Sistem Pendeteksi Tanah Longsor Berbasis WSN

Authors

  • Ahmad Hifzillah Politeknik Caltex Riau
  • Emansa Hasri Putra Politeknik Caltex Riau
  • Rizadi Sasmita Darwis Politeknik Caltex Riau

Abstract

Semakin berkembangnya jaringan sensor nirkabel maka perkembangan aplikasi jaringan sensor nirkabel juga semakin bervariasi Teknologi ini semakin mempermudah dalam melakukan pemantauan lingkungan, terutama pemantauan bencana alam seperti tanah longsor. Dengan mengaplikasikan jaringan sensor nirkabel pada tanah longsor, maka akan semakin mudah memantau serta mendeteksi tanah longsor  dan dapat memperkecil akibat yang di timbulkan oleh bencana tanah longsor tersebut. Penelitian dilakukan dengan cara mengukur kemiringan tanah,volume curah curah hujan, dan kelembaban tanah pada daerah yang berpotensi tinggi mengalami longsor, dengan memanfaatkan tiga sensor dan mikrokontroller arduino. Alat ini mampu mengukur kemiringan tanah, volume curah hujan dan kelembaban tanah pada daerah tersebut, dan data tersebut dikirimkan menuju server dengan menggunakan KYL, sehingga hasilnya dapat dilihat masyarakat luas, dan tentu saja mampu mengurangi dampak dari tanah longsor. Berdasarkan pengujian dari ketiga sensor ini diperoleh persentase error  paling tinggi 2,5%  pada sensor kemiringan tanah, sehingga bisa dikatakan sensor ini akurat. Pengujian sensor kelembaban tanah akan melihat tingkat kelembaban tanah. Pengujian sensor curah hujan yaitu dengan menghitung nilai dari curah hujan dengan satuan mm/hari.Kata kunci: WSN, sensor nirkabel, longsor, mikrokontroller

Author Biographies

Ahmad Hifzillah, Politeknik Caltex Riau

Teknik Elektronika Telekomunikasi

Emansa Hasri Putra, Politeknik Caltex Riau

Teknik Telekomunikasi

Rizadi Sasmita Darwis, Politeknik Caltex Riau

Teknik Telekomunikasi

References

Alma, V. A., Wahyudi, & Setiawan, I. (2012). Aplikasi Sensor Accelerometer Pada Deteksi Posisi. Semarang: Universitas Diponegoro.

BMKG. (2016, 9 6). Potensi dan Curah Hujan. Dipetik 9 6, 2016, dari Badan meteorologi klimatologi dan geofisika: www.bmkg.go.id/

Fisya, M. R. (2013). Pendeteksi Dini Banjir. Pekanbaru: Politeknik Caltex Riau.

Hikmy, F. (2014). Prototype Aktifitas Monitoring Gunung. Pekanbaru: Politeknik Caltex Riau.

Irwanto. M, A. (2012). Sistem Akuisisi Parameter Hujan Menggunakan Wireless Sensor Network. Pekanbaru: Politeknik Caltex Riau.

Iswanto, Raharja, N. M., & Subandono, A. (2009). Sistem Peringatan Dini Tanah Longsor Berbasis Atmega8353. Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada, 1-5.

Priyanto, J. (2015). Rancang bangun Pendeteksi Longsor dan Pergeseran Tanah Menggunakan Sensor Lvdt Berbasis Mikrokontroler. Pekanbaru: Politeknik Caltex Riau.

Sandi, D. (2014). MENGUKUR KELEMBABAN TANAH DENGAN KADAR AIR YANGBERVARIASI MENGGUNAKAN SOILMOISTURESENSOR FC-28 BERSASIS ARDUINO UNO. 1-11.

Tua Simamora, H. T. (2012). badan lingkungan hidup. manajement peta kerawanan bencana, 1-38.

Widiyanmoko, B., Hanto, D., & Puranto, P. (2010). PENGEMBANGAN SISTEM PENGUKURAN GEJALA FISIS LONGSOR SISTEM ELEKTRONIK DAN OPTIK. Pusat penelitian Fisika-LIPI, 1-10.

Published

2017-12-12

Issue

Section

Artikel