Rancang Bangun Alat Pengusit Hama Tikus Menggunakan Gelombang Ultrasonik
Rancang Bangun Alat Pengusir Hama Tikus Menggunakan Gelombang Ultrasonik
DOI:
https://doi.org/10.35143/elementer.v10i2.6232Abstrak
Salah satu permasalahan pertanian di Indonesia adalah hama tikus sawah. Masalah pengendalian hama tikus dilakukan dengan bahan kimia yang tidak baikuntuk ekosistem sawah, maka perlu dilakukan pencegahan dengan pengendalianhama tikus yang lebih ramah lingkungan seperti penggunaan gelombang ultrasonik. Alat pengusir tikus menggunakan mikrokontroller NodeMCU ESP32 dengan sensor PIR sebagai pendeteksi keberadaan tikus. Metode pengusiran memanfaatkan gelombang ultrasonik yang menyebabkan kondisi tidak nyaman pada hama tikus. Alat yang dirancang junga menggunakan sumber energi dari sinar matahari. Solar cell 50wp berfungsi untuk mengkonversi energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Kemudian, energi disimpan pada baterai melalui charger controller. Tegangan yang dihasilkan oleh solar panel bervariasi bergantung pada intensitas cahaya matahari yang diterima dengan tegangan maksimal 22V. Sensor PIR telah dapat mendeteksi dengan dengan dengan jarak maksimal 8m pada beamwidth 45°.Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Yuli Triyani, wiwin Styorini, Cyntia Widiasari

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
a. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
b. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
c. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



