Pembangunan Game Edukasi Pengenalan Sayuran Dalam Bahasa Inggris untuk Anak-Anak PAUD

Authors

  • Renita Dwi Pusparini Politeknik Caltex Riau
  • Anggy Trisnadoli Politeknik Caltex Riau
  • Rika Perdana Sari Politeknik Caltex Riau

Abstract

Anak-anak PAUD sudah mulai dikenalkan dengan objek tumbuhan sayur. Ada beberapa cara belajar yang dilakukan oleh guru dengan anak-anak PAUD seperti belajar dengan menggunakan media gambar, bernyanyi atau tanya jawab. Cara belajar yang melibatkan interaksi anak-anak PAUD termasuk ke dalam cara belajar ‘learning by doing’. Belajar dengan cara ‘learning by doing’ dapat dilakukan dengan berkomunikasi. Bahasa merupakan sarana berkomunikasi baik menggunakan lisan, tulisan, gerak ataupun isyarat, simbol, lambang, dan juga lukisan. Di dalam perkembangan bahasa anak usia dini, kemampuan berbahasa masih belum maksimal. Orang tua atau pendidik dapat menyediakan media atau alat permainan yang dapat menstimulasi perkembangan bahasa. Salah satu teknologi yang memungkinkan interaksi antara manusia dan komputer dengan menggunakan suara sebagai input yaitu Speech Recognition. Dengan mengimplementasikan speech recognition dan mengintegrasikannya ke dalam game tebak sayur dan menjadi sebuah game edukasi yang dibangun dengan Unity, dapat disimpulkan bahwa game tebak sayur dapat membantu melatih pengucapan anak-anak PAUD dalam berbahasa salah satunya Bahasa Inggris serta pemahaman mengenai nama sayuran dalam Bahasa Inggris dengan melakukan uji observasi. Pada pengujian black box dan uji noise, dihasilkan bahwa fungsi yang ada pada aplkasi teruji dapat dijalankan sesuai kebutuhan dan input suara dapat ditangkap jelas oleh game dengan menggunakan bantuan microphone.Kata kunci:Anak PAUD, Learning by Doing, Speech Recognition, Game Edukasi, Tebak Sayur

Author Biographies

Renita Dwi Pusparini, Politeknik Caltex Riau

Teknik Informatika

Anggy Trisnadoli, Politeknik Caltex Riau

Sistem Informasi

Rika Perdana Sari, Politeknik Caltex Riau

Teknik Informatika

References

Haryuni, Sri. (2013). “Peningkatan Kemampuan Mengenal Bilangan Melalui Media Domino Segitiga Di Paud Kenanga I Kabupaten Pesisir Selatan”. Padang: Universitas Negeri Padang.

Suryana, Dadan. (2013). “Pendidikan Anank Usia Dini (Teori dan Praktik Pembelajaran)”. Padang: Universitas Negeri Padang.

PengertianInfo. (t.t). “Pengertian dan Tinjauan Tentang Learning by Doing”. Diambil pada 04 Agustus 2016 dari: https://www.pengertian-pengertian-info.com

Dewi, Ghea Putri Fatma. (2012). “Pengembangan Game Edukasi Pengenalan Nama Hewan dalam Bahasa Inggris sebagai Media Pembelajaran Siswa SD Berbasis Macromedia Flash”. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Nurjannah, Lina. (2014). “Pembuatan Game Main Kata Sebagai Sarana Pendidikan Bahasa Indonesia dengan Menggunakan Unity3D”. Surabaya: Universitas Sebelas Maret.

Fitriani, Listia. (2014). “Perancangan dan Pembuatan Game Edukasi Tajwid Mania Berbasis Android”. Yogyakarta: STMIK AMIKOM Yogyakarta.

Rifai, Wafda Adita. (2015). “Pengembangan Game Edukasi Lingkungan Berbasis Android”. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Trisnadoli, Anggy. (2015). “Analisis Kebutuhan Kualitas Perangkat Lunak pada Software Game berbasis Mobile”. Pekanbaru: Politeknik Caltex Riau.

DetikInet. (2013). “Klasifikasi Game: Fun, Media, & Gamification”. Diambil pada 03 Juni 2016 dari: http://inet.detik.com/read/2013/03/08/105639/2189308/654/klasifikasi-game-fun-media--gamification

Hartaji, Ahmad. (2014). "Pembangunan Game Edukasi Autonomic Drugames pada Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran”. Bandung: Universitas Komputer Indonesia.

Chandra, Rivan. (2013). “Pembuatan Aplikasi Browser Berbasis Speech Recognition Dengan Algoritma Markov Model”. Pekanbaru: Politeknik Caltex Riau.

Published

2017-12-18

Issue

Section

Artikel