Alat Pemeras Lendir (Depulper) dan Pengering Biji Kakao Berbasis Programmable Logic Controller (PLC)
DOI:
https://doi.org/10.35143/elementer.v6i2.4431Abstract
Kualitas biji kakao kering sangat tergantung pada proses pengeringannya. Laju pengeringan biji kakao perlu diatur agar kualitas biji kakao kering tetap terjaga. Laju pengeringan yang terlalu cepat menyebabkan asam asetat terperangkap dalam biji yang mempengaruhi aroma dan rasa. Laju pengeringan yang lambat menyebabkan biji kakao membusuk atau tumbuh tunas. Proses pengeringan biji kakao dapat dilakukan secara konvensional menggunakan panas matahari atau menggunakan mesin pengering. Penggunaan mesin pengering memungkinkan pengeringan kapan saja tanpa dipengaruhi cuaca. Mesin pemeras dan pengering biji kakao merupakan alat yang dirancang dari segi mekanik dan elektronik agar dapat mengeringkan biji kakao dengan baik. Pengujian secara mekanik menunjukkan bahwa mesin cukup stabil untuk mengeringkan kakao sampai dengan berat 5Kg dengan putaran motor maksimal 1000rpm. Sistem elektronik terdiri dari bagian input, kontroller dan output. Bagian input terdiri dari tombol start stop dan sensor thermocouple, kontroller berupa programmable logic controller (PLC) sedangkan output berupa elemen pemanas (heater) dan motor AC. Pada mesin pengering biji kakao ini, suhu yang paling sesuai agar laju pengeringan tepat adalah sebesar 500 Celcius. Silinder pengering diputar menggunakan motor AC agar energi panas dapat tersebar secara merata. Hasil uji coba menunjukkan bahwa mesin pengering dapat mengontrol suhu silinder stabil disekitar 500 Celcius dan dapat mengeringkan biji kakao dalam waktu 3,sampai dengan 5 jam tergantung berat biji yang dikeringkan dan kandungan airnya. Konsumsi daya listrik rata-rata pada mesin adalah sebesar 0,542 KWh.Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 retno tri wahyuni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
a. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
b. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
c. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



