Game Analysis Training Analysis Game Training Development to Increase Analysis Ability Problem for Student in Elementary School using Speech Recognition (Case Study: SMP Metta Maitreya)

  • Adrian Hartanto Osman Politeknik Caltex Riau

Abstract

Pada tingkat SMP zaman sekarang ini, dapat diketahui bahwa siswa-siswa yang menduduki tingkatan tersebut adalah siswa-siswa yang sedang berada pada fase remaja. Fase remaja sendiri memiliki rentang umur dari 12 hingga 15 tahun. Pada fase remaja ini siswa – siswa sukar untuk dapat mengontrol emosionya sendiri, dimana itu sangat berpengaruh besar pada kemampuan menganalisa siswa SMP pada saat mengerjakan soal yang membutuhkan daya analisa yang tinggi. Pada dasar nya kemampuan untuk menganalisa suatu soal atau permasalahan sangatlah diperlukan siswa tersebut untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Oleh karena itu, jika hal ini terus dibiarkan maka akan menimbulkan resiko yang akan diterima oleh siswa tersebut, yakni siswa tidak dapat menyelesaikan masalah dengan baik, dimana ini akan sangat berpengaruh besar pada saat dewasa nantinya. Melalui  game analysis training ini dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan analysis. Dalam game analysis training  ini berbasis Android, dan menggunakan Sofware Unity, Photoshop dan untuk proses Modeling, serta menerapkan speech recognition menggunakan Bahasa Inggris sebagai media input  jawaban oleh siswa saat bermain. Bedasarkan pengujian yang telah dilakukan yang dimana game ini mengacu pada form IST dan  Weschler  maka didapatkan hasil tingkat analisis dari 23 jumlah siswa yang terdapat dalam satu kelas sebanyak 19 siswa atau setara dengan 82,9% pada form IST  mengalami peningkatan. Sedangkan pada form Weschler  dari 23 siswa terdapat 15 siswa  atau setara dengan 65,2% mengalami peningkatan sehingga dapat disimpulkan bahwa game yang telah dibangun ini dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan analisis siswa di SMP Metta Maitreya Pekanbaru. Pada tingkat SMP zaman sekarang ini, dapat diketahui bahwa siswa-siswa yang menduduki tingkatan tersebut adalah siswa-siswa yang sedang berada pada fase remaja. Fase remaja sendiri memiliki rentang umur dari 12 hingga 15 tahun. Pada fase remaja ini siswa – siswa sukar untuk dapat mengontrol emosionya sendiri, dimana itu sangat berpengaruh besar pada kemampuan menganalisa siswa SMP pada saat mengerjakan soal yang membutuhkan daya analisa yang tinggi. Pada dasar nya kemampuan untuk menganalisa suatu soal atau permasalahan sangatlah diperlukan siswa tersebut untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Oleh karena itu, jika hal ini terus dibiarkan maka akan menimbulkan resiko yang akan diterima oleh siswa tersebut, yakni siswa tidak dapat menyelesaikan masalah dengan baik, dimana ini akan sangat berpengaruh besar pada saat dewasa nantinya. Melalui  game analysis training ini dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan analysis. Dalam game analysis training  ini berbasis Android, dan menggunakan Sofware Unity, Photoshop dan untuk proses Modeling, serta menerapkan speech recognition menggunakan Bahasa Inggris sebagai media input  jawaban oleh siswa saat bermain. Bedasarkan pengujian yang telah dilakukan yang dimana game ini mengacu pada form IST dan  Weschler  maka didapatkan hasil tingkat analisis dari 23 jumlah siswa yang terdapat dalam satu kelas sebanyak 19 siswa atau setara dengan 82,9% pada form IST  mengalami peningkatan. Sedangkan pada form Weschler  dari 23 siswa terdapat 15 siswa  atau setara dengan 65,2% mengalami peningkatan sehingga dapat disimpulkan bahwa game yang telah dibangun ini dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan analisis siswa di SMP Metta Maitreya Pekanbaru.
Published
2020-08-28
Section
Artikel