Optimisasi Setting Directional Overcurrent Relay Dengan Menggunakan Hybrid Algoritma (DE – PSO)
DOI:
https://doi.org/10.35143/elementer.v8i2.5769Abstrak
Untuk mencegah adanya gangguan dan kerusakan peralatan pada sistem tenaga listrik diperlukan peranan sistem proteksi. Sistem proteksi yang tidak handal memiliki dampak kerugian ekonomi, hal inilah menjadi dasar para engineer untuk melakukan penelitian optimasi koordinasi proteksi pada sistem tenaga listrik. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan sistem proteksi dapat berjalan dengan baik jika terjadinya gangguan hubung singkat pada sistem. Selain itu, penelitian ini untuk mempermudah engineer dalam perhitungan studi koordinasi Directional Overcurrent Relay (DOCR). Berbeda dengan penelitian sebelumnya, dalam penelitian ini mengimplementasikan metode hybrid algoritma pada sistem kelistrikan real dengan mempertimbangkan skema operasi generator. Dengan adanya kondisi operasi generator yang selalu berubah-ubah, kondisi tersebut mempengaruhi waktu kerja DOCR. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu melakukan setting DOCR yang optimal dengan menggunakan metode metaheuristik. Hal tersebut menjadi dasar peneliti untuk melakukan penelitian optimasi setting koordinasi proteksi. Setiap metode metaheuristik seperti Differential Evolution Algorithm dan Particle Swarm Optimization memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing dalam proses pencarian optimisasi. Oleh karena itu, penelitian ini mengimplementasikan strategi hybrid algoritma Differential Evolution Algorithm – Particle Swarm Optimization (DE-PSO) untuk mendapatkan nilai Time Dial Setting (TDS) DOCR. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan dengan menggunakan hybrid algoritma lebih efisien 83% dari metode non-hybrid. Kata kunci: Directional Overcurrent Relay, Differential Evolution Algorithm, Particle Swarm OptimizationUnduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Imam Suri Tauladan, Hendri Novia Syamsir

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
a. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
b. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
c. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



