harpawi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/3636</identifier>
				<datestamp>2021-04-01T01:27:10Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Comparison Of 3d Printer and Wood Casting Pattern</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">COMPARISON OF 3D PRINTER AND WOOD CASTING PATTERN</dc:title>
	<dc:creator>Abdillah, Hamid</dc:creator>
	<dc:creator>Munadi, Muhammad </dc:creator>
	<dc:creator>Supriyadi, Nur Wachid </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Cast patterns are replicas of objects used as a reference in the casting process. Making cast patterns is still dominated by conventional processes using wood. This study aims to compare the conventional wood cast patterns with cast patterns made using a 3D printer. This research was conducted by making cast pattern products using conventional methods and 3D printers. Conventional pattern making uses a woodworking process while the 3D printer pattern uses a 3D printer stereolithography (SLA) system. Conventional cast patterns and 3D printer products are then compared in terms of geometric quality and size precision. The results obtained are the cast patterns made with a 3D printer have an advantage in precision the size is better than conventional patterns. As for the quality of the geometry and surface roughness both methods have good results. this opens the opportunity to conduct a more in-depth review of 3D printer applications in the metal casting sector</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pola cor merupakan replika dari benda yang digunakan sebagai acuan dalam proses pengecoran. Pembuatan pola cor masih didominasi dengan proses konvensional menggunakan kayu. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbandingan antara pola cor konvensional kayu dengan pola cor yang dibuat menggunakan 3D printer. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pembuatan produk pola cor menggunakan metode konvensional dan 3D printer. Pembuatan pola konvensional menggunakan proses pengerjaan kayu sedangakan pola 3D printer menggunkan 3D printer sistem stereolithography (SLA). Produk pola cor konvensional dan 3D printer kemudian dibandingkan dari sisi kualitas geometri dan presisian ukuran. Hasil yang diperoleh adalah pola cor hasil pembuatan dengan 3D printer memiliki keunggulan dalam kepresisian ukuran yang lebih baik dibandingkan dengan pola konvensional. Sedangkan untuk kualitas geometri dan kekasaran permukaan kedua metode sama-sama memiliki hasil yang baik. hal ini membuka peluang untuk melakukan tinjauan lebih mendalam mengenai aplikasi 3D printer dalam sektor pengecoran logam</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3636</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v6i2.3636</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 70 - 80</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 70 - 80</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v6i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3636/1481</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Hamid Abdillah</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/3696</identifier>
				<datestamp>2021-04-01T01:27:10Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Rancang Bangun Ransel Skateboard Listrik dengan Motor DC Brushless</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Rancang Bangun Ransel Skateboard Listrik dengan Motor DC Brushless</dc:title>
	<dc:creator>Tianur, Tianur</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Electric Skateboard Backpack is a means of transportation used to facilitate moving from one place to another. This means of transportation is designed as a means of transportation that is easy to carry, does not require large space for storage, esthesis and environmentally friendly. This Electric Skateboard Backpack is designed with a simple frame which consists of a Skateboard storage area and an easily foldable frame system that uses its users when carrying and storing it. This Electric Skateboard Backpack uses a brushless DC Motor drive system for the hub type because it is efficient, environmentally friendly and suitable for electric vehicle. This Electric Skateboard Backpack has a length dimension of 800 mm and a height of 700 mm and has a frame system that can be folded thereby reducing the dimensions of its length. Based on testing this Electric Skateboard Backpack can carry loads that can be transported weighing 80 kg and the use time of this tool can reach 50 minutes of normal use. The speed that can be achieved is 7,2 km / hr in no-load conditions on the rough surface.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Ransel Skateboard Listrik adalah alat transportasi yang dipergunakan untuk memudahkan berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya. Alat transportasi ini dirancang sebagai alat transportasi yang mudah di bawa,tidak memerlukan ruang besar untuk penyimpanan, estesis dan ramah lingkungan. Ransel Skateboard Listrik ini dirancang dengan rangka yang sederhana yakni terdiri dari tempat penyimpanan Skateboard dan sistem rangka yang mudah dilipat yang menggunakan penggunanya saat membawa dan menyimpannya. Ransel Skateboard Listrik ini menggunakan sistem penggerak Motor DC brushless tipe hub motor karena efisien, ramah lingkungan dan cocok untuk kendaraan elektrik. Ransel Skateboard Listrik ini memiliki dimensi panjang 800 mm dan tinggi 700 mm dan memiliki sistem rangka yang dapat dilipat sehingga mengurangi dimensi panjangnya. Berdasarkan pengujian Ransel Skateboard Listrik ini dapat membawa beban yang dapat diangkut adalah seberat 80 kg beban dan lama penggunan alat ini dapat mencapai waktu 50 menit penggunaan normal. Kecepatan yang dapat dicapai adalah 7,2 km/jam tanpa pada permukaan kasar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3696</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v6i2.3696</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 10-18</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 10-18</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v6i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3696/1472</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Tianur Tianur</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/3743</identifier>
				<datestamp>2021-09-07T04:09:28Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Management of water usage and availability at home base on IoT</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Manajemen Ketersediaan dan Penggunaan Air pada Rumah Tangga Berbasis IoT</dc:title>
	<dc:creator>Susantok, Mochamad</dc:creator>
	<dc:creator>Ramadhan, Tama</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Water one of important resource which needs to be managed wisely, especially at home usage. Water management at home is about control water availability on a water tank and monitoring how many liters of daily usage. To improve that issue, in this paper we propose an integrated system that allows managing water in two functions, first to maintain the water level in the water tank is about 15%-85% from water tank capacity. Second, users can monitor water usage real-time in daily for efficiency purposes. This system consists of sensors that connect through the internet using NodeMCU ESP8266 as a microcontroller to collect data of sensors and send them to the Blynk cloud server as an IoT platform. Another side, the Blynk app installed on the user smartphone can read data sensors that storage in the Blynk server, as monitoring to analyze water usage and water level in the water tank. The result of this system is working properly with a percentage error 1,96% - 3.84% for minimum and maximum threshold control water level in the water tank. The accuracy of water usage is about 98,28% or 1.72% error rate. This system proved can help the user easily with their smartphone to manage water availability automatically and to analyze water usage for efficiency purposes. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Air merupakan sumber energi bagi paling penting bagi kehidupan yang perlu diatur ketersediaan dan penggunaanya. Manajemen air dirumah tangga adalah terkait ketersediaanya dalam tandon air dan penggunaannya yang bisa dikontrol. Penelitian dalam paper ini membangun sistem manajemen air dalam rumah tangga yang terdiri dari 2 sub sistem, pertama sistem otomasi pengisian tandon air dengan kontrol hidup/mati pompa air untuk menjaga ketersediaan air dalam tandon berkisar 15%-85% dari kapasitas tandon. Algoritma percabangan bersyarat digunakan untuk menjaga ketersediaan air dalam tandon di range tersebut. Kedua, sistem monitoring penggunaan air dengan akumulasi secara riil time yang bisa dievaluasi berdasarkan waktu. Sensor-sensor dihubungkan ke NodeMCU ESP8266 sebagai penangkap dan pengirim data sensor ke Blynk server melalui jaringan internet. Infrastruktur akses internet menggunakan WiFi lokal (WLAN) yang menghubungkan NodeMCU ESP8266 sebagai wireless client ke Wireless Router, sedangkan aplikasi blynk pada smartphone terhubung ke Blynk untuk melihat data sensor melalui jaringan seluar. Hasil yang didapatkan bahwa kontrol ketersediaan air dalam tandon berfungsi baik dengan prosentase kesalahan sebesar 1.96% - 3.84%. Sedangkan akurasi pembacaan volume air yang digunakan mencapai 98,28% atau prosentase kesalahannya adalah 1.72%. Blynk sebagai platform IoT berfungsi sangat baik sebagai penyimpan data sensor secara online dan penyedia aplikasi monitoring dan kontrol pada perangkat smartphone android.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3743</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v7i1.3743</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-10</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-10</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v7i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3743/1687</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Mochamad Susantok; Tama Ramadhan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/3786</identifier>
				<datestamp>2021-04-01T01:27:10Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">The Design of Semi Automatic Wall Painting Equipment Based on ATMega8535 Microcotroller</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Rancang Bangun Alat Pengecat Dinding Semi Otomatis Berbasis Mikrokotrolel ATMega8535</dc:title>
	<dc:creator>Zaira, Jupri Yanda</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">The painting process is a necessity to beautify a room, where automatic wall painting tools can be used as a solution to lighten human work that can help routine tasks in the process of painting walls in a room. The system used in the design of the automatic wall painting tool is to use the ATMega8535 microcontroller control system. The test is carried out by making the initial settings on the painting tool that has been determined, after which the controller button is activated, and then the tool will immediately paint the wall semi automatically, where the movement of the tool arm uses a DC motor power window, and the paint brush uses a rolers that is usually used to paint wall in a room. The movement of the design and construction of this wall painting tool is carried out automatically, where the command from the push button will be processed in the microcontroller, namely ATMega8535 before being forwarded to the actuator, namely the DC motor which is regulated by the motor driver. The results of this study are this wall painting tool has a painting range of 2 m x 2 m with a time of 27.3 minutes, and to get an even result, it must be done 3 times. The maximum motor capacity required to operate the wall painters for the power window motor is a maximum of 18.13 VA, and for a DC motor the maximum is 18.32 VA.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Proses pengecatan menjadi suatu kebutuhan untuk memperindah sebuah ruangan, dimana alat pengecat dinding otomatis dapat dijadikan solusi untuk meringankan pekerjaan manusia yaitu dapat membantu tugas rutinitas dalam proses pengecatan dinding&amp;nbsp; pada sebuah ruangan. Sistem yang digunakan pada rancang bangun alat pengecat dinding otomatis adalah menggunakan sistem kontrol mikrokontroler ATMega8535. Pengujian dilakukan dengan cara membuat settingan awal pada alat pengecatan sudah ditentukan, setelah itu tombol kontroler di aktifkan, dan selanjutnya alat akan langsung mengecat dinding secara semi otomatis, dimana pergerakan lengan alat menggunakan motor DC power window, dan kuas cat&amp;nbsp; menggunakan roler yang biasa dipakai untuk mengecat dinding pada suatu ruangan. Pergerakan rancang bangun alat pengecat dinding ini dilakukan secara otomatis, dimana perintah dari push button akan diproses di mikrokontroler yaitu ATMega8535 sebelum diteruskan ke aktuator yaitu motor DC yang diatur oleh driver motor. Hasil dari penelitian ini adalah Alat pengecat dinding ini mempunyai jangkauan pengecatan 2 m x 2 m dengan waktu 27,3 menit, dan untuk mendapatkan hasil merata harus dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan. Kapasitas maksimum motor yang dibutuhkan untuk mengoperasikan alat pengecat dinding untuk motor power window maksimum sebesar 18,13 VA, dan untuk motor DC maksimum sebesar 18,32 VA.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3786</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v6i2.3786</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 32-41</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 32-41</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v6i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/3786/1475</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jupri Yanda Zaira</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/4368</identifier>
				<datestamp>2022-09-05T06:18:09Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peningkatan Gain Antena Mikrostrip Patch Rectangular dengan Metode Element Parasitic Pada Frekuensi 2.1 GHz</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Peningkatan Gain Antena Mikrostrip Patch Rectangular dengan Metode Element Parasitic Pada Frekuensi 2.1 GHz</dc:title>
	<dc:creator>Indani, Wira</dc:creator>
	<dc:creator>Sembiring, Jhones Rona </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">The development of the world of wireless telecommunications is quite rapid, this is because the mobility of people who are increasingly demanding to move and move always, and dependence on communication media is quite high. One of the most influential devices in wireless media is an antenna. Where in this paper will discuss the design of a microstrip antenna in order to increase the gain using the parasitic element method and the iteration technique of the slot position with the rectangular slot to increase the return loss value on the antenna. For the type of substrate used is FR-4 Epoxy with h = 1.6 mm Îµ_r = 4.6 and the feeding technique used is the microstrip line. From the research results, it was found that adding parasitic techniques to the antenna was able to produce a gain twice as large as without parasitic elements. In addition, when the state is added the slot position iteration technique is able to produce a better return&amp;nbsp;loss value than the patch optimization state. So that the optimal results are obtained on a single band 2.1 GHz antenna with a return loss of -13.20 dB VSWR 1.53 impedance 50.44 Î© and a gain of 4.79 dB.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Perkembangan dunia telekomunikasi nirkabel cukup pesat, hal ini dikarenakan mobilitas orang yang semakin hari semakin cepat menuntut untuk bergerak dan bergerak selalu, serta ketergantungan terhadap media komunikasi cukup tinggi. Salah satu perangkat yang sangat berpengaruh dalam media nirkabel adalah antenna. Dimana pada paper ini akan membahas perancangan antena mikrostrip agar dapat meningkatkan gain menggunakan metode elemen parasitic dan teknik iterasi posisi slot dengan rectangular slot untuk meningkatkan nilai return loss pada antena. Untuk jenis substrat yang digunakan adalah FR-4 Epoxy dengan h = 1,6 mm&amp;nbsp; &amp;nbsp;dan teknik pencatuan yang digunakan adalah microstrip line. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa dengan cara menambahkan teknik parasitic pada antena mampu menghasilkan gain dua kali lebih besar dari keadaan tanpa elemen parasitic. Selain itu, saat keadaan ditambahkan teknik iterasi posisi slot mampu menghasilkan nilai return loss yang lebih baik dari keadaan optimasi patch. Sehingga didapatkan hasil paling optimal pada antena single band 2,1 GHz dengan return loss -13.20 dB VSWR 1.53 impedansi 50,44 Î© dan gain 4.79 dB.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4368</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v6i2.4368</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 62 - 69</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 62 - 69</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v6i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4368/1480</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Wira Indani, Jhones Rona  Sembiring</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/4388</identifier>
				<datestamp>2021-09-07T04:09:03Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Klasifikasi Suara Paru Normal dan Abnormal Menggunakan Discrete Wavelet Transform dan Jaringan Saraf Tiruan yang Dioptimasi dengan Algoritma Genetika</dc:title>
	<dc:creator>Rizal, Achmad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">The human body consists of several vital organs that have an important role in humans life. One of the vital organs of humans is the lungs, which is responsible for the respiratory system to meet the body&#039;s oxygen needs. Respiratory system disorders can cause death. One method doctors use to diagnose lung disorders is by listening to breathing sounds using a stethoscope. However, the use of a stethoscope can still be misdiagnosed due to several factors, such as the doctor&#039;s ability, doctor&#039;s experience, doctor&#039;s sensitivity, and similar lung sound patterns. In this study, lung sounds classification using the Discrete Wavelet Transform (DWT) method and Artificial Neural Networks were optimized with Genetic Algorithms. Lung sounds are considered as sounds from the respiratory system, then normalized, and the DWT coefficient is calculated. The lung sound signal characteristics are obtained by calculating the entropy at the DWT coefficient. Furthermore, the classification is solved using Artificial Neural Networks and optimized with Genetic Algorithms. Based on this solution, the classification of lung sounds can be completed with an accuracy of up to 63.71%</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tubuh manusia terdiri dari beberapa organ vital yang memiliki peranan penting agar manusia dapat bertahan hidup. Salah satu organ vital manusia adalah paru-paru yang bertugas dalam sistem pernapasan untuk memenuhi kebutuhan oksigen pada tubuh. Gangguan pada sistem pernapasan dapat menyebabkan kematian. Salah satu cara yang digunakan dokter untuk mendiagnosis gangguan pada paru-paru adalah dengan mendengarkan suara pernapasan menggunakan stetoskop. Namun, dalam penggunaan stetoskop masih bisa terjadi kesalahan mendiagnosis karena beberapa faktor, seperti kemampuan, pengalaman, dan kepekaan pendengaran dokter, serta pola suara yang hampir mirip. Pada penelitian ini dilakukan klasifikasi suara paru menggunakan metode Discrete Wavelet Transform (DWT) dan Jaringan Saraf Tiruan yang dioptimasi oleh Algoritma Genetika. Suara paru dianggap sebagai suara dari sistem pernapasan, kemudian dilakukan normalisasi dan perhitungan koefisien DWT. Karakteristik sinyal suara paru diperoleh dengan menghitung entropi pada koefisien DWT. Selanjutnya dilakukan klasifikasi dengan Jaringan Saraf Tiruan dan dioptimasi oleh Algoritma Genetika. Berdasarkan solusi tersebut, klasifikasi suara paru-paru dapat diselesaikan dengan akurasi hingga 63,71%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4388</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v7i1.4388</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 20-34</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 20-34</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v7i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4388/1712</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Achmad Rizal</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/4396</identifier>
				<datestamp>2022-09-05T06:18:38Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Rancang Bangun Drone Quadcopter Tanpa Awak Penyiram Pupuk Tanaman</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Rancang Bangun Drone Quadcopter Tanpa Awak Penyiram Pupuk Tanaman</dc:title>
	<dc:creator>Widiasari, Cyntia</dc:creator>
	<dc:creator>Dulan Este, Raja S. Agustinus </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Currently, the fertilization process is carried out by farmers is still classified as manual. This method forces directly contact with fertilizers, which are chemicals. Continuoulys contact can cause itching or irritation of the skin and can even cause an infection of the skin. Advances in technology have enabled humans to create quadcopters that can help the fertilization process. The quadcopter designed in this research is equipped with a motor pump that will activate the fertilizer sprinkling system. Arduino and LDR sensors function to make the quadcopter automatically spray fertilizer according to the predetermined Waypoint. The information received by the fs-ia6b receiver module will be processed by AMP Pro which will later control the quadcopter system. ESC (Electronic Speed â€‹â€‹Controller) as motor speed control as well as supporting devices and devices such as a compass as directions and Mission Planner software to support automatic flying to the destination. The test results showed that the position error of spraying the appropriate fertilizer at a predetermined point turned out to have a shift in position. The point shift is 0.2 - 0.5 meters. The quadcopter can lift loads stably from 300-600 ml, with a battery capacity of 5500 mAH and a voltage of 22.2V. The quadcopter can fly without additional load for 10-15 minutes. When the 600 ml is added, the quadcopter can fly for about 7-8 minutes.
&amp;nbsp;
Keywords: Fertilization, Quadcopter, AMP Pro, Waypoint, Mission Planner.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Saat ini proses pemupukan yang dilakukan petani masih tergolong manual. Cara ini memaksa petani bersentuhan langsung dengan pupuk yang merupakan bahan kimia. Kontak yang terus menerus dapat menyebabkan gatal ataupun iritasi pada kulit bahkan dapat menyebabkan infeksi terhadap kulit. Kemajuan teknologi menjadikan manusia mampu menciptakan quadcopter yang dapat membantu proses pemupukan. Quadcopter yang dirancang pada penelitian ini dilengkapi dengan sebuah motor pompa yang akan mengaktifkan system penyiraman pupuk. Arduino dan sensor LDR berfungsi untuk membuat quadcopter menyemprotkan pupuk secara otomatis sesuai dengan Waypoint yang sudah ditentukan. Informasi yang diterima oleh modul receiver fs-ia6b tersebut akan diolah oleh AMP Pro yang nantinya akan mengontrol system quadcopter. ESC (Electronic Speed Controller) sebagai kontrol kecepatan motor serta perangkat serta prangkat pendukung seperti compass sebagai petunjuk arah dan softwere Mission Planner sebagai pendukung otomatis terbang ke tujuan. Hasil pengujian didapatkan eror posisi menyemprotkan pupuk yang sesuai di titik yang sudah ditentukan ternyata mengalami pergeseran posisi. Pergeseran titik sebesar 0,2 â€“ 0,5 meter. Quadcopter dapat mengangkat beban dengan stabil mulai dari 300-600 ml, dengan kapasitas baterai 5500 mAH dan tegangan 22,2V. Quadcopter dapat terbang tanpa penambahan beban selama 10-15 menit. Ketika dilakukan penambahan beban sebesar 600 ml, quadcopter dapat terbang sekitar 7-8 menit.
Kata kunci: Pemupukan, Quadcopter, AMP Pro, Waypoint, Mission Planner.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4396</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v6i2.4396</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 81 - 90</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 81 - 90</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v6i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4396/1482</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Cyntia Widiasari</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/4423</identifier>
				<datestamp>2021-04-01T01:27:10Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RANCANG BANGUN SISTEM PENGERING GAPLEK TIPE HIBRIDA KOMBINASI ANTARA SISTEM EFEK RUMAH KACA DAN TUNGKU BIOMASSA </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">RANCANG BANGUN SISTEM PENGERING GAPLEK TIPE HIBRIDA ANTARA EFEK RUMAH KACA (ERK) DAN TUNGKU BIOMASSA</dc:title>
	<dc:creator>Pramudita, Brahmantya Aji</dc:creator>
	<dc:creator>Aprillia, Bandiyah Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Rizal, Achmad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">The greenhouse system works by utilizing solar thermal energy. It has a deficiency because it depends on weather to get maximum solar thermal energy. This deficiency can interfere with the drying process of plantation products, especially gaplek. Therefore, biomass furnace is added to overcome the dependence of solar thermal energy. The result of the proposed hybrid dryer system can control the temperature below 60â„ƒ. Moreover, the humidity can reach a minimum point of 60% while the temperature is 57â„ƒ. Those results show the system can give nomerous dry air to the dryer room because the greenhouse system is equipped with an exhaust fan. Thus, gaplek can appropriately dry according to the desired grade. Then, the cost of operating the proposed hybrid drying system is inexpensive, which is Rp 158.194,65 per year.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Sistem pengering tipe efek rumah kaca (ERK) bekerja dengan memanfaatkan energi panas matahari. Cara kerja tersebut memiliki kekurangan karena sangat bergantung pada cuaca untuk mendapatkan energi panas matahari secara maksimal. Kekurangan tersebut dapat mengganggu proses pengeringan hasil pengolahan produk perkebunan, khususnya gaplek. Oleh karena itu, tungku biomassa ditambahkan untuk mengatasi ketergantungan terhadap energi panas matahari. Hasil sistem pengering hibrida yang diusulkan mampu mengendalikan suhu di bawah 60â„ƒ. Selain itu, nilai kelembapan dapat mencapai titik minimum 16% ketika suhu mencapai titik maksimum 57â„ƒ. Hasil tersebut menunjukkan sistem mampu memberikan udara kering yang banyak karena sistem pengering ERK dilengkapi dengan exhaust fan. Sehingga gaplek dapat kering sesuai dengan mutu yang diinginkan. Kemudian, biaya yang dikeluarkan untuk pengoperasian sistem pengering hibrida yang diusulkan sangat murah, yaitu Rp 158.194, 65 per tahun.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4423</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v6i2.4423</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-9</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1-9</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v6i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4423/1471</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Brahmantya Aji Pramudita, Bandiyah Sri Aprillia, Achmad Rizal</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/4431</identifier>
				<datestamp>2023-04-10T21:11:16Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Alat Pemeras Lendir (Depulper) dan Pengering Biji Kakao Berbasis Programmable Logic Controller (PLC)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Alat Pemeras Lendir (Depulper) dan Pengering Biji Kakao Berbasis Programmable Logic Controller (PLC)</dc:title>
	<dc:creator>wahyuni, retno tri</dc:creator>
	<dc:creator>Saputra, Dodi </dc:creator>
	<dc:creator>Susianti, Elva</dc:creator>
	<dc:creator>Amirul, Amirul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kualitas biji kakao kering sangat tergantung pada proses pengeringannya. Laju pengeringan biji kakao perlu diatur agar kualitas biji kakao kering tetap terjaga. Laju pengeringan yang terlalu cepat menyebabkan asam asetat terperangkap dalam biji yang mempengaruhi aroma dan rasa. Laju pengeringan yang lambat menyebabkan biji kakao membusuk atau tumbuh tunas. Proses pengeringan biji kakao dapat dilakukan secara konvensional menggunakan panas matahari atau menggunakan mesin pengering. Penggunaan mesin pengering memungkinkan pengeringan kapan saja tanpa dipengaruhi cuaca. Mesin pemeras dan pengering biji kakao merupakan alat yang dirancang dari segi mekanik dan elektronik agar dapat mengeringkan biji kakao dengan baik. Pengujian secara mekanik menunjukkan bahwa mesin cukup stabil untuk mengeringkan kakao sampai dengan berat 5Kg dengan putaran motor maksimal 1000rpm. Sistem elektronik terdiri dari bagian input, kontroller dan output. Bagian input terdiri dari tombol start stop dan sensor thermocouple, kontroller berupa programmable logic controller (PLC) sedangkan output berupa elemen pemanas (heater) dan motor AC. Pada mesin pengering biji kakao ini, suhu yang paling sesuai agar laju pengeringan tepat adalah sebesar 500 Celcius. Silinder pengering diputar menggunakan motor AC agar energi panas dapat tersebar secara merata. Hasil uji coba menunjukkan bahwa mesin pengering dapat mengontrol suhu silinder stabil disekitar 500 Celcius dan dapat mengeringkan biji kakao dalam waktu 3,sampai dengan 5 jam tergantung berat biji yang dikeringkan dan kandungan airnya. Konsumsi daya listrik rata-rata pada mesin adalah sebesar 0,542 KWh.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">The quality of dry cocoa beans is highly dependent on the drying process. The drying rate of cocoa beans needs to be regulated so that the quality of dry cocoa beans is maintained. The drying rate that is too fast causes the acetic acid to become trapped in the seeds, affecting the smell and taste. The slow drying rate causes the cocoa beans to rot or to sprout. The drying process of cocoa beans can be done conventionally using the sun&#039;s heat or using a drying machine. The use of a drying machine allows drying at any time without being affected by the weather. A cocoa bean press and drying machine is a device designed from a mechanical and electronic perspective to properly dry the cocoa beans. The electronic system consists of input, controller and output parts. The input section consists of a start stop button and a thermocouple sensor, the controller is a programmable logic controller (PLC) while the output is a heating element (heater) and an AC motor. In this cocoa bean drying machine, the most suitable temperature for the proper drying rate is 500 Celsius. The drying cylinder is rotated using an AC motor so that heat energy can be distributed evenly. The test results show that the drying machine can control a stable cylinder temperature around 500 Celsius and can dry the cocoa beans in 3.5 to 5 hours depending on the weight of the beans being dried and their water content.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2020-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4431</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v6i2.4431</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 19-31</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 19-31</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v6i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4431/1474</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 retno tri wahyuni</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/4448</identifier>
				<datestamp>2022-01-06T04:36:13Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/4448</identifier>
				<datestamp>2023-02-14T00:10:32Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Penerapan Voltage Level Detector  (VLD)With Hysteresis Untuk Kontrol Level Air</dc:title>
	<dc:creator>Harpawi, Noptin </dc:creator>
	<dc:creator>Triyani, Yuli</dc:creator>
	<dc:creator>Susantok, Mochamad </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Control and monitoring problems of water levels in a tank is always an issue. &amp;nbsp;As a solution, methods and case studies are always evolving. However, there are similarities in each case study, namely determining the threshold level value according to the desired level. The voltage level detector with hysteresis method offers a simpler method in determining the threshold value than other methods that use logic 0 and 1 or on and off. The on-off method in general will fail if the input signal to the system is unstable due to various causes of interference. This hysteresis function makes it flexible in setting the desired voltage level as the upper and lower threshold values. In implementation, this threshold value is used to monitor the water level or volume of water in a tank. The test results of this method have a success rate of 100%. The water pump will stop at 80% tank level and the pump will start at 20% tank level.
Keywords: voltage level detector, hysteresis, threshold voltage</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Permasalahan kontrol dan monitoring level air dalam suatu wadah merupakan isu yang selalu ada. Baik dari segi metode sebagai solusi permasalahan maupun dari segi studi kasusnya selalu berkembang. Namun ada kesamaan dalam setiap studi kasusnya yaitu menentukan nilai level threshold sebagai ambang batas yang diinginkan. Metode voltage level detector with hysteresis menawarkan metode yang lebih sederhana dalam menentukan nilai ambang batas yang secara umum dari pada metode yang lain menggunakan logika 0 dan 1 atau on dan off. Metode on-off secara umum akan mengalami kesulitan jika sinyal masukan ke sistem tidak stabil dikarenakan berbagai sebab gangguan atau noise. Fungsi hysteresis ini menjadikan fleksibel dalam pengaturan level tegangan yang diinginkan sebagai nilai ambang batas atas dan bawah. Dalam implementasinya nilai ambang batas ini digunakan untuk memantau level ketinggian air atau volume air dalam suatu wadah. Hasil pengujian dari rangkaian ini memiliki tingkat kesuksesan sebesar 100%. Mesin pompa akan nonaktif pada level wadah 80% dan pompa akan aktif pada level wadah 20%.&amp;nbsp; 
Kata kunci: voltage level detector, hysteresis, tegangan threshold</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2021-10-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4448</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v7i2.4448</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER)</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER)</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4448/1715</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Noptin  Harpawi, Yuli Triyani, Mochamad  Susantok</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/4449</identifier>
				<datestamp>2022-09-05T14:40:17Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Akuisisi Sinyal Electrocardiography (ECG) Berbasis Arduino</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Akuisisi Sinyal Electrocardiography (ECG) Berbasis Arduino</dc:title>
	<dc:creator>Madona, Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Rizki Fadilla</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Heart attack is still one of the leading causes of death worldwide. Much research has been done to make a portable and accurate ECG signal acquisition module as a solution to heart disease problems. This portable and easy-to-use module can be used by patients independently to find out as early as possible any disturbances in the heart&#039;s function. This ECG signal acquisition tool will generate ECG signals that will be utilized to record the patient&#039;s heart signal data. The tool consists of a biopotential circuit as a signal amplifier from the electrode sensor, then LPF filters and non-inverting amplifiers are added to eliminate noise and amplify the signal before entering a later stage. The testing was conducted on 3 subjects with 3 conditions: sitting, climbing stairs, and running. Test results showed the tool was able to display ECG signals at a fairly good PQRST interval, although noise still appeared to affect the signal. Meanwhile, Beat Per Minute (BPM) testing of each subject compared to the BPM calculation results manually resulted in a fairly low error rate of 3.52% for sitting conditions, 2.47% after climbing the stairs, and 3.73% after running.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Serangan jantung masih menjadi salah satu penyakit penyebab kematian di seluruh dunia. Banyak penelitian yang dilakukan untuk membuat modul akuisisi sinyal EKG yang portable dan akurat sebagai salah satu solusi bagi permasalahan penyakit jantung. Modul yang portable dan mudah digunakan dapat dimanfaatkan oleh pasien secara mandiri untuk mengetahui sedini mungkin adanya gangguan pada kerja jantung. Alat akuisisi sinyal EKG yang dibuat ini akan menghasilkan sinyal ekg yang dapat dimanfaatkan untuk merekam data sinyal jantung pasien. Alat ini terdiri dari rangkaian biopotensial sebagai penguat sinyal dari sensor elektroda, lalu filter LPF dan penguat non inverting ditambahkan untuk menghilangkan noise dan menguatkan sinyal sebelum masuk pada tahap selanjutnya. Pengujian dilakukan pada 3 subjek dengan 3 kondisi yakni duduk, naik tangga dan berlari. Hasil pengujian menunjukkan alat ini mampu menampilkan sinyal EKG dengan interval PQRST yang cukup baik, meskipun masih terlihat noise mempengaruhi sinyal tersebut. Sementara itu, pengujian Beat Per Minute (BPM) dari setiap subjek yang dibandingkan dengan hasil perhitungan BPM secara manual menghasilkan tingkat kesalahan yang cukup rendah, yakni 3.52% untuk kondisi duduk, 2.47% setelah naik tangga dan 3.73% setelah berlari</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4449</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v7i1.4449</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 35 - 46</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 35 - 46</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v7i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4449/1713</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Putri Madona, Rizki Fadilla</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/4454</identifier>
				<datestamp>2022-09-05T14:48:44Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Computer Aided Diagnosis (CAD) untuk Phonocardiogram (PCG) Berbasis Fast Fourier Tranform </dc:title>
	<dc:creator>Triyani, Yuli</dc:creator>
	<dc:creator>Khabzli, Wahyuni </dc:creator>
	<dc:creator>Harpawi, Noptin </dc:creator>
	<dc:creator>Styorini, Wiwin </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Data from WHO 2015 shows that 70% of deaths in the world are caused by non-infection diseases, 45% are caused by heart and blood vessel disease, namely 17.7 million from 39.5 million deaths.&amp;nbsp; Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) reported that in 2018, there were 15 of 1000 people, or 2,784,064 individuals in Indonesia suffering from heart disease. Symptoms of heart abnormalities often come suddenly. Therefore, early recognition can help to avoid heart attacks. Doctors currently use a heart sound / phonocardiogram (PCG) to assess the performance of the heart using a stethoscope. The PCGâ€™s diagnosis is very influenced by the subjectivity of doctors because of its relatively weak and physical limitations. So that the possibility of a False Positive Result happening is quite high. To minimize this risk, a Computer Aided Diagnosis (CAD) PCG signal was developed. Several studies have proposed a PCG diagnostic method using the wavelet or Welch method and based on Neural Network are more complex. In this study, a simple diagnosis method is proposed so that the computation is easier and faster with good accuracy. The PCG signal is amplified twice, then the Fast Fourier Transform (FFT) process is carried out to obtain the characteristics of the fundamental frequency and max amplitude. The classification stage uses the Multi Layer Perceptron (MLP). From testing of 55 data PCG, the results obtained accuracy of 90%, sensitivity of 80%, PPV of 100% and NPV of 83.33%.
Keywords: PCG, CAD, FFT, frekuensi fundamental, classification</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4454</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v7i1.4454</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 66-75</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 66-75</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v7i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4454/1716</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Yuli Triyani, Wahyuni  Khabzli, Noptin  Harpawi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/4476</identifier>
				<datestamp>2022-09-05T14:07:38Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aplikasi Metode Taguchi untuk mengetahui Kualitas Kopi Sangrai Liberika berdasarkan Parameter Peyangraian: Taguchi</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Aplikasi Metode Taguchi untuk mengetahui Kualitas Kopi Sangrai Liberika berdasarkan Parameter Peyangraian: Taguchi</dc:title>
	<dc:creator>Novison, Roni</dc:creator>
	<dc:creator>Sapta, Rianda Dwi </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstract
Currently there are still several processes in coffee roasting that still use the traditional way of using a pan made of iron, so it took a long time to roast it and is also less efficient because of the uneven heat generated. One of the processes carried out to simplify the roasting process is by making a coffee roaster using a heater and an electric motor. This heater serves to heat the roasting room so that the heat obtained is evenly distributed throughout the roasting room. Also added is the setting in temperature and motor speed so that the taste of the coffee is more delicious. In this roasting process using the taguchi method so that data retrieval is more efficient with 9 variable experiments where the roasting temperature is 240 â„ƒ, 250 â„ƒ and 260 â„ƒ. Roasting time used is 30, 40 and 50 minutes. Roasting speed at 20 RPM, 40 RPM and 60 RPM. &amp;nbsp;The power electricity used in the process of roasting is 296,96 watt, the calorocity rate of the calor 288,96 J/s. heat (Q) 494,016 and energy 475.200 joule. Where based on the variable SN ratio value of 260 â„ƒ, the frying time of 60 minutes and the roasting speed of 60 RPM occupy the best roasting at reducing water content and acidity (pH)
Keywords: Roasting Coffee, heater, DC Motor, Taguchi, SN Ratio</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Sekarang masih terdapat beberapa proses dalam penyangraian kopi yang masih menggunakan cara tradisional menggunakan wajan terbuat dari besi, jadi butuh waktu lama dalam menyangraianya dan juga kurang efisien karena panas yang dihasilkan kurang merata. Salah satu proses yang dilakukan untuk mempermudah proses penyangraian ini yaitu dengan membuat mesin penyangrai kopi menggunakan heater dan motor bertenaga listrik. Heater ini berfungsi untuk memanaskan ruang penyangraian sehingga panas yang didapat merata diseluruh ruang penyangraian. Juga ditambah pengaturan dalam suhu dan kecepatan motor sehingga cita rasa pada kopi lebih nikmat. Dalam proses penyangraian ini menggunakan metode taguchi agar pengambilan data lebih efisien dengan 9 kali percobaan bervariabel dimana suhu penyangraian sebesar 240â„ƒ, 250â„ƒ dan 260â„ƒ. Waktu sangrai menggunakan 30 , 40 dan 50 menit. Kecepatan penyangraian di 20 RPM, 40 RPM dan 60 RPM. &amp;nbsp;Daya listrik yang digunakan dalam proses penyangraian sebesar 296,96 watt, laju perpindahan kalor sebesar 288,96 J/s. Kalor (Q) sebesar 494,016 dan energi 475.200 Joule. Dimana berdasarkan nilai SN ratio variabel 260â„ƒ, waktu penyangrain 60 menit dan kecepatan penyangraian 60 RPM menempati penyangraian terbaik pada pengurangan kadar air dan tingkat keasaman (pH).
Kata kunci: Penyangraian kopi, heater, motor DC, Taguchi, SN Ratio</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4476</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v7i2.4476</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 89-101</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 89-101</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4476/1734</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Roni Novison</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/4627</identifier>
				<datestamp>2022-09-05T14:43:37Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengembangan Instrumen Pengukuran Aliran Air Berbasis Internet of Things (IoT)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengembangan Instrumen Pengukuran Aliran Air Berbasis Internet of Things (IoT)</dc:title>
	<dc:creator>Kusuma, Hollanda Arief</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuni, M. Irfan</dc:creator>
	<dc:creator>Nugrah, Sapta</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Meteran air yang digunakan PDAM untuk mengetahui penggunaan air di rumah pelanggan masih bersifat analog sehingga pelanggan kesulitan dalam membaca jumlah penggunaan air. Tujuan dari penelitian ini ialah mengembangkan sebuah perangkat sederhana yang dapat mengetahui penggunaan air secara real time oleh pengguna berbasis IoT dengan tingkat akurasi yang baik. Penelitian ini menggunakan Water Flow Sensor, Arduino Pro Mini, Arduino Mega 2560, Modul GSM SIM900A, serta Modul Micro SD Card. Hasil dari penelitian pada saat pengkalibrasian Water Flow Sensor dengan 10 kali percobaan terhadap tujuh parameter yang berbeda didapatkan nilai RMSE sebesar 0,31 L/menit atau menyimpang sekitar 4,12%. Total penggunaan air yang didapat Water Flow Sensor berbanding jauh dengan meteran air PDAM diduga karena debit air yang mengalir dipengaruhi oleh tekanan dan spesifikasi sensor. Pengiriman data ke platform selama 24 jam memiliki tingkat keberhasilan sebesar 98,1%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4627</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v7i1.4627</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 47 - 56</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 47 - 56</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v7i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4627/1714</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Hollanda Arief Kusuma, M. Irfan, Mr. Sapta Nugraha</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/4630</identifier>
				<datestamp>2022-09-05T14:32:14Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">KINERJA TEKNIK PREDISTORSI PADA SISTEM KOMUNIKASI KOOPERATIF DUAL-HOP KANAL TAK SIMETRIS  </dc:title>
	<dc:creator>Milchan, Muhamad</dc:creator>
	<dc:creator>Muhammad Naufal Saniar</dc:creator>
	<dc:creator>Yoedy Moegiharto</dc:creator>
	<dc:creator>Arifin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pada makalah ini akan dilakukan evaluasi penerapan teknik predistorsi baik di sumber dan di relay pada sistem transmisi kooperatif dengan protokol amplify and forward (AF). Model predistorster dan penguat daya tinggi (HPA) di sumber adalah kaskade Wiener-Hammerstein, sedang model predistorter dan HPA di relay adalah inverse Rapp dan model Rapp. Penerapan teknik predistorsi tersebut diterapkan pada kondisi kanal tak simteris, model Ricean fading dan Rayleigh fading. Evaluasi terhadap kinerja teknik predistorsi ditunjukkan dengan nilai bit error rate (BER) di tujuan. Dari hasil simulasi dapat ditunjukkan bahwa penerapan teknik predistorsi di sumber dan di relay menghasilkan kinerja paling baik. Dan penerapan pada kanal&amp;nbsp; tak simteris hasil simulasi menunjukkan bahwa kondisi kanal jalur relay-tujuan (R-D) dan sumber-tujuan (S-D) memiliki pengaruh besar terhadap sinyal yang diterima di tujuan, memberikan kinerja paling baik bila model kanal-kanal tersebut bersifat Ricean fading.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4630</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v7i1.4630</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 11-19</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 11-19</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v7i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4630/1688</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Muhamad Milchan, Muhammad Naufal Saniar, Yoedy Moegiharto, Arifin</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/4698</identifier>
				<datestamp>2022-09-05T14:06:03Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sistem Pengambilan Gelas 250 ml Tertumpuk Dengan Silender Pnuematik Secara Otomatis</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Sistem Pengambilan Gelas 250 ml Tertumpuk Dengan Silender Pnuematik Secara Otomatis</dc:title>
	<dc:creator>Khamdi, Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Tianur</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Small and medium industries are growing rapidly, one of which is the bottled drinking water (AMDK) industry. Therefore, there are so many studies related to the automatic filling of mineral water in both 250 ml and 600 ml glass packaging. However, this research focuses on an automatic water filling system that is controlled by a microcontroller or PLC so that it ignores the container queuing system in the form of glasses or bottles automatically, in the sense of the research the container queuing system is still done manually. The queue of glasses that are arranged in stacks becomes one of the obstacles, because the distance between the first glass and the second glass and so on is very small and can even be said to be close together. This research focuses on the mechanical system to take the glasses one by one which is arranged in a stack between glasses using acrylic material in the shape of a rectangle at a size of 100mm x 180mm. This mechanical system is to separate the bottom glass from the pile of glasses by pushing the bottom glass separator mechanically, using a pneumatic cylinder that moves horizontally. The results of the research are the process of taking 250 ml glasses one by one in a stack of glasses automatically 100% with a minimum stack of 4 glasses.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Industri kecil menengah sedang berkembang pesat salah satunya adalah industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Maka dari itu begitu banyak penelitian yang terkait dengan pengisian air mineral secara otomatis baik dalam kemasan gelas 250 ml maupun 600 ml. Akan tetapi penelitian tersebut berfokus pada system pengisian air otomatis yang di kontrol dengan mikrokontroller atupun PLC sehingga mengabaikan sistem antrian wadah baik berupa gelas ataupun botol secara otomatis, dalam artian penelitian tersebut sistem antrian wadah masih di lakukan secara manual. Antrian gelas yang tersusun secara bertumpuk menjadi salah satu kendala, karena jarak gelas pertama dengan gelas kedua dan seterusnya sangatlah kecil bahkan dapat dinyatakan berdempet. Pada penelitian ini difokuskan pada sistem mekanik untuk mengambil gelas satu persatu yang tersusun secara bertumpuk antar gelas dengan menggunakan bahan akrilik yang berbentuk persegi panjang pada ukuran 100mm x 180mm. Sistem mekanik ini untuk memisahkan gelas yang paling bawah dari tumpukan gelas dengan cara mendorong mekanik pemisah gelas paling bawah, menggunakan silinder pneumatik yang bergerak secara horizontal. Hasil penelitian proses pengambilan gelas 250 ml secara satu per satu dalam tumpukan gelas secara otomatis 100% dengan tumpukan gelas minimal berjumlah 4 gelas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4698</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v7i2.4698</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 74 - 80</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 74 - 80</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4698/1733</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Nur Khamdi, Tianur</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/4760</identifier>
				<datestamp>2022-09-05T07:15:48Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sistem Pengontrolan dan Monitoring Budidaya Sarang Burung Walet Berbasis Android</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Sistem Pengontrolan dan Monitoring Budidaya Sarang Burung Walet Berbasis Android</dc:title>
	<dc:creator>Widiasari, Cyntia</dc:creator>
	<dc:creator>Pratama, Ryan </dc:creator>
	<dc:creator>Styorini, Wiwin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">In the cultivation of swallow nests, swallow breeders experience problems, especially in maintaining the temperature and humidity of the room in the wallet bird house. Swallow breeders must be able to maintain a stable temperature and humidity and maintain the safety of the swallow from owl pests. When the temperature is hot, the swallow room will become dry so that the nest becomes damaged and the swallow feels uncomfortable living in the nest. Based on this, a control and monitoring system for swallow nest cultivation based on Android was created. This system can help reduce the temperature and humidity in the swallow nest room using a dew machine that works automatically and the swallow room door can open/close automatically using an application on a smartphone. This system can work well if given a supply voltage of AC220V and DC12V. The dew machine will work (ON) if the temperature is above 29Â°C or the humidity is less than 70%. The sensor read data will be sent by the NodeMCU to the blynk server and displayed on the smartphone. The swallow room door can be opened or closed based on the light intensity value measured on the LDR sensor which is then sent to the NodeMCU to drive the motor driver and stepper motor. With this system, farmers are expected to be able to monitor and control the condition of swallowâ€™s nests using the blynk application on smartphones in real time.
&amp;nbsp;
Key words: Swallow&#039;s nest, temperature, humidity, swallow room door, dew machine, blynk application</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pada pembudidayaan sarang walet, peternak walet mengalami kendala terutama dalam menjaga temperatur suhu dan kelembaban ruangan pada rumah burung walet. Peternak walet harus dapat menjaga kestabilan suhu dan kelembaban serta menjaga keamanan burung walet dari hama burung hantu. Saat suhu panas, ruangan walet akan menjadi kering sehingga sarang menjadi rusak dan burung walet merasa tidak nyaman tinggal pada sarangnya. Berdasarkan hal tersebut, maka dibuat sistem pengontrolan dan monitoring budidaya sarang burung walet berbasis android. Sistem ini dapat membantu menurunkan temperatur suhu dan kelembaban pada ruangan sarang walet menggunakan mesin embun yang bekerja secara otomatis serta pintu ruang walet dapat terbuka/tertutup secara otomatis menggunakan aplikasi pada smartphone. Sistem ini dapat bekerja dengan baik jika diberi tegangan supply AC220V dan DC12V. Mesin embun akan bekerja (ON) jika suhu diatas 29Â°C atau kelembaban kurang dari 70%. Data hasil pembacaan sensor akan dikirimkan oleh NodeMCU ke server blynk dan ditampilkan pada smartphone. Pintu ruang walet dapat terbuka atau tertutup berdasarkan nilai intensitas cahaya yang terukur pada sensor LDR yang kemudian dikirim ke NodeMCU untuk menggerakkan motor driver dan motor stepper. Dengan adanya sistem ini diharapkan petani dapat memonitoring dan mengontrol kondisi sarang burung walet menggunakan aplikasi blynk pada smartphone secara realtime.
&amp;nbsp;
Kata kunci: Sarang Walet, Suhu, Kelembaban, Pintu Ruang Walet, Mesin Embun, Aplikasi blynk.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4760</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v7i2.4760</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 32 - 41</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 32 - 41</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4760/1722</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Cyntia Widiasari, Ryan  Pratama</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/4929</identifier>
				<datestamp>2022-09-05T06:27:18Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Simulasi Cakupan Area Sinyal Wireless Local Area Network (WLAN) 2,4 GHz Menggunakan Aplikasi Matlab (Studi Kasus di Jurusan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Simulasi Cakupan Area Sinyal Wireless Local Area Network (WLAN) 2,4 GHz Menggunakan Aplikasi Matlab (Studi Kasus di Jurusan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang)</dc:title>
	<dc:creator>Suhairi, M</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah terdapatnya daerah yang lemah dari sinyal Wireless Local Area Network (WLAN) 2,4 GHz di Jurusan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Adanya daerah yang lemah oleh sinyal WLAN disebabkan karena penempatan Access Point (AP) yang kurang tepat dan pengaruh dari faktor lingkungan seperti bentuk bangunan, ukuran, serta material pembangunnya. Penelitian ini membahas tentang luas daerah jangakauan dari AP yang ada di Jurusan Teknik Elektronika, dari AP yang ada belum sepenuhnya menjangkau seluruh daerah yang ada di Jurusan Teknik Elektronika, masih ada daerah yang lemah dari sinyal WLAN dari hasil simulasi yang dilakukan menggunakan aplikasi Matlab . Hasil pengukuran dengan aplikasi Vistumbler, kualitas sinyal cakupan area dari 3 AP yang ada di Jurusan Elektronika cenderung melemah lalu disimulasikan menggunakan aplikasi Matlab didapatkan adanya daerah yang lemah dari sinyal WLAN. Setelah dilakukan simulasi menggunakan 4 AP pada aplikasi Matlab, dari posisi 4 AP tersebut telah mampu menjangkau seluruh daerah yang ada di Jurusan Teknik Elektronika.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah terdapatnya daerah yang lemah dari sinyal Wireless Local Area Network (WLAN) 2,4 GHz di Jurusan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Adanya daerah yang lemah oleh sinyal WLAN disebabkan karena penempatan Access Point (AP) yang kurang tepat dan pengaruh dari faktor lingkungan seperti bentuk bangunan, ukuran, serta material pembangunnya. Penelitian ini membahas tentang luas daerah jangakauan dari AP yang ada di Jurusan Teknik Elektronika, dari AP yang ada belum sepenuhnya menjangkau seluruh daerah yang ada di Jurusan Teknik Elektronika, masih ada daerah yang lemah dari sinyal WLAN dari hasil simulasi yang dilakukan menggunakan aplikasi Matlab . Hasil pengukuran dengan aplikasi Vistumbler, kualitas sinyal cakupan area dari 3 AP yang ada di Jurusan Elektronika cenderung melemah lalu disimulasikan menggunakan aplikasi Matlab didapatkan adanya daerah yang lemah dari sinyal WLAN. Setelah dilakukan simulasi menggunakan 4 AP pada aplikasi Matlab, dari posisi 4 AP tersebut telah mampu menjangkau seluruh daerah yang ada di Jurusan Teknik Elektronika.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4929</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v7i2.4929</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 25 - 31</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 25 - 31</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/4929/1721</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 M Suhairi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/5140</identifier>
				<datestamp>2022-09-05T14:04:25Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Implementasi Hybrid Algorithm Untuk  Optimalisasi Konsumsi Energi Pada  Job Shop Scheduling </dc:title>
	<dc:creator>Tampubolon, Ferdinan Rinaldo </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pencemaran udara menjadi salah satu hal yang sedang banyak dibicarakan akhir-akhir ini. Salah satu cara untuk mengurangi pencemaran udara adalah dengan melakukan efisiensi terhadap konsumsi energi. Penelitian ini akan berfokus pada penyelesaian job shop &amp;nbsp;yang tidak hanya meminimumkan waktu penyelesaian pekerjaan akan tetapi juga konsumsi energi. Permasalahan&amp;nbsp; tersebut akan diselesaikan dengan menggunakan Algoritma Hybrid yaitu gabungan metode Hybrid&amp;nbsp; Genetika dan Simulated Annealing. Algoritma Simulated Annealing digunakan untuk mengembangkan pencarian lokal pada solusi yang sudah diproleh pada algoritma genetika.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5140</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v7i2.5140</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 58 - 65</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 58 - 65</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5140/1726</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Ferdinan Rinaldo  Tampubolon</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/5144</identifier>
				<datestamp>2022-09-05T14:08:43Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh Konfigurasi Orientasi Serat 00 Dan 450 Karbon/Epoksi (Woven) terhadap Karakterisasi Mekanik Drive Shaft</dc:title>
	<dc:creator>Alhaffis, Firman </dc:creator>
	<dc:creator>Fajrul, Rahmat</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari material serat karbon TC35-12K tipe woven dipadukan dengan resin epoksi sebagai matrik. Orientasi serat yang diterapkan adalah 00 dan 450 pada masing-masing layer dan menemukan susunan layer yang paling optimal. Metode dalam penelitian ini yaitu dengan simulasi matematis dan komputasi menggunakan software finite element Analysis (FEA). Hasil dari penelitian menemukan bahwa orientasi serat 450 serat karbon serat karbon TC35-12K/epoksi woven memiliki kemampuan sangat baik terhadap torsi dengan nilai total deformation 1,38 mm apabila diberikan torsi 120 N.m. Selain itu orientasi serat 00 memiliki kemampuan lebih baik terhadap beban tarik dan bending. Orientasi serat 00 juga meningkatkan nilai natural frequency 151,65 Hz karena kakakuan menjadi lebih baik. Konfigurasi orientasi serat dan urutan susunan layer optimal adalah 45/45/0/0 yang mampu terhadap torsi, tarik, bending, dan putaran kritis. Putaran kritis berdampak pada punca getaran, semakin tinggi angka putaran kritis akan lebih baik. Konfigurasi yang dipilih mampu hingga putaran 9000 rpm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5144</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v7i2.5144</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 109 - 119</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 109 - 119</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5144/1736</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Firman  Alhaffis, Rahmat Fajrul</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/5145</identifier>
				<datestamp>2022-09-05T13:48:06Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Analisis Semikonduktor zno:cu Terhadap Efisiensi Dye Sensitized Solar Cell  Menggunakan Ekstrak Alami</dc:title>
	<dc:creator>Siagian, Sinta Marito </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efisiensi Sel Surya dengan adanya penambahan doping Tembaga (Cu) dengan menggunakan ekstrak kulit buah naga yang berperan sebagai dye atau sebagai adsorbsi cahaya. Penelitian ini tentu dilakukan dengan proses fisika dan kimia. Adapun metode yang digunakan yaitu Liquid Phase Depositon (LPD) untuk pembuatan bahan dasar, sehingga&amp;nbsp; dihasilkan Semikonduktor ZnO doping Tembaga yang kemudian dideposisikan pada suatu kaca konduktif&amp;nbsp; menggunakan metode doctor blade kemudian di rendam pada ekstrak kulit buah naga, selanjutnya dilakukan pengukuran tegangan dan arus listrik agar dapat diperoleh hasil efisiensi sel surya. penambahan doping tembaga pada penelitian ini dapat meningkatkan nilai efisiensi DSSC yang diukur dengan menggunakan cahaya matahari dan lampu, pada kondisi 0% efisiensi sebesar 0.27%, sementara pada kondisi doping 11% meningkat menjadi 0.67% demikian pula dengan pemberian cahaya lampu</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5145</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v7i2.5145</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 51 - 57</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 51 - 57</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5145/1723</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Sinta Marito  Siagian</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/5146</identifier>
				<datestamp>2022-09-05T06:07:11Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Penggunaan Kernel SVM untuk Klasifikasi Pergerakan Jari Mengunakan Sinyal EMG</dc:title>
	<dc:creator>Daniel S Pamungkas</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Biomekanik merupakan sebuah bidang ilmu yang mempelajari pergerakkan makhluk hidup, khususnya manusia. Pada ilmu tersebut dikenal adanya suatu sinyal yang dinamakan electromyography (EMG). EMG adalah suatu sinyal listrik yang berasal dari otot manusia. Sinyal ini banyak digunakan sebagai media pengendali, salah satunya adalah robot tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikaikan pola pergerakkan jari manusia. Sebuah sensor Myo Armband digunakan untuk mendeteksi sinyal EMG. Sensor ini diletakkan pada lengan bawah tangan kanan subjek untuk mendapatkan sinyal EMG. Sebagian data digunakan untuk pelatihan sedangkan sisanya digunakan untuk klasifikasi. Data kemudian melalui proses PCA kemudian dicoba dengan kernel-kernel SVM. Hasil yang didapat bahwa kernel SVM Polinomial mampu mengklasifikasi lebih baik dari kedua kernel yg lain. Dimana Polinomial mampu mengenali pola sebesar 92%, sedangkan Gausian 80% dan linear hanya 53%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5146</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v7i2.5146</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1 - 6</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 1 - 6</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5146/1719</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Daniel S Pamungkas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/5162</identifier>
				<datestamp>2022-09-05T06:21:33Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Rancang Bangun Sensor Node untuk Monitoring Parameter Cuaca dan PM2.5 Menggunakan Arduino WiFi </dc:title>
	<dc:creator>Wahyuni, Retno Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Rahman Haritsah, Abdur </dc:creator>
	<dc:creator>Subagiyo, Heri </dc:creator>
	<dc:creator>Rahmanto, Edi </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">The node sensor for monitoring weather parameters and PM2.5 consists of weather parameter sensors, such as temperature, humidity, sun radiation intensity, rainfall, wind speed and wind direction. In addition, there are air quality parameters contains, namely pm2.5 sensors. Data processing and delivery is carried out by Arduino Uno WiFi which is a microcontroller device that has been integrated with ESP8226 which is a module to connect with WiFi networks. Sensor data is sent from Arduino to the data base server to be displayed on the website. The test results of each sensor compared to BMKG data showed small measurement error results for temperature and rainfall parameters with error percentages of 4.61% and 9.95% respectively. The results of measuring wind speed parameters have a considerable error of 30.03% caused by wind speed measurements carried out at different altitudes to BMKG sensors. Measurements of wind direction show different wind direction frequencies because they do not set the same reference point as the BMKG sensor at the time of the sensor laying. The PM2.5 measurement also showed a considerable measurement error result of 14.7% because the laying of the sensor was not conditioned with standards as in the BMKG sensor so that the particulate sample measured was not the same as the BMKG sensor. For measurement of sun radiation intensity and humidity each has shown a trend that is in accordance with environmental conditions. Data delivery testing also works well because all data stored on the server database is in the correct column on the data base and shows the same results compared to the sample data that the sensor reads manually.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Sensor node untuk monitoring parameter cuaca dan PM2.5 terdiri dari sensor parameter cuaca berupa suhu, kelembaban, intensitas cahaya, curah hujan, kecepatan angin dan arah angin. Selain itu terdapat parameter kualitas udara yaitu sensor PM2.5. Pengolahan dan pengiriman data dilakukan oleh Arduino Uno WiFi yang merupakan perangkat mikrokontroller yang sudah terintegrasi dengan ESP8226 yang merupakan modul untuk mengkoneksikan dengan jaringan WiFi. Data sensor dikirimkan dari Arduino ke data base server untuk selanjutnya ditampilkan pada website. Hasil pengujian masing-masing sensor dibandingkan data BMKG menunjukkan hasil kesalahan pengukuran yang kecil untuk parameter suhu dan curah hujan dengan masing-masing prosentase kesalahan sebesar 4.61% dan 9.95%. Hasil pengukuran parameter kecepatan angin memiliki kesalahan cukup besar yaitu 30.03% disebabkan oleh pengukuran kecepatan angin dilakukan pada ketinggian yang berbeda dengan sensor BMKG. Pengukuran arah angin menunjukkan frekuensi arah angin yang berbeda karena tidak dilakukan setting titik referensi yang sama dengan sensor BMKG pada saat peletakan sensor. Pengukuran PM2.5 juga menunjukkan hasil kesalahan pengukuran cukup besar yaitu 14.7% karena peletakan sensor tidak dikondisikan dengan standar seperti pada sensor BMKG sehingga sampel partikulat yang diukur tidak sama dengan sensor BMKG. Untuk pengukuran intensitas cahaya dan kelembaban masing-masing telah menunjukkan trend yang sesuai dengan kodisi lingkungan. Pengujian pengiriman data juga berjalan dengan baik karena semua data yang tersimpan di database server berada pada kolom yang benar pada data base serta menunjukkan hasil yang sama dibandingkan dengan sampel data yang dibaca sensor secara manual. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5162</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v7i2.5162</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 7 - 17</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 7 - 17</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5162/1720</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 retno tri wahyuni, Abdur  Rahman Haritsah, Heri  Subagiyo, Edi  Rahmanto</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/5170</identifier>
				<datestamp>2022-09-05T14:05:15Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Rancang  Bangun Smart Air Purifier</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Rancang  Bangun Smart Air Purifier</dc:title>
	<dc:creator>Sasmita Darwis, Rizadi </dc:creator>
	<dc:creator>Kurniawan, Widi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">The quality of the inhaled air affects the immune system and human health. If the air that is inhaled is dirty, it can interfere with daily human activities and one way to prevent it is to need a device that can identify and clean dirty air so that the need for clean air can be met and daily human activities will run smoothly. So in this final project, the author designed a Smart Air Purifier device to overcome the air contaminated by PM2.5 and PM10. The average error percentage value of the PM10 GP2Y1010AU0F sensor reading is 12.80%. This Smart Airpurifier device can perform purification in all types of rooms and different types of rooms. The advantage of this device is that it can clean air with various pollutants such as cigarette smoke, to PM10 particles below 10 g/m3. The effectiveness of the mode on the device has advantages and disadvantages to sterilize the air in the room. For example, when the PM10 value is above 300 g/m3, the high mode is effective for sterilizing dirty air, especially smokeKeywords: NodeMCU ESP8266, GP2Y1010AU0F Dust Sensor, Android, Realtime</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kualitas udara yang dihirup mempengaruhi daya tahan tubuh dan kesehatan manusia. Jika udara yang dihirup kotor maka dapat mengganggu aktivitas manusia sehari-hari dan salah satu cara pencegahannya ialah diperlukan suatu perangkat yang dapat mengetahui serta membersihkan udara yang kotor sehingga kebutuhan udara bersih dapat terpenuhi dan aktivitas manusia sehari-hari akan berjalan lancar. Sehingga dalam proyek akhir ini, penulis merancang perangkat Smart Air Purifier untuk mengatasi udara yang terkontaminan oleh PM2.5 dan PM10. Nilai persentase error rata-rata dari pembacaan sensor PM10 GP2Y1010AU0F adalah sebesar 12,80 %. Perangkat Smart Airpurifier ini dapat melakukan purifikasi pada semua tipe ruangan dan jenis ruangan yang berbeda. Kelebihan perangkat ini dapat membersihkan udara dengan polusi yang berbeda-beda seperti asap roko, hingga partikel PM10 dibawah 10 Âµg/m3. Efektifitas mode pada perangkat memiliki kelebihan dan kerukarang untuk mensterilkan udara pada ruangan. Seperti ketika nilai PM10 diatas 300 Âµg/m3 mode high efektif untuk mensterilkan udara kotor terutama berupa asap.
Kata Kunci: Udara, NodeMCU, Sensor GP2Y1010AU0F, Ionizer.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5170</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v7i2.5170</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 66 - 73</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 66 - 73</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5170/1725</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Rizadi  Sasmita Darwis, Widi Kurniawan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/5173</identifier>
				<datestamp>2022-09-05T13:44:11Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Evaluasi Indeks Konsumsi Energi Listrik Di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru</dc:title>
	<dc:creator>Eteruddin, Hamzah</dc:creator>
	<dc:creator>Rahman, Aidil</dc:creator>
	<dc:creator>Putra Halilintar, Masnur</dc:creator>
	<dc:creator>Tanjung, Abrar </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">The Energy Consumption Index (ECI) is the ratio between energy consumption and the building area. In this study, the calculation of used power, energy consumption, and the ECI value for each room was carried out. Based on the results of calculations carried out, the consumption of electrical energy at the Islamic Hospital Ibnu Sina (IHIS) Pekanbaru are 180,718,628 kWh/month, which is quite efficient with a value of 15.1 kWh /m2/ month. Energy Saving Opportunities (ESO) that are carried out are energy management, namely in lighting, air conditioners, and other equipment. After the ESO was carried out, the electrical energy consumption down to 158,902,555 kWh/month (saving 11.68%), electricity consumption for lighting was 16,570,158 kWh/month (12.11%), the electrical energy consumption of air conditioners amounted to 114,162.557 kWh/month (11.193%), and the electrical energy consumption of other equipment amounted to 28,169.84 kWh/month (13.066%). Energy consumption IHIS, Pekanbaru after ESO, is categorized into efficient value ECI of 13.4 kWh / m2/ month (11.258%).</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Indeks Konsumsi Energi (IKE) merupakan perbandingan antara konsumsi energi dengan satuan luas bangunan gedung. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan daya yang terpakai, konsumsi energi, serta perhitungan nilai IKE setiap ruangan. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan, konsumsi energi listrik di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina (RSI-IS) Pekanbaru adalah 180.718,628 kWh/bulan yang dikategorikan cukup efisien dengan nilai sebesar 15,1 kWh/m2/bulan. Peluang Hemat Energi (PHE) yang dilakukan adalah tata kelola energi, yaitu pada penerangan, pendingin udara, dan peralatan lainnya. Setelah dilakukan PHE, maka konsumsi energi listrik menjadi 158.902,555 kWh/bulan (hemat 11,68%), konsumsi energi listrik penerangan berjumlah 16.570,158 kWh/bulan (12,11%), konsumsi energi listrik pendingin udara berjumlah 114.162,557 kWh/bulan (11,193%) dan konsumsi energi listrik peralatan lainnya berjumlah 28.169,84 kWh/bulan (13,066%). Konsumsi energi RSI-IS Pekanbaru setelah dilakukan PHE dikategorikan menjadi efisien dengan nilai IKE sebesar 13,4 kWh/m2/bulan (11,258%).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5173</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v7i2.5173</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 42 - 50</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 42 - 50</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5173/1718</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Hamzah Eteruddin, Aidil Rahman, Masnur Putra Halilintar, Abrar  Tanjung</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/5176</identifier>
				<datestamp>2022-09-05T06:08:16Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Ketebalan Material Terhadap Shielding Effectiveness pada Frekuensi Rendah</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh Ketebalan Material Terhadap Shielding Effectiveness pada Frekuensi Rendah</dc:title>
	<dc:creator>Hariyawan, Mohammad Yanuar</dc:creator>
	<dc:creator>Sasmita Darwis, Rizadi </dc:creator>
	<dc:creator>Novita Posma, Siska </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Today, the need for electronic devices with smaller and more compact dimensions integrating many functions is increasing. At the same time, the need for ubiquitous processor speed, clock, data rate, and wireless connectivity is also increasing. This increase in demand also results in an increase in electromagnetic interference (EMI) in the environment. Although rare, High-Impact, Low-Frequency (HILF) events have the potential to have a deleterious impact on the electric power system. In this study, an analysis of shielding effectiveness (SE) was carried out at low frequencies when the thickness of the shielding material was varied. The materials used in this research are aluminum sheet and aluminum foil, and they combine their thickness through a single layer or double layer scheme. The thickness of the shielding material affects the value of shielding effectiveness; as evidenced when the thickness of the material is increased to 2 times, an increase in the value of shielding effectiveness reaches 207%. The use of double layers shows an increase in shielding effectiveness which is better than increasing the thickness of the material.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Sekarang ini, kebutuhan akan perangkat elektronik dengan dimensi yang lebih kecil dan lebih ringkas, mengintegrasikan banyak fungsi semakin meningkat. Pada saat yang sama, kebutuhan akan kecepatan prosesor, clock, kecepatan data dan konektivitas nirkabel yang ada di mana-mana juga semakin meningkat. Peningkatan kebutuhan ini juga mengakibatkan peningkatan electromagnetic interference (EMI) dilingkungan. Walaupun jarang terjadi,peristiwa High-Impact, Low-Frequency (HILF) yang berpotensi menimbulkan dampak yang merusak pada sistem tenaga listrik.&amp;nbsp; Pada penelitian ini dilakukan analisis shielding effectiveness (SE) pada frekuensi rendah&amp;nbsp; saat ketebalan dari material shielding divariasi. Material yang digunakan pada penelitian ini adalah aluminium sheet dan aluminium foil, dan mengkombinasikan ketebalannya melalui skema single layer maupun double layer. Ketebalan material shielding mempengaruhi nilai shielding effectiveness, terbukti saat ketebalan material ditingkatkan menjadi 2 kali, didapatkan kenaikan nilai shielding effectiveness mencapai 207%. Penggunaan double layer menunjukkan peningkatan shielding effectiveness yang lebih baik daripada meningkatkan ketebalan material.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5176</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v7i2.5176</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 18 - 24</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 18 - 24</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5176/1717</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Mohammad Yanuar Hariyawan, Rizadi  Sasmita Darwis, Siska  Novita Posma</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/5187</identifier>
				<datestamp>2022-11-02T07:53:54Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisa Perbandingan Daya Keluaran Panel Surya Tipe Monokristalin 50wp Yang Dirangakai Seri Dan Paralel Pada Instalasi Plts Off-Grid</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Analisa Perbandingan Daya Keluaran Panel Surya Tipe Monokristalin 50wp Yang Dirangakai Seri Dan Paralel Pada Instalasi Plts Off-Grid</dc:title>
	<dc:creator>Amalia, Dita</dc:creator>
	<dc:creator>Abdillah, Hamid </dc:creator>
	<dc:creator>Hariyadi, Tri Winahyu</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Indonesia is a country that has the potential to develop solar energy. In Indonesia, there is a tool that functions to convert solar energy into electrical energy called photovoltaic. The research uses monocrystalline solar panels because they are the most efficient and produce the highest electrical power per unit area. This research aims to analyze the comparison of solar cells, which are arranged in series and parallel to the output power. Researchers made direct observations of the field and studied after getting some data from the measurement results. Then conclude from the results of this observation. Sampling was researched on the output of solar panels located at BBPLK Serang. The method used is the comparative analysis method, by comparing the differences and similarities of an event. The voltage and currently issued by a series of solar panels is 35.77V and 3.18A. The results of the voltage and presently published by a parallel series of solar panels are 17,69V and 6.38 A. The power is produced by a series circuit of 113.75atts and a parallel circuit of 112,86Watts. From the output power results, the series circuit is 0,89Watts greater than the parallel circuit. Judging from the advantages and disadvantages, it is better to install PLTS Off-Grid installations in parallel. If damage to damaged components is damaged, it will be easier to inspect, and several other panels can still function properly, so electricity continues to flow.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Indonesia adalah negara yang berpotensi mengembangkan energi surya. Di Indonesia sudah tersedia alat yang berfungsi merubah energi surya menjadi energi listrik yang dinamakan photovoltaic. Penelitian ini menggunakan panel surya monokristalin karena paling efisien dan menghasilkan daya listrik tertinggi persatuan luas. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa perbandingan solar cell yang dirangkai seri dan parallel terhadap hasil daya keluarannya. Peneliti melakukan observasi langsung ke lapangan dan menganalisis setelah mendapatkan beberapa data dari hasil pengukuran. Kemudian mengambil kesimpulan terhadap hasil dari observasi ini. Pengambilan sampel yang diteliti pada hasil keluaran panel surya yang berlokasi di BBPLK Serang. Metode yang digunakan yaitu metode analisis perbandingan, dengan cara membandingkan perbedaan dan persamaan suatu kejadian. Hasil dari tegangan dan arus yang dikeluarkan oleh rangkaian seri panel surya adalah sebesar 35,77V dan 3,18A. Hasil dari tegangan dan arus yang dikeluarkan oleh rangkaian paralel panel surya adalah sebesar 17,69V dan 6,38 A. Sementara daya yang yang dihasilkan oleh rangkaian seri sebesar 113,75Watt dan rangkaian paralel sebesar 112,86Watt. Dari hasil daya keluaran tersebut rangkaian seri lebih besar 0,89Watt dari rangkaian paralel. Dilihat dari keuntungan dan kerugiannya, untuk pemasangan instalasi PLTS Off-Grid lebih baik dipasang secara paralel, agar apabila terjadi kerusakan, komponen yang rusak akan lebih mudah diperiksa dan beberapa panel lainnya masih dapat berfungsi dengan baik, sehingga listik tetap mengalir.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5187</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v8i1.5187</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 12-21</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 12-21</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v8i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5187/1777</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Dita Amalia, Hamid  Abdillah, Tri Winahyu Hariyadi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/5196</identifier>
				<datestamp>2022-09-05T14:06:51Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Peningkatan Akurasi Pengukuran Kadar Gas CO pada Node Sensor Sistem Monitoring Kualitas Udara Menggunakan Kompensasi Kesalahan</dc:title>
	<dc:creator>Subagiyo, Heri</dc:creator>
	<dc:creator>Randa, Welliya </dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuni, Retno Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Akbar, Memen</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Increasing the accuracy of the MQ-7 sensor node in the air quality monitoring system is a process to get better results from measuring carbon monoxide (CO) gas levels. The stage of increasing this accuracy begins with testing the comparison of data between the measuring instruments designed and the standard operational equipment of the BMKG Meteorological Station Class I Pekanbaru which is used as a benchmark. The purpose of this process is to get the correction value from the sensor output, which will be used as a value in compensating. In this study, there was an increase in the accuracy of measuring instruments by 79.86% from the previous study, from 19.74% to 99.60%. Thus, the increase in the accuracy of the measurement of carbon monoxide (CO) gas levels in the air quality monitoring system has shown better results than previous research.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Peningkatan akurasi node sensor MQ-7 pada sistem monitoring kualitas udara merupakan proses untuk medapatkan hasil dari pangukuran kadar gas Karbon Monoksida (CO) yang lebih baik. Tahapan peningkatan akurasi ini dimulai dengan melakukan pengujian komparasi data, antara alat ukur yang dirancang dengan alat standar operasional BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Pekanbaru yang digunakan sebagai tolak ukur. Tujuan dari proses ini untuk mendapatkan nilai koreksi dari hasil keluaran sensor alat, yang nantinya digunakan sebagai nilai dalam melakukan kompensasi. Pada penelitian ini terjadi peningkatan akurasi alat ukur sebesar 79,86% dari penelitian sebelumnya, yaitu dari 19,74% menjadi 99,60%. Dengan demikian peningkatan akurasi pengukuran kadar gas Karbon Monoksida (CO) pada sistem monitoring kualitas udara telah menunujukkan hasil yang lebih baik dari penelitian sebelumnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5196</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v7i2.5196</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 81 - 88</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 81 - 88</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5196/1732</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Heri Subagiyo, Welliya  Randa, Retno Tri Wahyuni, Memen Akbar</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/5203</identifier>
				<datestamp>2022-09-05T14:16:56Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Sistem Monitoring Penentuan Pergerakan Posisi Panel Surya Terintegrasi Internet Of Things</dc:title>
	<dc:creator>Abdullah S</dc:creator>
	<dc:creator>Haq, Moh. Zainul </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Due to the increasing demand for energy, alternative energy is needed. One of them is energy that comes from the sun. To utilize solar energy, solar panels are needed which are used to collect solar energy which will be converted into electrical energy. The problem is to optimize the work of the solar panel, a design for determining the position of the solar panel must be made so that it is always focused on the direction of the arrival of the sun. Design of solar panel position monitoring system based on the Internet of Things has a purpose as a monitoring system in optimizing the light reception received by solar panels in real time. The method used is the dual axis tracking method, which is a method that can make flexible solar panel movements follow the direction of the maximum sunlight intensity. The parameters monitored from this research are the value of analog voltage from the four LDR light sensors, two angles of dual axis movement and description of the the solar panel position. From the tests that have been carried out, the system can work well as solar panel movement position monitoring system based on the Internet of Things.&amp;nbsp; </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Akibat kebutuhan energi yang terus meningkat, maka diperlukan energi alternatif. Salah satunya adalah energi yang bersumber dari matahari. Untuk memanfaatkan energi matahari tersebut dibutuhkan panel surya yang difungsikan untuk mengumpulkan energi matahari yang akan dikonversi menjadi energi listrik. Permasalahannya, untuk mengoptimalkan kerja dari panel surya tersebut harus dibuat rancangan penentuan posisi panel surya agar selalu berada fokus pada arah datangnya matahari. Rancang bangun sistem monitoring posisi panel surya berbasis Internet of Things bertujuan sebagai sistem monitoring dalam pengoptimalan penerimaan cahaya yang diterima oleh panel surya secara realtime. Metode yang digunakan yaitu metode dual_axis, yaitu metode yang dapat membuat pergerakan panel surya fleksibel mengikuti arah datangnya intensitas cahaya matahari maksimal. Parameter yang dimonitoring dari penelitian ini yaitu nilai tegangan analog dari setiap intensitas cahaya yang mengenai keempat sensor cahaya LDR, kedua sudut pergerakan dual axis dan keterangan posisi panel surya. Dari pengujian yang telah dilakukan, sistem dapat bekerja dengan baik sebagai sistem monitoring penentuan pergerakan posisi panel surya terintegrasi Internet of Things.&amp;nbsp;&amp;nbsp; </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5203</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v7i2.5203</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 102-108</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 102-108</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5203/1735</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Abdullah S</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/5207</identifier>
				<datestamp>2023-02-14T00:11:09Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Rancang Bangun Robot Observasi Bawah Air  - ROV (Remotely Operated Vihicle) Menggunakan Arduino UNO</dc:title>
	<dc:creator>Susianti, Elva</dc:creator>
	<dc:creator>Ardian Syahputra, Nanda </dc:creator>
	<dc:creator>Urip Wibowo, Agus </dc:creator>
	<dc:creator>Son Maria, Putut </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstract
This study describes the design of an underwater robot-Remotely Underwater Vehicle (ROV) which is controlled using a computer. The robot is controlled remotely using a GUI application built using VB. The microcontroller used as the processor is Arduino Uno R3 with a web camera as an eye to determine the next robot movement. This robot uses three motors as the driving force, and Bilge Pumps as the driving motor. The robot skeleton is made of acrylic by adding a float so that the robot can float on water. All electronic devices are controlled using cables. The robot can maneuver up to a depth of 2.25m, with the robot&#039;s response to movement commands, which is 61.935ms â€“ 232.752 ms</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini menjelaskan tentang rancang bangun robot underwater-Remotely Underwater Vehicle (ROV) yang dikontrol menggunakan komputer. Robot dikendalikan jarak jauh menggunakan aplikasi GUI yang di bangun menggunakan VB. Mikrokontroller yang digunakan sebagai prosesor adalah Arduino Uno R3 dengan kamera web sebagai mata untuk menentukan gerakan robot selanjutnya. Robot ini menggunakan tiga buah motor sebagai penggerak, dan Bilge Pumps sebagai motor pendorong. Kerangka robot dibuat dari accrylic dengan menambahkan pelampung agar robot bisa mengambang di atas air. Semua perangkat elektronik dikendalikan menggunakan kabel. Robot dapat bermanuver hingga kedalaman 2,25m, dengan respon robot terhadap perintah pergerakan yaitu 61.935ms â€“ 232.752ms</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5207</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v7i2.5207</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 126 - 136</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 126 - 136</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5207/1749</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Elva Susianti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/5213</identifier>
				<datestamp>2023-02-14T00:11:10Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Desain Antenna Mikrostrip  Pacth Rectangular MIMO Pada Frekuensi 15 GHz: Antena Mikrostrip</dc:title>
	<dc:creator>Indani, Wira</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Cellular and wireless networks have developed rapidly in recent years. Long Term Evolution (LTE) based mobile broadband communication systems are currently used on a global scale providing network services to hundreds of millions of people. With the increasing number of users (users) and the need in the industrial sector such as the Internet of Things (IoT), reliable services and fast data transfer will be urgently needed. One of them is services on the 5G network at a frequency of 15 GHz. Where in this paper will discuss the Design of Rectangular MIMO Patch Microstrip Antenna at 15 GHz Frequency. The use of multiple antennas, in this case Multiple Input Multiple Output (MIMO), has an important role in 5G technology, due to the physical limitations of a small antenna. the antenna is thin but can work optimally at the expected frequency. From the results of the antenna design, the return loss value is -46.81 dB with a gain of 6.856 dBi. After the optimization process is carried out, the value obtained is in accordance with the problem limits to be achieved, namely the return loss value of -10 dB and the gain obtained is 6 dBi.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Jaringan seluler dan wireless telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sistem komunikasi mobile broadband berbasis Long Term Evolution (LTE) saat ini digunakan pada skala global yang menyediakan jaringan layanan kepada ratusan juta orang. Dengan meningkatnya jumlah pengguna (user ) dan kebutuhan di bidang industri seperti Internet of Things (IoT), maka akan sangat dibutuhkan layanan yang reliable dan transfer data yang cepat.salah satunya adalah layanan pada jaringan 5G pada frekuensi 15 GHz. Dimana pada paper ini akan membahas Desain Antena Mikrostrip MIMO Patch Rectangular pada Frekuensi 15 GHz. Penggunaan antena jamak, dalam hal ini Multiple Input Multiple Output (MIMO), memiliki peran penting dalam teknologi 5G, karena keterbatasan fisik dari antena yang kecil.pada Desain antenna ini menggunakan 2 elemen dengan bahan substrat RT Duroit 5880 karena bahan ini dianggap dapat menghasilkan dimensi antena yang tipis namun dapat bekerja optimal pada frekuensi yang diharapkan. Dari hasil desain antenna didapatlah nilai return loss -46.81 dB dengan gain 6.856 dBi setelah dilakukan proses optimasi, nilai yang didapatkan sudah sesuai Batasan masalah yang ingin dicapai yaitu nilai return loss &amp;nbsp;dan gain yang didapat sebesar .</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2022-01-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5213</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v7i2.5213</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER)</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER)</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v7i2</dc:source>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Wira Indani</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/5230</identifier>
				<datestamp>2023-04-12T02:26:00Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengiriman Data Surveillance Sensing Menggunakan Sistem Nirkabel Pada Frekuensi 433  MHz Untuk Kebakaran Hutan</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengiriman Data Surveillance Sensing Menggunakan Sistem Nirkabel Pada Frekuensi 433  MHz Untuk Kebakaran Hutan</dc:title>
	<dc:creator>Rizadi Sasmita Darwis</dc:creator>
	<dc:creator>Saputra, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Hamid Azwar</dc:creator>
	<dc:creator>Emansa Hasri Putra</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">The fires that hit Indonesia in 2015 are considered one of the biggest environmental disasters of the 21st century so far. The World Bank estimates that the 2015 fire crisis cost Indonesia US$16 billion in forestry, agriculture, tourism and other industries. The smog causes respiratory and other illnesses in hundreds of thousands of people across the region. So far, efforts to mitigate forest and land fires have often been carried out by the government and the forest fire task force, starting from creating an early warning system, increasing community participation, and forest fire control techniques. However, all of these mitigation efforts are more dominantly carried out after forest and land fires have occurred. Whereas when a fire has occurred and the fire has grown bigger, fire mitigation efforts become more difficult and expensive because they have to involve helicopters to extinguish the fire from the air. So a land and fire mitigation effort requires one that is easy to use, fast and cheap to implement, and can reach a wider area than a forest area. The research aims to create a surveillance sensing system for forest fire for forest fire mitigation based on drone technology, and sensor technology. This research is an innovation and development of science and technology that is beneficial to the community, the forest fire task force and the local government. The research stages start from the design, manufacture, and design of a surveillance sensing system for forest fire in the Telecommunication Network laboratory. The output of this research is a prototype surveillance sensing system for forest fire. Test results within a certain time span indicate that the sensor is running well. All sensors used will show a change in value when a heat source and fire are detected. The average temperature sensor result is 72.34 C. While the dust particle sensor result is 665.45 g/m3 . And for air quality sensors the average is 0.225 ppm. For GPS sensor data it has 99.5% accuracy. which the Arduino reads before sending. The maximum delivery distance that can be used is 0-40 meters.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kebakaran yang melanda Indonesia pada tahun 2015 dianggap sebagai salah satu bencana lingkungan terbesar abad ke-21 sejauh ini. Bank Dunia memperkirakan bahwa krisis kebakaran tahun 2015 merugikan Indonesia sebesar US $16 miliar dalam bidang kehutanan, pertanian, pariwisata, dan industri lainnya. Kabut asap menyebabkan penyakit pernapasan dan penyakit lainnya pada ratusan ribu orang di seluruh wilayah tersebut. Selama ini usaha mitigasi kebakaran hutan dan lahan sudah sering dilakukan oleh pemerintah dan satgas kebakaran hutan, mulai dari membuat sistem peringatan dini, peningkatan partisipasi masyarakat, dan teknik pengendalian kebakaran hutan. Namun semua usaha mitigasi tersebut lebih dominan dilakukan setelah kebakaran hutan dan lahan telah terjadi. Padahal ketika kebakaran telah terjadi dan api telah membesar, usaha mitigasi kebakaran jadi lebih berat dan berbiaya mahal karena harus melibatkan helikopter untuk memadamkan api dari udara. Jadi suatu usaha mitigasi kebakaran dan lahan membutuhkan yang mudah digunakan, cepat dan murah diimplementasikan, serta dapat menjangkau area yang lebih luas dari suatu kawasan hutan. Penelitian bertujuan untuk membuat surveillance sensing system for forest fire untuk mitigasi kebakaran hutan berbasis teknologi drone, dan teknologi sensor. Penelitian ini sebagai suatu inovasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat, satgas kebakaran hutan dan pemerintah daerah. Tahapan penelitian dimulai dari perancangan, pembuatan, dan perancangan surveillance sensing system for forest fire di laboratorium Jaringan Telekomunikasi. Luaran dari penelitian ini adalah sebuah prototipe surveillance sensing system for forest fire. Hasil Pengujian dalam rentang waktu tertentu menunjukkan bahwa sensor berjalan dengan baik. Seluruh sensor yang digunakan akan menunjukkan perubahan nilai ketika ada sumber panas dan api yang terdeteksi .Hasil Sensor suhu rata-rata adalah 72,34 Âº C.Sedangkan hasil sensor partikel debu adalah 665,45 Âµg/m3 . Dan untuk sensor kualiats udara rata-rata adalah 0,225 ppm .Untuk data GPS sensor memiliki akurasi 99,5%.Untuk proses pengiriman data juga telah berjalan dengan baik karena data yang dikirim dan tersimpan di sd card Arduino penerima telah menunjukkan nilai yang sama dengan data yang dibaca oleh Arduino sebelum dikirimkan. Untuk jarak pengiriman maksimal yang bisa digunakan adalah 0-40 meter.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5230</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v8i1.5230</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 22-31</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 22-31</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v8i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5230/1778</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Muhammad Saputra, Rizadi Sasmita Darwis, Hamid Azwar, Emansa Hasri Putra</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/5232</identifier>
				<datestamp>2022-09-05T14:19:09Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sistem Monitoring Jaringan Sensor Node Berbasis  Protokol MQTT</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Sistem Monitoring Jaringan Sensor Node Berbasis  Protokol MQTT</dc:title>
	<dc:creator>Diono, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Azwar, Hamid</dc:creator>
	<dc:creator>Khabzli, Wahyuni </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">n this study, the implementation of a sensor node monitoring system based on the MQTT protocolis presented. The sensor node is made using the NodeMCU ESP8266 which is connected to thesensor to measure temperature, humidity, gas levels, and the presence of fire. Nodered is used tobuild a monitoring system. In this study, four connected sensor nodes were used. The MQTTprotocol is implemented on both sides of the sensor node and monitoring system. The sensor nodewill act as a publisher and the monitoring system will act as a subscriber. The sensor dataobtained will be sent to the monitoring system using the MQTT protocol. The test results showedthat the MQTT protocol was successfully implemented. Data from all sensor nodes can bedisplayed on the monitoring system</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pada penelitian ini dipresentasikan implementasi sistem monitoring sensor node berbasisprotocol MQTT. Sensor node dibuat menggunakan NodeMCU ESP8266 yang terhubung kesensor untuk mengukur suhu, kelembapan udara, kadar gas, dan keberadaan api. Nodereddigunakan untuk membangun sistem monitoring, Pada penelitian ini digunakan empat buahsensor node yang saling terhubung. Protokol MQTT diimplementasikan pada kedua sisi sensornode dan sistem monitoring. Sensor node akan bertindak sebagai publisher dan sistemmonitoring bertindak sebagai subscriber. Data sensor yang didapat akan dikirimkan ke sistemmonitoring menggunakan protocol MQTT. Hasil pengujian didapatkan bahwa protocol MQTTberhasil diimplementasikan. Data dari seluruh sensor node dapat ditampilkan pada sistemmonitoring.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5232</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v7i2.5232</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 120-126</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 120-126</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5232/1748</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Muhammad Diono, Hamid Azwar, Wahyuni  Khabzli</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/5359</identifier>
				<datestamp>2022-11-02T07:53:54Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Analisis Dan Desain Pembangkit Listrik Tenaga Surya pada Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning</dc:title>
	<dc:creator>Eteruddin, Hamzah</dc:creator>
	<dc:creator>Sitompul, Josua</dc:creator>
	<dc:creator>Putra Halilintar, Masnur</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning merupakan pelanggan PT. PLN, dengan daya terpasang 66.000 VA. Konsumsi energi listrik digunakan untuk menunjang kegiatan dosen, karyawan dan mahasiswa dalam menjalani perkuliahan maupun pelayanan kepada mahasiswa. Berdasarkan hasil pengukuran saat beban puncak pada fakultas Teknik sebesar 39.8 kW. Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning dalam hal ini harus mengeluarkan biaya ekstra untuk pembayaran tagihan konsumsi energi listrik kepada PT. PLN. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengurangi biaya yang diakibatkan konsumsi energi pada fakultas Teknik, penelitian ini menawarkan solusi dengan perancangan pembangkit listrik tenaga surya Rooftop on-grid system, dengan menganalisis aspek teknis dan ekonomi. Dari hasil perancangan sistem pembangkit listrik tenaga surya mengasilkan 47150.99 kWh setiap tahunya dengan kapasitas PLTS 39.6 kWp. Biaya invertase awal yang dikeluarkan sebesar Rp 701,275,608.00, dengan pemasukan pertahun sebesar Rp 71,859,217.71. Dengan nilai NPV bernilai positif yaitu sebesar Rp 184,302,726.36, dan Simple Payback (SP) selama 16.2 tahun selama umur proyek 25 tahun. Berdasarkan produksi energi listrik yang dihasilkan, Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning dapat menghemat biaya penggunaan sumber energi listrik PLN deng jumlah rata-rata Rp 42,435,889.45 /tahun atau Rp 3,536,324.12 /bulan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5359</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v8i1.5359</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 32-42</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 32-42</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v8i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5359/1952</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Hamzah Eteruddin, Josua Sitompul, Masnur Putra Halilintar</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.jurnal.pcr.ac.id:article/5375</identifier>
				<datestamp>2023-01-06T02:20:41Z</datestamp>
				<setSpec>elementer:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Rancang Bangun Alat Voltage Loss Detector Pada Transformator Percabangan</dc:title>
	<dc:creator>Diono, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Saputra, Edy</dc:creator>
	<dc:creator>Styorini, Wiwin</dc:creator>
	<dc:creator>Widiasari, Cyntia</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Branching transformers are transformers located at the branching of the Medium Voltage (TM) network. The output from this transformer will be forwarded to the homes of the public/PLN customers. The loss of voltage in the branching transformer due to a disturbance in the electricity network cannot be known by PLN officers before receiving a report from the public, so the duration of the blackout is very long. This is certainly very detrimental to the community and PLN. Voltage Loss Detector is designed to detect loss/ready voltage on branching transformers. This tool uses a ZMPT101B voltage sensor to detect voltage, an Arduino uno microcontroller and a GSM SIM800L module to send messages. After testing, this tool successfully sends a message when the voltage is ready/loss. The voltage values read by the ZMPT101B sensor on the R, S and T phases are 223.36 volts, 222.02 volts and 220.18 volts, while the voltage using a multimeter measuring instrument is 223 volts, 222 volts and 220 volts. The highest time Delay in receiving messages in the room is 20 seconds. The highest time Delay in receiving messages outdoors is 15 seconds. The signal quality of the GSM SIM800L module will affect the Delay in receiving messages. With this tool, power outages in branching transformers will be immediately noticed by PLN officers for follow-up.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Transformator percabangan adalah transformator yang berada pada percabangan jaringan Tegangan Menengah (TM). Keluaran dari transformator ini akan diteruskan ke rumah masyarakat/pelanggan PLN. Hilangnya tegangan pada transformator percabangan akibat gangguan jaringan listrik tidak bisa diketahui oleh petugas PLN sebelum mendapat laporan dari masyarakat, sehingga durasi pemadaman aliran listrik sangat lama. Hal ini tentu sangat merugikan masyarakat dan PLN. Alat Voltage Loss Detector dirancang untuk mendeteksi tegangan loss/ready pada transformator percabangan. Alat ini menggunakan sensor tegangan ZMPT101B untuk mendeteksi tegangan, mikrokontroler Arduino uno dan modul GSM SIM800L untuk mengirim pesan. Setelah dilakukan pengujian, alat ini berhasil mengirim pesan pada saat tegangan ready/loss. Nilai tegangan yang terbaca oleh sensor ZMPT101B pada phasa R, S dan T adalah 223.36 volt, 222.02 volt dan 220.18 volt, sedangkan tegangan menggunakan alat ukur multimeter adalah 223 volt, 222 volt dan 220 volt. Delay waktu terima pesan didalam ruangan yang tertinggi adalah 20 detik. Delay waktu terima pesan diluar ruangan yang tertinggi adalah 15 detik. Kualitas sinyal modul GSM SIM800L akan mempengaruhi Delay waktu terima pesan. Dengan alat ini, pemadaman listrik di transformator percabangan akan langsung diketahui oleh petugas PLN untuk ditindaklanjuti.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Politeknik Caltex Riau</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/octet-stream</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5375</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35143/elementer.v8i1.5375</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Elektro dan Mesin Terapan; Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 63-70</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">Jurnal ELEMENTER (Elektro dan Mesin Terapan); Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER); 63-70</dc:source>
	<dc:source>2460-5263</dc:source>
	<dc:source>2443-4167</dc:source>
	<dc:source>10.35143/elementer.v8i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/elementer/article/view/5375/1971</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Edy Saputra, Muhammad Diono</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<resumptionToken expirationDate="2026-05-05T14:44:59Z"
			completeListSize="189"
			cursor="0">3a56140162331841535cdd07b0b2aeb1</resumptionToken>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
