Main Article Content

Abstract

Game memiliki tiga tahapan, yakni tahapan pra produksi, produksi dan pasca produksi. Tahap pra produksi merupakan tahap dimana ide dan konsep direncanakan. Ide tiap orang dapat disamakan melalui suatu diskusi, hanya saja perspektif tiap orang dalam menggambarkan ide yang sama tersebut berbeda-beda. Oleh karena itu, concept art dibutuhkan untuk mengatasi perbedaan perspektif yang menyebabkan kesalahpahaman diproses pembuatan game nantinya. Concept art adalah bentuk ilustrasi, yang bertujuan untuk menyampaikan representasi dari desain, ide atau perasaan untuk digunakan dalam suatu game. Dengan mengimplementasikan concept art, diharapkan agar objek 3D yang sudah dibuat dapat digunakan oleh pembuat game pada proses pembuatan permainan selanjutnya. Salah satu contoh representasinya adalah mengimplementasikan concept art dalam pembuatan objek 3D pada permainan Edukasi Virtual Safari. Pengujian yang dilakukan menggunakan metode observasi mendapatkan hasil yang menunjukkan bahwa concept art dan objek 3D untuk permainan edukasi virtual safari sudah sesuai dengan perencanaannya berdasarkan pengamatan dari ahli di bidang Concept art dan objek 3D.

Article Details

Author Biography

Meilany Dewi, Politeknik Caltex Riau

Teknik Informatika 
How to Cite
Hadi, F., Dewi, M., & Sari, R. P. (2017). Implementasi Concept Art Dalam Pembuatan Objek 3D Pada Permainan Edukasi Virtual Safari. Jurnal Komputer Terapan , 3(2), 69–76. Retrieved from https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/jkt/article/view/1045

References

  1. Infographics. (2014). ”Mobile multiplies Global Mobile Consumer Survey”. Diambil pada 01 September 2016 dari: http://www2.deloitte.com/content/dam/Deloitte/sg/Documents /technology-media-telecommunications/sg-tmt-global-mobile-consumer-survey-noexp.pdf.
  2. Utomo, Pandu Rukmi., & Lakoro, Rahmatsyam. (2012). “Perancangan Concept Art Game Berlatar Budaya Majapahit sebagai Media Komunikasi Budaya”. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
  3. Setiawan, Fajareka. (2015). ”Perancangan Concept Art Video Game "THE ART OF RWA BHINEDA"”. Yogyakarta: Institut Seni Indonesia.
  4. Apriatono, Raymond Ferdinand., Wibowo., & Febriani, Rika. (2016).”Perancangan Concept Art Berdasarkan Perang Diponegoro”. Surabaya: Universitas Kristen Petra.
  5. Anhut, Anjin.(2013). “Apa Itu CONCEPT ART ?”. Diambil pada 31 Agustus 2016 dari: http://www.carrotacademy.com/apa-itu-concept-art.
  6. Tim Dorling Kindersley. (2014). “Ensiklopedia Dunia Hewan Jilid 1 - Habitat”. Jakarta: Lentera Abadi.
  7. Tim Dorling Kindersley. (2013). “Ensiklopedia Mengenal Sains – Lingkungan dan Habitat”. Jakarta: PT Aku Bisa.
  8. Galiban, Randy Robin.(2016). “What is Concept Art ?”. Diambil pada 31 Agustus 2016 dari: http://www.randbin.com/what-is-concept-art.
  9. Rey, Julián Del.(2016). “Concept Art With Purpose At Social Point”. Diambil pada 4 Oktober 2016 dari: http://www.socialpoint.es/blog/concept-art-with-purpose-at-social-point/.
  10. Aditya. (2007).”50 Kreasi Modeling & Animasi 3D Spektakuler dengan 3DS MAX 8. PT Elex Media Komputindo”. Jakarta.

Most read articles by the same author(s)