Sistem Informasi Geografis berbasis Web untuk Penentuan Prioritas Pembangunan Embung
DOI:
https://doi.org/10.35143/jkt.v6i2.3642Kata Kunci:
SIG, TOPSIS, RAD, EmbungAbstrak
Sumber mata air merupakan kebutuhan manusia untuk kehidupan sehari-hari. Salah satu manfaatnya untuk mengairi lahan pertanian. Lahan pertanian di Kabupaten Semarang dalam beberapa tahun mengalami kekeringan karena musim kemarau. Terdapat 8 calon embung di Kabupaten Semarang telah teridentifikasi untuk prioritas jangka pendek.  Pemilihan lokasi embung menjadi masalah  tersendiri pada pengolahan data yang memiliki banyak kriteria yang harus diperhatikan di bidang Sumber Daya Air. Data yang diperoleh dapat disimpan dalam bentuk basis data dalam SIG. Oleh karena itu, sistem pendukung keputusan diperlukan untuk menentukan prioritas embung terbaik. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah  TOPSIS (Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution). Data yang sudah diolah akan diimplementasikan untuk menentukan prioritas embung terbaik di suatu daerah dan ditampilkan dalam bentuk visual Carto Map. Sistem dibuat menggunakan kerangka kerja Codeigniter berbasis PHP dan basis data MySQL. Pada pelaksanaannya digunakan metode Rapid Application Development (RAD). Hasil perhitungan diperoleh tiga urutan pertama yang memiliki volume tampungan efektif terbesar dan harga air terendah yang dapat diprioritaskan adalah Mluweh, Lebak, dan Pakis.Unduhan
Referensi
S. Munir, “Bergantung pada Embung di Musim Kemarau,†2015. [Online]. Available: https://regional.kompas.com/read/2015/08/24/18514461/Bergantung.pada.Embung.di.Musim.Kemarau. [Accessed: 18-Nov-2019].
Peraturan Bupati Semarang Nomor 43 Tahun 2019 Tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang Tahun 2020. Indonesia, 2020.
B. Anjasmoro, Suharyanto, and S. Sangkawati, “Analisis Prioritas Pembangunan Embung Metode Cluster Analysis , AHP dan Weighted Average (Studi Kasus : Embung di Kabupaten Semarang),†J. Ilmu dan Terap. Bid. Tek. Sipil, vol. 21, no. 2, pp. 101–112, 2015.
D. Herawatie and E. Wuryanto, “Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi dengan Metode Fuzzy TOPSIS,†J. Inf. Syst. Eng. Bus. Intell., vol. 3, no. 2, p. 92, 2017.
H. Adrianto, “Lumbung Air sebagai Alternatif Penyediaan Air Baku Perkotaan (Studi Kasus: Analisis Penentuan Prioritas Lokasi Embung),†in Prosiding Seminar Nasional Inovasi Dalam Pengembangan SmartCity, 2017, vol. 1, pp. 295–308.
P. M. Nirwana, “Penyusunan Prioritas Program Rehabilitasi Embung di Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur,†Institut Teknologi Sepuluh Nopember, 2016.
V. Jain, A. K. Sangaiah, S. Sakhuja, N. Thoduka, and R. Aggarwal, “Supplier selection using fuzzy AHP and TOPSIS: a case study in the Indian automotive industry,†Neural Comput. Appl., vol. 29, no. 7, pp. 555–564, 2018.
D. R. Sari, A. P. Windarto, D. Hartama, and S. Solikhun, “Decision Support System for Thesis Graduation Recommendation Using AHP-TOPSIS Method,†J. Teknol. dan Sist. Komput., vol. 6, no. 1, pp. 1–6, 2018.
B. Cayir Ervural, S. Zaim, O. F. Demirel, Z. Aydin, and D. Delen, “An ANP and fuzzy TOPSIS-based SWOT analysis for Turkey’s energy planning,†Renew. Sustain. Energy Rev., vol. 82, no. April 2016, pp. 1538–1550, 2018.
A. A. Chamid and A. C. Murti, “Kombinasi Metode AHP dan TOPSIS Pada Sistem Pendukung Keputusan,†in Snatif, 2017, pp. 115–119.
R. A.S. and M. Shalahuddin, Rekayasa Perangkat Lunak (Terstruktur dan Berorientasi Objek), 4th ed. Informatika Bandung, 2016.
H. Alathas, “How to Measure Product Usability with the System Usability Scale (SUS) Score,†2018. [Online]. Available: https://uxplanet.org/how-to-measure-product-usability-with-the-system-usability-scale-sus-score-69f3875b858f. [Accessed: 11-May-2020].
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2020 Jurnal Komputer Terapan

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskah pada jurnal ini setuju tentang hal-hal berikut ini:
- Penulis memegang hak cipta untuk proses, prosedur, atau artikel yang dideskripsikan pada naskah dan memberikan hak kepada jurnal untuk pertama kali mempublikasikan naskah dibawah Creative Commons Attribution License yang memperbolehkan orang lain untuk menyebarkan hasil penelitian dengan pengakuan hak cipta penulis dan jurnal.
- Penulis memegang hak untuk mempublikasikan kembali semua atau sebagian hasil penelitian pada naskah lain tetapi tidak memberikan hak kepada pihak ketiga lain untuk mencetak dan mempublikasikan ulang hasil penelitian yang sama.
- Penulis diperbolehkan dan disarankan untuk menginformasikan naskah yang telah terbit secara online (seperti pada repository institusi atau website milik penulis) yang akan meningkatkan produktivitas rujukan dan sitasi dari naskah yang telah terbit.
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.








