Implementasi Multi Server Data Storage Pada Cloud Computing
PDF (Bahasa Indonesia)

How to Cite

Huang, J., Fitrisia, Y., & Fadhly Ridha, M. (2018). Implementasi Multi Server Data Storage Pada Cloud Computing. Jurnal Komputer Terapan , 4(2), 1 - 9. Retrieved from //jurnal.pcr.ac.id/index.php/jkt/article/view/2093

Abstract

Kebutuhan akan informasi yang selalu up-to-date dan bisa diakses dimana saja dan kapan saja semakin meningkat. Hal ini menyebabkan perlu adanya layanan cloud berupa data storage yang high availability. Dengan adanya high availability, dapat membantu mengurangi terjadinya kegagalan server. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas layanan tersebut, yaitu mengimplementasikan multi server data storage. Implementasi yang dilakukan menerapkan beberapa teknik seperti data replication, load balancing dan failover. Data replication menggunakan GlusterFS, load balancing menggunakan HAProxy dan failover menggunakan Heartbeat. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa rata – rata data berhasil di unggah 84.5 % dan di unduh kembali 100% dari data storage. Hasil keberhasilan metode failover didapatkan rata – rata keberhasilan 66.67% dalam melakukan peralihan meskipun salah satu server mengalami kegagalan, lalu penyebaran request dibagi secara merata 50:50 oleh load balancing. Sementara itu, performansi server menunjukkan bahwa delay pada layanan dikategorikan dalam “Sangat Bagus” dan throughput dikategorikan dalam “Bagus”. Kata kunci: data storage, high availability, data replication, load balancing, failover.
PDF (Bahasa Indonesia)

References

P. Nanda, “Automatic File Replication Cluster High-Availability Storage Dengan Menggunakan GlusterFS,” 2014. .

Randy, “Analisis Kinerja Layanan Penyimpanan File Terdistribusi Cluster High-Availability Storage dengan Menggunakan GlusterFS,” 2014. .

Irfani, “Implementasi High Availability Server Dengan Teknik Failover Virtual Computer Cluster,” 2015.

S. Prasetyo, M. A. Fadhly, dan S. Purwantoro, “Implementasi Data Replication Pada Cloud Computing Menggunakan Distributed Replicated Block Device (DRBD),” Pekanbaru, 2016.

U. Habibah, Y. E. Putra, dan H. Rachmawati, “High Availability Datacenter Pada Cloud Computing Menggunakan Heartbeat,” Pekanbaru, 2016.

P. Mell dan T. Grance, “The NIST Definition of Cloud Computing,” NIST Spec. Publ. 800-145, hal. 2–3, 2011.

G. Santana, Data Center Virtualization Fundamentals. Indianapolis: Cisco Press, 2014.

C. Bookman, Linux Clustering : Building and Maintaining Linux Clusters. Indianapolis: New Riders, 2003.

T. Bourke, Server Load Balancing, 1 ed. Sebastopol: O’Reilly Media, Inc., 2001.

T. Roth dan T. Schraitle, SUSE Linux Enterprise High Availability Extension. Provo: Novell, Inc, 2012.

HAProxy Community Edition, “The Reliable, High Performance TCP/HTTP Load Balancer,” 2017. [Daring]. Tersedia pada: http://www.haproxy.org/. [Diakses: 11-Agu-2018].

Gluster Docs, “GlusterFS Documentation,” 2018. [Daring]. Tersedia pada: https://docs.gluster.org/en/latest/. [Diakses: 11-Agu-2018].

D. Muntimadugu, B. Mohanraj, dan A. S. Sriram, “Red Hat Storage 2.1 : Administration Guide,” Red Hat, Inc., 2014. [Daring]. Tersedia pada: https://access.redhat.com/documentation/en-US/Red_Hat_Storage/2.1/html/Administration_Guide/. [Diakses: 12-Jun-2017].

W. Sugeng, J. E. K. O. Istiyanto, K. Mustofa, dan A. Ashari, “The Impact of QoS Changes towards Network Performance,” Int. J. Comput. Networks Commun. Secur., vol. 3, no. 2, hal. 48–53, 2015.

TIPHON, “Telecommunications and Internet Protocol Harmonization Over Networks (TIPHON); General aspects of Quality of Service (QoS),” 1999. .

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Downloads

Download data is not yet available.