Norma Subyektif Dalam Penerimaan Aplikasi Emas Digital Dengan Menggunakan Model TAM
DOI:
https://doi.org/10.35143/jakb.v15i2.5771Abstract
Masyarakat Indonesia selama ini terbiasa dengan investasi berbentuk emas, alasan harga yang cenderung stabil dan risiko yang rendah menyebabkan emas lebih populer dibandingkan instrumen investasi lainnya. Dengan adanya perkembangan teknologi keuangan maka para penyedia jasa aplikasi menawarkan adanya emas digital, namun masyarakat Indonesia terbiasa dengan transaksi emas secara fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat berinvestasi dengan menggunakan aplikasi emas digital dengan menggunakan technology acceptance model (TAM) dengan variabel eksternal norma subyektif (SN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma subyektif (SN) berpengaruh secara positif terhadap persepsi kebermanfaatan (PU) namun tidak berpengaruh terhadap persepsi kemudahan penggunaan (PEU), hal ini karena responden menilai kerabat dan rekan sejawat kurang informatif dalam memberikan penjelasan cara pengoperasian aplikasi.Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Taufan Adi Kurniawan, Devy Putri Milanda, Anita Primastiwi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
-
Authors hold the copyright in any process, procedure, or article described in the work and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
-
Authors retain publishing rights to re-use all or portion of the work in different work but can not granting third-party requests for reprinting and republishing the work.
-
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.