Penerapan Proyek Elektronika Dalam Pembelajaran Kokurikuler Untuk Mendukung Deep Learning Siswa SMAN 9 Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.35143/6avxq326Keywords:
Project Based Learning, Deep Learning, Kokurikuler, Proyek Elektronika, SDG 4Abstract
Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prioritas nasional sebagaimana tercantum dalam Asta Cita ke-4 dan sejalan dengan SDG 4 tentang pendidikan berkualitas. Penguatan keterampilan abad ke-21 menuntut pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan bermakna. Program PKM-PM Pentaforge dilaksanakan untuk menjawab tantangan pembelajaran Fisika dan TIK di SMA Negeri 9 Pekanbaru yang masih didominasi metode teoritis dan minim media praktik. Program ini mengintegrasikan Project-Based Learning (PjBL) dan prinsip deep learning melalui pelatihan dan pendampingan berbasis proyek elektronika. Kegiatan berlangsung Mei–Oktober 2025 melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Luaran program berupa dua set alat peraga (delapan model), 50 training kit, empat video pembelajaran, dan satu modul praktik. Pelatihan ToT Mentor Sebaya diikuti 25 siswa dan dua guru, dilanjutkan implementasi projek kokurikuler Fisika–TIK di sekolah. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kemampuan teknis dan pemahaman konsep; 72% peserta menilai pelatihan interaktif dan 53,7% siswa menyatakan kegiatan relevan dengan pembelajaran. Selain itu, kegiatan memperkuat soft skills seperti komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan. Secara keseluruhan, program ini efektif meningkatkan kualitas pembelajaran, memberdayakan guru, dan membangun ekosistem pembelajaran berbasis proyek yang berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Asta Cita ke-4 dan SDG 4 melalui pendidikan berbasis teknologi yang inklusif dan inovatif.Downloads
Published
2026-09-30
Issue
Section
Articles




