Pengiriman Data Surveillance Sensing Menggunakan Sistem Nirkabel Pada Frekuensi 433 MHz Untuk Kebakaran Hutan
DOI:
https://doi.org/10.35143/elementer.v8i1.5230Abstrak
Kebakaran yang melanda Indonesia pada tahun 2015 dianggap sebagai salah satu bencana lingkungan terbesar abad ke-21 sejauh ini. Bank Dunia memperkirakan bahwa krisis kebakaran tahun 2015 merugikan Indonesia sebesar US $16 miliar dalam bidang kehutanan, pertanian, pariwisata, dan industri lainnya. Kabut asap menyebabkan penyakit pernapasan dan penyakit lainnya pada ratusan ribu orang di seluruh wilayah tersebut. Selama ini usaha mitigasi kebakaran hutan dan lahan sudah sering dilakukan oleh pemerintah dan satgas kebakaran hutan, mulai dari membuat sistem peringatan dini, peningkatan partisipasi masyarakat, dan teknik pengendalian kebakaran hutan. Namun semua usaha mitigasi tersebut lebih dominan dilakukan setelah kebakaran hutan dan lahan telah terjadi. Padahal ketika kebakaran telah terjadi dan api telah membesar, usaha mitigasi kebakaran jadi lebih berat dan berbiaya mahal karena harus melibatkan helikopter untuk memadamkan api dari udara. Jadi suatu usaha mitigasi kebakaran dan lahan membutuhkan yang mudah digunakan, cepat dan murah diimplementasikan, serta dapat menjangkau area yang lebih luas dari suatu kawasan hutan. Penelitian bertujuan untuk membuat surveillance sensing system for forest fire untuk mitigasi kebakaran hutan berbasis teknologi drone, dan teknologi sensor. Penelitian ini sebagai suatu inovasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat, satgas kebakaran hutan dan pemerintah daerah. Tahapan penelitian dimulai dari perancangan, pembuatan, dan perancangan surveillance sensing system for forest fire di laboratorium Jaringan Telekomunikasi. Luaran dari penelitian ini adalah sebuah prototipe surveillance sensing system for forest fire. Hasil Pengujian dalam rentang waktu tertentu menunjukkan bahwa sensor berjalan dengan baik. Seluruh sensor yang digunakan akan menunjukkan perubahan nilai ketika ada sumber panas dan api yang terdeteksi .Hasil Sensor suhu rata-rata adalah 72,34 º C.Sedangkan hasil sensor partikel debu adalah 665,45 µg/m3 . Dan untuk sensor kualiats udara rata-rata adalah 0,225 ppm .Untuk data GPS sensor memiliki akurasi 99,5%.Untuk proses pengiriman data juga telah berjalan dengan baik karena data yang dikirim dan tersimpan di sd card Arduino penerima telah menunjukkan nilai yang sama dengan data yang dibaca oleh Arduino sebelum dikirimkan. Untuk jarak pengiriman maksimal yang bisa digunakan adalah 0-40 meter.Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Muhammad Saputra, Rizadi Sasmita Darwis, Hamid Azwar, Emansa Hasri Putra

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
a. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
b. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
c. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



