Rancang Bangun Drone Quadcopter Tanpa Awak Penyiram Pupuk Tanaman
DOI:
https://doi.org/10.35143/elementer.v6i2.4396Abstrak
Saat ini proses pemupukan yang dilakukan petani masih tergolong manual. Cara ini memaksa petani bersentuhan langsung dengan pupuk yang merupakan bahan kimia. Kontak yang terus menerus dapat menyebabkan gatal ataupun iritasi pada kulit bahkan dapat menyebabkan infeksi terhadap kulit. Kemajuan teknologi menjadikan manusia mampu menciptakan quadcopter yang dapat membantu proses pemupukan. Quadcopter yang dirancang pada penelitian ini dilengkapi dengan sebuah motor pompa yang akan mengaktifkan system penyiraman pupuk. Arduino dan sensor LDR berfungsi untuk membuat quadcopter menyemprotkan pupuk secara otomatis sesuai dengan Waypoint yang sudah ditentukan. Informasi yang diterima oleh modul receiver fs-ia6b tersebut akan diolah oleh AMP Pro yang nantinya akan mengontrol system quadcopter. ESC (Electronic Speed Controller) sebagai kontrol kecepatan motor serta perangkat serta prangkat pendukung seperti compass sebagai petunjuk arah dan softwere Mission Planner sebagai pendukung otomatis terbang ke tujuan. Hasil pengujian didapatkan eror posisi menyemprotkan pupuk yang sesuai di titik yang sudah ditentukan ternyata mengalami pergeseran posisi. Pergeseran titik sebesar 0,2 – 0,5 meter. Quadcopter dapat mengangkat beban dengan stabil mulai dari 300-600 ml, dengan kapasitas baterai 5500 mAH dan tegangan 22,2V. Quadcopter dapat terbang tanpa penambahan beban selama 10-15 menit. Ketika dilakukan penambahan beban sebesar 600 ml, quadcopter dapat terbang sekitar 7-8 menit. Kata kunci: Pemupukan, Quadcopter, AMP Pro, Waypoint, Mission Planner.Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2020 Cyntia Widiasari

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
a. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
b. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
c. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



