Sistem Kontrol Dan Monitoring Intensitas Cahaya dan Suhu Pada Greenhouse BerBasis IoT
DOI:
https://doi.org/10.35143/elementer.v9i1.5888Abstrak
Secara umum sistem pertanian di Indonesia masih dibudidayakan dilahan terbuka. Namun, sistem pertanian sayuran yang dibudidayakan pada lahan terbuka masih menghadapi banyak masalah mulai dari ketersediaan lahan, tenaga, perubahan musim, hama penyakit, hingga gagal panen yang banyak dihadapi oleh petani. Sebenarnya permasalahan tersebut dapat diatasi dengan memanfaatkan teknologi sehingga petani mendapatkan hasil panen yang maksimal. Pada penelitian ini akan dirancang sebuah greenhouse yang memanfaatkan sensor DHT11 untuk membaca suhu dan sensor BH1750 untuk membaca intensitas cahaya berbasis NodeMCU ESP8266. Penerapan sistem berbasis IoT ini menghasilkan pertumbuhan tanaman dapat dikontrol secara otomatis sesuai kebutuhan dari tanaman agar mendapatkan hasil panen yang maksimal. Hasil pengujian sensor suhu DHT11 memiliki keakurasian 99.74%, dan untuk sensor BH1750 memiliki keakurasian 92.8%. Dengan adanya sistem ini, informasi kondisi tanaman selada di greenhouse dapat diketahui melalui applikasi blynk.Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 M Suhairi, Halimah Tuzsakdiah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
a. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
b. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
c. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



